<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946</id><updated>2011-04-22T06:49:57.119+07:00</updated><title type='text'>Khasanah Tarbiyah Dan Dakwah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113579200542930030</id><published>2005-12-29T00:31:00.000+07:00</published><updated>2005-12-29T00:49:54.660+07:00</updated><title type='text'>MANHAJ HAROKI : Bukan hanya Cerita Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.robbanipress.co.id/Info/Image/Manhaj%20Haraki%202.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px;" src="http://www.robbanipress.co.id/Info/Image/Manhaj%20Haraki%202.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RESENSI BUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita percaya bahwa sejarah bukan hanya cerita tentang serpihan peristiwa masa lalu, namun rangkaian kehidupan umat manusia itu juga memberikan pelajaran tak terperi pada bangsa-bangsa yang datang sesudahnya. Bila al-Qur'an banyak berkisah tentang umat-umat masa lalu, dan hadits pun banyak merekam beragam peristiwa penting dalam perjuangan Islam, maka semua itu cukup menjadi landasan bagi kita untuk memberikan porsi kajian yang besar pada sirah , lebih-lebih sirah nabawiyah (narasi kehidupan Nabi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, K.H. Rahmat Abdullah, yang memberi pengantar pada buku ini, melontarkan kritiknya terhadap kerangka keilmuan yang dibentuk oleh para ulama dahulu, yaitu akidah, fiqih, dan akhlak. Ketiga kajian ini diakuinya memang cukup mampu membentuk pribadi Muslim yang sadar akan kewajibannya terhadap Allah dan masyarakat. Namun menurutnya ada yang terputus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga kajian ini jelas kekurangan satu hal pokok, yaitu “mata rantai yang akan menghubungkan mereka dengan Rasulullah, bahkan dengan Nabi-Nabi sebelum-nya.” Ini disebabkan tiadanya kajian sirah ataupun sejarah Islam yang berdasar-kan wa'yu (kesadaran ilmiah). Padahal sekali seseorang berbicara sirah, maka ia pasti merupakan bagian integral dan ummatan wahidah . Ia akan mewarisi spirit masa lampau umat Islam yang sangat kaya dan menumbuhkan militansi. Karena itu, putusnya mereka dengan sirah membuat lemahnya girah dan ruhul jihad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah peran penting yang dimainkan buku sebesar Manhaj Haraki ini. Sejarah yang ditulis da'i mujahid ini menampilkan sosok yang jauh berbeda dengan para penulis “ilmiah” pada umumnya. Penghayatan terhadap ruhul jihad dalam kehidupan Rasulullah merupakan modal utamanya. Hal ini karena mereka berada pada satu alur yang sama dengan Rasulullah, yaitu harakah dan dakwah. Maka penggambaran yang mereka sajikan bukan lagi masalah kronologis belaka, tetapi sudah masuk pada isi pembahasan yang mengasyikkan dan sangat bermanfaat bagi dakwah dan pergerakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku sejarah memang telah banyak ditulis orang. Namun kitab Manhaj Haraki dalam Sirah Nabi Saw. ini tetap harus disambut dengan antusiasme yang besar, karena karya Munir Muhammad al-Ghadban ini menjadi pengecualian dari buku-buku itu. Bukan hanya karena studinya yang lebih spesifik, yaitu kajian tentang pergerakan dan perjuangan politik dalam sirah nabawiyyah , namun Munir al-Ghadban juga menyajikan fakta dan data, yang dirangkai dengan studinya yang ekstensif, analisa yang tajam dan mengagumkan dengan daya kritis yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pergerakan yang juga dosen di Universitas Ummul Qura Saudi Arabia dan di Jami‘ah al-Iman Yaman ini memperlihatkan kepiawaiannya yang luar biasa sekali dalam mempertautkan berbagai peristiwa di masa Nabi dengan kejadian mutakhir yang dihadapi oleh Harakah Islam kontemporer. Marhalah (periode) demi marhalah pergerakan Nabi dikupas dengan sangat memikat sekali, seraya dibedah watak dan karakteristiknya, lalu diproyeksikan dan direkonstruksi kembali ke dalam iklim pergerakan Islam modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jilid pertama buku ini, ada empat periode yang dibahas tuntas oleh Munir Muhammad Ghadban. Pertama, periode berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan merahasiakan struktur organisasi. Kedua, berdakwah secara terang-terangan dan (tetap) merahasiakan struktur organisasi. Ketiga, mendirikan negara. Keempat, negara dan penguatan pilar-pilarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, tumbang dan berguguran, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali. Harus diakui, kitab ini menjadi bacaan ‘wajib' bagi pada aktivis da‘wah dan Harakah Islam, serta para peminat sejarah Islam. Juga menjadi bacaan yang bermutu bagi kaum muslimin pada umumnya. Karena kitab ini nyaris sempurna dalam mengupas dan merunut manhaj haraki atau langkah-langkah terprogram yang ditempuh Nabi saw. dalam gerakan dakwahnya, sejak kenabiannya sampai berpulang kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin agar gerakan Islam yang kita lakukan berjalan secara benar, maka kita harus melacak tahapan-tahapan pergerakan Rasulullah langkah demi langkah serta mengikuti langkah-langkah tersebut. Allah berfirman: “Sesungguh-nya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat” (al-Ahzab: 21). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, buku ini tidak hanya memberikan jawaban terhadap pertanyaan ”Pendekatan macam apa yang harus diterapkan Harakah Islam kontemporer dalam kondisi seperti sekarang ini”, namun buku ini juga lahir dari pengalaman riil penulisnya yang sudah malang melintang dalam belantara Harakah Islam. Inilah “roh” yang menjadikan buku ini hidup, bukan sekadar “keasyikan intelektual” belaka. (Makmun Nawawi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengucapkan jazakamullah kepada Ustadz Rahmat Abdullah yang telah menorehkan catatan berharga dalam penerbitan buku ini, kami persilahkan Anda untuk segera mengkajinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah!” begitulah pujian yang harus kami panjatkan mengiringi penerbitan buku Manhaj Haraki—Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik dalam Sirah Nabi Saw . jilid kedua ini. Selain sebagai tanda syukur dari begitu banyak nikmat yang sudah kita terima dari-Nya, pujian tersebut juga merupakan kesyukuran khusus kami atas terbitnya karya Munir Muhammad al-Ghadban ini, yang diluncurkan hampir bersamaan dengan jilid kesatu buku ini. Dengan demikian, maka Anda, pembaca yang budiman, bisa memperoleh pemikiran yang utuh dan menyeluruh dari tokoh pergerakan kelahiran Syria ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang kami kemukakan dalam jilid kesatu buku ini, ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, tumbang dan berguguran, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali. Lebih-lebih jika dikaitkan dengan fenomena terakhir yang menjangkiti bangsa ini, di mana banyak aktivis Islam yang diburu dan diciduk oleh orang tak dikenal, maka buku ini mempunyai relevasi yang kuat sekali. Karena dengan berbagai macam contoh peristiwa yang ditampilkannya, kitab ini memberikan penjelasan yang luas sekali terhadap pertanyaan “Strategi macam apa yang harus diterapkan Harakah Islam dalam kondisi seperti sekarang ini?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya berharga tentang sirah nabawiyah (narasi kehidupan Nabi) ini tidak hanya menyajikan fakta dan data dari setiap fase sejarah yang dilewatkan Nabi, namun penulisnya juga mempresentasikan analisa yang cerdas sekali seputar strategi pergerakan dan perjuangan politik yang dilakukan Sang Utusan. Ulasan Munir al-Ghadban yang memukau tentang berbagai karakteristik yang mewarnai setiap marhalah (periode) perjuangan Rasulullah, seyogianya memberikan pencerahan yang berlimpah bagi para aktivis da‘wah dan harakah Islam modern, bahkan ia mesti menjadi tuntunan dari zaman ke zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya mengucapkan jazakamullah kepada Ustadz Rahmat Abdullah yang telah mengguratkan catatan berharga dalam penerbitan buku ini, kami persilahkan Anda untuk segera mengkajinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uku-buku sejarah memang telah banyak ditulis orang, namun kitab Manhaj Haraki ini tetap harus disambut dengan antusiasme yang besar, karena karya Munir al-Ghadban ini menjadi pengecualian dari buku-buku itu. Bukan hanya karena kajiannya yang lebih spesifik, yaitu tentang pergerakan dalam sirah nabawiyah , namun penulis juga menyajikan fakta dan data, yang dirangkai dengan studi yang ekstensif dan analisa yang mengagumkan dengan daya kritis yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pergerakan yang juga dosen di sejumlah universitas Timur Tengah ini memperlihatkan kepiawaiannya yang luar biasa sekali dalam mempertautkan berbagai peristiwa di masa Nabi dengan kejadian mutakhir yang dihadapi Harakah Islam kontemporer. Marhalah demi marhalah pergerakan Nabi dikupas dengan amat memikat, seraya dibedah karakteristiknya, lalu direkonstruksi ke dalam iklim Harakah Islam modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak pergerakan Islam kontemporer layu sebelum berkembang, buku ini insya Allah memberikan suntikan energi yang dahsyat sekali, sehingga menjadi referensi ‘wajib' bagi para aktivis da‘wah dan harakah Islam, para peminat tarikh Islam, juga menjadi bacaan bermutu bagi kaum muslimin pada umumnya. Lebih dari itu, publikasi karya ini bukan hanya karena “keasyikan intelektual” penulisnya, tapi justru lahir dari pengalaman riilnya yang sudah malang melintang dalam belantara Harakah Islam. Inilah “roh” yang menjadikan buku ini hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Tercerabut dari sejarahnya. &lt;br /&gt;•  Banyak pergerakan modern menuai kegagalan &lt;br /&gt;•  yang biasanya dirangkai dengan pesan agar semua itu menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita &lt;br /&gt;•  Kritis. &lt;br /&gt;•  Bagaimana penulis begitu lincah sekali dalam menggambarkan tahap demi tahap pergerakan Nabi. &lt;br /&gt;•  Kajian fiqih juga akan kering, bila tidak merujuk pada sirah Nabi. &lt;br /&gt;•  Sirah mengajarkan kearifan. &lt;br /&gt;•  Bukan keasyikan intelektual semata, rasikhun fil-ilm. &lt;br /&gt;•  Bila gerakan Islam gagal di tengah jalan, penting menyimak buku ini &lt;br /&gt;•  Tidak hanya menyajikan fakta, tapi juga membentangkan analisa yang radikal, seraya membandingkannya dan merekostruksinya ke dalam era pergerakan Islam mutakhir &lt;br /&gt;•  Sebuah penulisan sejarah yang baru &lt;br /&gt;•  Pendekatan yang asyik. &lt;br /&gt;•  Berangkat dari pengalaman riil &lt;br /&gt;•  Memberikan analisa yang—harus dibilang—mengagumkan. &lt;br /&gt;•  Kajian yang ekstensif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER :&lt;br /&gt;http://www.robbanipress.co.id/resensi/m.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113579200542930030?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113579200542930030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113579200542930030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113579200542930030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113579200542930030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/manhaj-haroki-bukan-hanya-cerita-masa.html' title='MANHAJ HAROKI : Bukan hanya Cerita Masa Lalu'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113557301358982925</id><published>2005-12-26T11:54:00.000+07:00</published><updated>2005-12-26T11:56:53.760+07:00</updated><title type='text'>Ana udah siap.....taaruf ahhh !!</title><content type='html'>COPY PASTE DARI DUDUNG.NET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang akh yang aktifis baik kampus, sekolah dan syabiah karena masih menjadi seorang jejaka, maka tak jarang ia sering membatin, berangan-angan, dan bercita-cita membentuk rumah tangga Islami dengan seorang Muslimah sholihat yang menyejukkan hati dan mata. Alangkah bahagianya menjadi seorang suami dan seorang "qowwam" yang "qooimin bi nafsihi wa muuqimun lil ghoirihi" (tegak atas dirinya dan mampu menegakkan orang lain, terutama isteri dan anak-anaknya). Juga menjadi 'imam yang adil' yang akan memimpin dan mengarahkan isteri dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan si akh pun bertekad bahwa ia sesungguhnya tak akan menilai kecantikan wajah calon istrinya dibalik jilbab yang dia kenakan, serta harta yang dimilikinya sebagai daya tarik untuk menikahinya. Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatannya kepada Dienul Islam itu yang utama. Karena dia ingat akan ajaran Rasulullah SAW yang sampai kepadanya : “ Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan “. (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus dengan posisinya sebagai aktivis dakwah dan amanah yang diembannya maka wajar kalau dia berpandangan bahwa pernikahannya bukan sekedar menikah saja, memilih calon suami, melafadzkan ijab kabul, melangsungkan pesta walimahan dan selesai. Justru ketika menikah, dia tengah memulai awal baru dari perjalanan dakwahnya. Pernikahannya adalah sebuah rekayasa dakwah global yang akan semakin melancarkan akselerasi dakwah itu sendiri. Akan ada network dakwah yang dibangun lewat pernikahannya itu. Bagaimana tidak? Ketika dia menikah, tonggak-tonggak dakwah yang baru dan kuat semakin jelas kekuatannya karena dia tidak menjalani dakwahnya sendirian saja. Dan akhirnya Sehubungan dengan beberapa amanah yang menuntutnya dalam menuangkan konsep dan pemikiran maka dia sangat memerlukan seorang pendamping sekaligus partner dakwah yang bisa diajak diskusi dan menyelesaikan segala qodhoya yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah menenangkannya mempunyai seorang isteri yang akan dijaganya lahir dan batin, dilindungi dan disayanginya karena ia adalah amanah Allah SWT yang telah dihalalkan baginya dengan dua kalimat Allah SWT. Ia bertekad untuk mempergauli isterinya dengan ma'ruf (QS An-Nisa:19) dan memperhatikan hadits Rasulullah SAW tentang kewajiban-kewajiban seorang suami. "Hanya laki-laki mulialah yang memuliakan wanita." "Yang paling baik di antara kamu, wahai mu'min, adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya. Dan akulah (Muhammad SAW) yang paling baik perlakuannya terhadap isteri-isteriku." "Wanita seperti tulang rusuk manakala dibiarkan ia akan tetap bengkok, dan manakala diluruskan secara paksa ia akan patah." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si Akh pun bertekad meneladani Rasulullah SAW yang begitu sayang dan lembut pada isterinya. Tidak merasa rendah dengan ikut meringankan beban pekerjaan isteri seperti membantu menyapu, menisik baju dan sekali-sekali turun ke dapur seperti ucapan Rasulullah kepada Bilal : "Hai Bilal, mari bersenang-senang dengan menolong wanita di dapur." Karena Rasulullah suka bergurau dan bermain-main dengan isteri seperti berlomba lari dengan Aisyah r.a. (HR Ahmad), maka ia pun berkeinginan meniru hal itu serta menyapa isteri dengan panggilan lembut 'De', ‘Nda’ atau 'Yang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian ketika si Akh disodorkan biodata oleh Murobbinya yang menurut Murobbinya merupakan calon Pasangan yang serasi karena sekufu dalam dien, akhlaq, dan komitmen dengan Islam. Mereka sama-sama berazam bahwa pernikahan adalah ibadah, pernikahan adalah dakwah dan pernikahan adalah drama manusia ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada saat selanjutnya, tibalah saatnya untuk proses taaruf, si Akh berpikir daripada berangan-angan terus lebih baik action.......dan taarufpun dimulai, si Ukh didampingi Murobiyyahnya begitu pula si Akh didampingi Murobbinya.... proses taaruf dimulai dari mulai jam 8 pagi dihari Ahad...ketika hari beranjak siang..proses taaruf berjalan dengan alot, si akh banyak mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan berupa kasus dan penyikapan si akhwat...tapi tentunya sebelumnya pada proses awalnya si akh menyanyakan kejelasan, aktifitas dan keikhlasan si ukh untuk menerima dirinya apa adanya dan tetap dijalan dakwah...sampai waktu dzuhur tiba, belum ada tanda-tanda proses taaruf akan berakhir karena si akh masih banyak pertanyaan yang harus dijawab si ukh...akhirnya diputuskan untuk break ISHOMA dan dilanjutkan kembali setelah rehat....dan waktu pun beranjak sore....maka murobbi si akh dengan cukup bijak mencoba meng cut acara taaruf..dan langsung menanyakan kesimpulan akhir dari keduanya karena kalau dibiarkan terus ga bakalan habis-habisnya pembahasannya yang kata si akh biar kenal calon secara keiikhlasannya, kafaahnya dll....yang pertamakali ditanya adalah si ukh....Bagamaimana ukhti mau terus lanjut ke proses selanjutnya atau cukup sampai disini...si ukh menjawab ," Ana sih terserah ikhwannya...". " nah antum bagamana Akh?..kata Murobbinya......si akh tidak buru-buru menjawab, ntah masih ada yang mengganjal atau belum puas, cuma satu hal yang ada dibenak si akh..si ukh ini menurutnya kurang puas dalam menyampaikan pendapat atas kasus-kasusnya dan akhirnya dia merasa kurang sreg sedangkan dia punya segudang idealisme...cuma dia bingung, jawaban apa yang harus disampaikan dalam forum tersebut...karena murobbinya mendesak agar ada jawaban dari si akh..."Akhi cepat lah antum kasih keputusan prosesnya diteruskan, dicukupkan sampai disini atau antum perlu waktu tambahan untuk taarufnya...tapi masa dari jam 08.00 sampai jam 15.00 masih belum cukup juga".....akhirnya dengan berat hati dan pelan namun pasti..si akh bilang....." Afwan Ustadz tadi ana sedang study kasus....".    pelan namun dalam begitulah yang dirasakan si ukh   hingga timbul keringat dingin dan wajahnya lama-lama menunjukan perubahan warna dari kecoklatan-kemerah-merahan dan akhirnya keputih-putihan hingga dia tak sadarkan akan dirinya lagi....waduh akh antum sebelum ketahuan 'Jejak Kasus' antum bisa berabe..antum pikirkan lagi tuh keputusannya...kasihan tuh akhwatnya ..........     &lt;br /&gt;Sehubungan dengan waktu yang sudah masuk waktu sholat ashar maka...murobbi ikhwan minta izin sama murobbiyah akhwat untuk sholat ashar dulu sambil melakukan lobi-lobi sama si akh (lobi-lobi walimah loh...bukan lobi-lobi politik) sambil berpesan agar si ukh di sadarkan dan bersabar atas apa-apa yang sudah terjadi....dengan segenap kasih sayang sang murobbiyah akhirnya si ukh lambat laun kesadarannya mulai pulih..aksi yang pertama adalah langsung memeluk murrobiyahnya sambil menuangkan segenap perasaannya...bagaimanapun juga pintu gerbang kebahagiaan bagi dia sebagai seorang sitri yang sholihat yang tergambar dibenaknya sudah kosong ...bagaimanapun juga dia punya mimpi yang selalu bermain dalam benaknya dan yang kemudian menjadi tekadnya adalah keinginan menjadi isteri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis. Pendeknya, ingin memberikan yang terbaik bagi suaminya kelak sebagai jalan pintas menuju surga.&lt;br /&gt;Tekad itu diperolehnya setelah mengikuti berbagai 'tabligh', ceramah, dan seminar keputerian serta membaca sendiri berbagai risalah. Bahkan banyak pula ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan hal itu telah dihafalnya, seperti "Ar Rijalu qowwamuna alan nisaa'...","Faso lihatu qonitatu hafizhotu lilghoibi bima hafizhallah..." (QS. An-Nisa ayat 34). Juga Hadits :"Ad dunya mata', wa khoiru mata'iha al mar'atus sholihat." (dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah isteri sholihat). Atau, hadits "Wanita sholihat adalah yang menyenangkan bila dipandang, taat bila disuruh dan menjaga apa-apa yang diamanahkan padanya. Begitu pula hadits "Jika seorang isteri sholat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan dan menjaga kehormatan dirinya serta suaminya dalam keadaan ridha padanya saat ia mati, maka ia boleh masuk surga lewat pintu yang mana saja. (HR Ahmad dan Thabrani). Hadits yang berat dan seram pun dihafalnya, "Jika manusia boleh menyembah manusia lainnya, maka aku perintahkan isteri menyembah suaminya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi,Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia serta qona'ah seperti Khadijah r.a. benar-benar terpatri kuat di benak si ukh dan jelas ingin ditirunya. Maka, tatkala Allah SWT memberikan kesempatan untuk berproses untuk mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih, 'alim dan berkomitmen penuh pada Islam, si ukh pun melangkah dan begitu menyelami proses yang tadi dilakukan dengan mantap. Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...dengan nasihat penuh cinta dan dekapan kasih sayang..murobbiyah si ukh membisikan sesuatu kepada si ukh, " Biar nanti ana yang menyelesaikan masalah ini...anti tenangkan dulu pikiran..ambil air wudhu, shlat ashar dan jangan lupa tilawah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...singkat cerita, si akh dan murobbinya sudah masuk kembali dan berkumpul dengan si ukh dan murobbiyahnya....tanpa basa-basi..murobbi si akh memohon maaf atas apa yang terjadi dan kemudian menanyakan kepada murobbiyah si ukh sikap selanjutnya........dengan tenang dan wibawa seorang ustadzah, beliau berkata," si ukh siap maju ke proses selanjutnya..........tapi dengan antum."..........Subhanallah...hanya pujian atas kebesaran Allah yang ada di dada sang murobbi si akh....dia ga bisa beralasan lagi, masa mau mengkuti langkah binaannya..apalagi lebih lanjut murobbiyah si ukh mengatakan..."Antum jangan beralasan lagi...antum kan udah siap." ............   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murobbi si akh dan si ukh pun ditakdirkan Allah SWT untuk menikah. Pasangan yang serasi karena sekufu dalam dien, akhlaq, dan komitmen dengan Islam. Mereka sama-sama berazam bahwa pernikahan adalah ibadah, pernikahan adalah dakwah dan pernikahan adalah drama manusia ideal. Hingga mereka senantiasa menguatkan niat dalam menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Karena mereka sadar bahwa proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat. Karena pernikahannya itu merupakan ibadah, maka mereka mengatur pelaksanaannya dengan cara-cara yang sesuai dengan hukum syara’ (aturan islam). Pandangan mereka adalah pandangan islam dan dalam pandangan islam, walimah atau resepsi pernikahan adalah sesuatu yang dianjurkan untuk diadakan, betapapun sederhananya. Hal ini merupakan formalisasi dari pernikahan agar masyarakat mengetahui secara resmi pernikahan itu. Dengan demikian secara sosial akan menghilangkan hal-hal yang mengarah kepada fitnah. Walaupun dalam pelaksanaannya mereka terbentur oleh pertentangan dari keluarganya, dan mereka melewatinya dengan sempurna setelah melalui berbagai sosialisasi dan penjelasan kepada keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka sepakat pernikahannya haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang mereka maksud Lillah , ialah niat pernikahannya itu karena Allah. Proses dan caranya harus Billah , sesuai dengan ketentuan dari Allah. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah , tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah. Sehingga dalam penyelenggaraan pernikahan mereka tidak bermaksiat pada Allah, misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini mereka hindari, karena mereka berpendapat tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, mereka senenatiasa mengingatkan para tamu tentang adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah mereka yang telah mewujudkan pernikahan ruhani. Yang selama ini terngiang-ngiang dibenak mereka terjawab sudah “ KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS PULA “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dan merekapun sah menjadi pasangan suami istri. dua pasutri yang sebelumnya tidak saling kenal tentunya kekakuan yang berada ditengah-tengah mereka, seperti saat itu, malam pertama....." ukhti udah beres belum, ga ada yang dikerjainkan ....", si ukh pun protes..." kok manggilnya ukhti......". " Habis mau dipanggil apa dong mba, yayang, dinda..ato apa......yah udah kalo gitu kita sekarang syuro tapi dengan satu syarat ya....sini tangan ukhti, sambil syuro ana ingin kita sambil berpegangan tangan, agar mulai detik ini juga dosa-dosa ana berguguran...", masih dengan mimik cemberut  " ga usah ah....abis manggilnya ukhti..". " lah kan belum ada kesepakatan, syuronya aja belum mulai...jadi SK belum turun...yah udah tuan putri kita syuronya dimulai aja....agenda pertama panggilan terus ngebahas ekonomi keluarga, rencana kedepan serta evaluasi dari mulai proses taaruf sampai sekarang, kita tidak ingin sedikit pun ruang tersisa yang memungkinkan kemaksiatan pada Allah yang pada akhirnya nanti mengurangi kebarokahan pernikahan mereka...". si ukh berujar " baiklah baginda raja yang aktifis...." dan pembicaraan diantara mereka pun mengalir yang ikut menggerus kebekuan diantara mereka, cuma satu hal yang belum....si ukh belum berani melepas jilbabnya...dan malam pertamapun mereka habiskan untuk syuro........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua sejak mereka bersatu dalam ikatan suci...si ukh sudah menjalankan tugas sebagai isteri yang sholihat, melayani suaminya dengan sepenuh keikhlasannya, dan masih cuma satu yang belum dia penuhi permintaan suaminya, yaitu melepaskan jilbabnya, karena bagaimanapun juga dia tidak terbiasa dan belum pernah memperlihatkan mahkotanya didepan makhluk yang namanya ikhwan, walaupun ikhwan yang bersamanya saat ini adalah sudah resmi menjadi suaminya....tapi akhirnya......sore itu, si ukh habis mandi dan keramasi rambutnya, sehingga jilbabnya basah ....ketika masuk kamar, dilihatnya suaminya matanya tertutup. sehingga dia kira lagi tidur, dan dia bisa dengan bebas mengeringkan rambutnya dan menyisirnya.....&lt;br /&gt;padahal waktu itu suaminya lagi pura-pura tidur sambil membatin , ....." duh dinda, Pertama-tama adalah mesti anti sadari, bahwa sesungguhnya ana tak akan menilai kecantikan wajah dinda dibalik jilbab yang dinda kenakan, serta harta yang dinda miliki sebagai daya tarik untuk menikahi dinda. Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatan dinda kepada Dienul Islam itu yang utama.&lt;br /&gt;Memang hal ini sangat musykil di zaman yang telah penuh dengan noda-noda hitam akibat perbuatan manusia, sehingga wanita-wanitanya sudah tidak malu lagi untuk menjual kecantikannya dan berlomba-lomba memperlihatkan aurat dengan sebebas-bebasnya demi memuaskan hawa nafsu jahatnya.&lt;br /&gt;Namun itulah yang diajarkan Rasulullah SAW, kepada kita melalui haditsnya : “ Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan “. (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;Dan Allah pun tak akan melihat kebagusan wajah dan bentuk jasad dinda. Tapi Dia menilai hati dan amal yang dinda lakukan. Hendaknya dinda yakin bahwa wanita-wanita salafusshaleh adalah panutanmu, yang telah mendapat bimbingan dari nabi Muhammad SAW......tapi kenapa juga dinda belum melepaskan jilbabnya, kan ana pengen tahu apakah dinda ada kupingnya ato ngga....baiklah kalo gitu ana harus bikin strategi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika si ukh melonggarkan jilbabnya sambil duduk membelakangi suaminya yang dilihatnya lagi tidur...dia mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk kering dan menyisirnya....tapi ketika dia menyisir merasa kesusahan juga....abis nyisir kok jilbabnya ga dilepas ribet amat ya....dan akhirnya setelah dia melirik suaminya masih pada posisi semula, lalu dia melepas jilbabnya dan menyisir rambutnya dengan cepat......namun ketika dia asik menyisir rambut, tiba-tiba, suaminya menyergapnya dari belakang......"Nah kan sekarang ketahuan, dinda kupingnya lengkap dan subhanallah cantiknya".....sambil tergagap, dan meronta si ukh....' Masya Allah.....Subhanallah, Atagfirullah...dan ketika pelukan suaminya lepas, dia langsung mendaratkan pukulan keperut suaminya, cubitan dan jurus-jurus bela diri praktis bagi seorang istri....sambil ketawa, dan canda mereka berdua mulai merajut keharmonisan dan kemesraan suami istri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....di cut dulu yaa...nanti disambung lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113557301358982925?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113557301358982925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113557301358982925' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113557301358982925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113557301358982925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/ana-udah-siaptaaruf-ahhh.html' title='Ana udah siap.....taaruf ahhh !!'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535169680772080</id><published>2005-12-23T22:25:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:28:22.560+07:00</updated><title type='text'>PERJALANAN MENEMUKAN JATI DIRI</title><content type='html'>BY: UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BERISLAM DALAM ”KETERBATASAN” YANG KITA MILIKI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alloh SWT berfirman : ” Bertaqwalah kepada Alloh  menurut ukuran kemampuanmu ” (QS. At-Taghabun:16).&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa Alloh mengetahui keterbatasan kita sebagai manusia dan dalam keterbatasan itulah Ia ingin kita berislam. Nabi Muhammad SAW bersabda,    ” Alloh merahmatti seseorang yang menegtahui kadar kemampuan dirinya. ” Dengan menegtahui kadar kemampuan diri sendiri, kita bisa memposisikan diri secara tepat dalam berbagai situasi kehidupan.&lt;br /&gt;Perintah-perintah dalam Islam begitu banyak , seperti menuntut ilmu, beribadah, ibadah mahdhah, belajar, berjihad dan sebagainya. Tidak semua perintah dapat kita lakuakan dengan cara yang expert, sempurna. Oleh karena itu di surga disediakan banyak pintu, salah satunya adalah pintu ibadah shalat,  zakat, haji, dan seterusnya. Dan karena batas kemampuan itulah mengharuskan kita untuk memilih fokus tertentu dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Dalam suatu dialog antara Abu Bakar dan Rasulullah, Beliau mengatakan bahwa sesungguhnya di suraga itu ada banyak pintu dan setiap orang nanti ada yang msuk melalui pintu shalat, puasa dan sebagainya. Kemudian Abu Bakar bertanya, ”Adakah orang yang masuk melalui semua pintu itu?” Rasulullah menjawab, ”Ada, dan aku berharap kamu adalah salah seorang di antaranya.”&lt;br /&gt;Jadi setiap manusia memiliki 2 ciri keterbatasan :&lt;br /&gt;1.Sifat parsial (artinya kita tidak bisa memiliki/menguasai segala bidang)&lt;br /&gt;2.Dalam lingkar yang sangat parsial itu kemampuan kita juga terbatas. Misalnya dalam bidang kedokteran, kita memiliki kelebihan dibanding lainnya, namun kita pun tetap saja terbats dalam penguasaan bidang kedokteran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks keterbatasan itulah Alloh mengatakan dalam QS.Al Baqarah 2:286, ” Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya,” Hanya saja ibadah-ibadah yang sudah tetap waktu dan kapasitasnya seperti shalat lima waktu, Alloh telah mengukur kemampuan manusia dan pada dasarnya manusia memang sanggup melakukannya. Sebab semua perintah yang sifatnya wajib khususnya fardhu ’ain dan waktunya sudah ditentukan, dalam perhitungan Alloh pasti manusia bisa melakukannya. Oleh karena iru perintah-perintah dibuat dalam urutan-urutannya.&lt;br /&gt;Sabda Rasululloh di atas berguna bagi kita untuk :&lt;br /&gt;1.Menentukan fokus-fokus nilai Islam yang akan diperkuat&lt;br /&gt;2.Memahami diri kita dan membantu dalam menentukan posisi kehidupan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan orang dalam bergaul  adalah karena ketidakmampuan dalam memposiskan dirinya dalam kehidupan sosial. Ini merupakan kesalahan umum. Jadi dengan demikian memahami keterbatasan diri adalah bagian dari perintah Islam.&lt;br /&gt;Kesan yang ada selama ini dalam benak orang-orang muslim adalah semua urusan pengembangan diri adalah urusan psikologi dan sekolah pengembangan diri. Padahal, justru Islam sangat menganjurkan dan menekankan masalah ini pada awlnya. Karena itu ada yang menarik pada sejarah Islam. Umar memiliki fisik yang besar, jago berkelahi dan perang, tetapi tidak pernah sekalipun ditunjuk menjadi pemimpin perang. Usamah yang berusia 16 tahun pernah ditugaskan memimpin perang. Mengapa? Karena Umar tidak hanya bisa memimpin pasukan perang tapi juga negara, dan untuk itulah ia disiapkan.&lt;br /&gt;Jadi orang yang memiliki kualiatas A jangan diberi tugas B. Jika kita memilki kualitas B, yang akan dipertanggungjawabkan kepada Alloh adalah apakah kita benar-benar mencapai kualitas B itu dengan baik? Alloh tidak akan menuntut kita untuk mencapai kualitas A. Tetapi jika kita mempunyai kualitas A, tapi hasilnya B, maka selisih A dan B hasilnya dosa. Dan masalahnya sekarang adlah bagaimana mengetahui bahwa ada selisih antara kualitas A dan B?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KONSEP DIRI MUSLIM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian kita sebagai wadah dan konsep islamlah yang mengisinya.&lt;br /&gt;Mengapa kita perlu mengenal konsep diri? Lihat kembali ayat QS. At-Taghabun :16. Di sana terbukti bahwa potensi manusia itu terbatas, dan kita harus berislam dalam  keterbatasan itu. Kemudian Rasulullah SAW juga telah mengeluarkan sabdanya di atas. Artinya konsep diri akan membantu kita dalam memposisikan dalam kehidupan sosial. Konsep diri juga membantu kita untuk bersifat tawadhu. Tawadhu berarti kemampuan memposisikan diri sewajarnya. Bukan berarti tawadhu itu bahwa kita tidak memilki apa-apa. Konsep diri juga merupakan salah satu langkah untuk menyerap Islam ke dalam diri. Ada 3 langkah dalam menyerap Islam, yaitu :&lt;br /&gt;a.Memiliki konsep diri yang jelas&lt;br /&gt;b.Memahami Islam sebagai pengisi wadah tersebut&lt;br /&gt;c.Melakukan pengadaptasian antara konsep diri dengan konsep Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Ibnul Qayyim ada 2 pengetahuan terpenting dalam pengenalan diri yaitu : Ma’rifatullah dan Ma’rifatunnafs. Maksudnya, mengetahui Alloh berarti menegatahui tujuan hidup; mengetahui diri sendiri berarti mengantar bagaimana sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TINGKATAN KONSEP DIRI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.Aku Diri : Aku seperti yang aku pahami&lt;br /&gt;Itu adalah cara kita mempersepsi diri. Setiap kita memiliki pemahaman seperti itu adanya. Ada pemahaman yang terbentuk secara tidak sadar, tetapi setiap kita mengetahui bahwa kita itu seperti yang kita pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Aku Sosial : Aku seperti yang dipahami o leh orang lain yang ada di sekitar aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara orang memahami kita juga mempengaruhi diri sendiri. Contohnya, ada seorang anak usia 2 tahun yang sedang balajar menghafal kata, mengucapkannya, dan meniru-nirukannya. Anak belajar dengan cara trial and error. Akan tetapi cara anak memperbaiki kesalahannya selalu dipengaruhi komentar orang-orang di sekelilingnya (ada yang menertwakan, memperbaiki, memarahinya dll). Perlakuan seperti ini akan mempengaruhi perkembangan anak dan secara perlahan-lahan akan emempengaruhi persepsi anak tentang dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Aku Ideal :Aku yang aku inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang begitu kuat keyakinan tentang aku idealnya. Aku idealnya yang tidak memiliki korelasi yang kuat dengan aku diri disebut sebagai pemimpi. Contohnya, Ada seorang teman yang lamarannya berkali-kali ditolak. Alasannya sederhana, mungkin pihak perempuannya tidak senang dengan dia. Tetapi dia ngotot bahwa jika ia akan menikah maka keempat kriteria mesti ada. Akhirnya sampai sekarang dia belum menikah.&lt;br /&gt;Kadang-kadang orang memiliki sofat yang terlalu ideal karena tidak mendasari aku idealnya dengan aku dirinya. Atau karena tidak mengetahui subjek apa yang ada dalam aku diri ini untuk di-upgrade  menjadi aku ideal. Ada juaga orang yang hanya punya aku diri, tidak punya aku ideal. Saya adalah saya, ya begini saja....., saya hanya ingin jadi orang biasa-biasa saja. Akhirnya jadilah ia orang yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumulasi dari ketiga itulah yang membentuk cara kita memahami diri. Ada orang yang kuat aku dirinya atau kuat aku sosialnya. Islam mengajari prinsip keseimbangan. Jadi yang menentukan adalah model manusia muslim yang kita inginkan sebagai aku idealnya.&lt;br /&gt;Boleh jadi orang under estimate kepada kita sehingga muncul perlakuan yang menonjol, agak sok dari orang itu terhadap kita. Boleh jadi  orang over estimate tentang kita, menyangka kita lebih banyak memiliki, lebih baik dari dia. Sehingga muncul sikap melebih-lebihkan kita.&lt;br /&gt;Oleh karena itu kita bisa salah mengenali diri kita dan kita pun bisa salah mengenali orang lain. Di sini dikenal satu prinsip bahwa proses pengenalan diri kita berlangsung secara perlahan-lahan, tidak ada orang yang mengetahui dirinya sekaligus sempurna. Ini karena konsep diri merupakan proses yang fluktuatif dan berubah-ubah. Misalnya ingin mengetahui apakah kita cerdas atau tidak. Kita tidak bisa membuktikan kecerdasan semata-mata dengan IP tinggi. Sebab para ahli mengatakan bahwa hubungan kecerdasan dengan hasil hanya 0,4 %.&lt;br /&gt;Jadi proses pengenalan diri seseorang tidak terjadi secara sekaligus tetapi perlahan-lahan. Untuk itulah dalam proses yang bertahap itu dibutuhkan kesadaran yang berkesinambungan dan proses analisa diri yang terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;STANDARDISASI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aku diri dan aku sosial adalah variabel, sedangkan standarnya adalah nilai Islam. Ini harus dijadikan standar dan yang membimbing diri kita. Oleh karena itu tingkatan diri yang paling ideal adalah saat pengaptasian antara diri kita dengan nilai itu semakin klop. Itu yang harus kita usahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diri : pemahaman diri yang efeknya memberikan ketenangan karena kita memahami diri kita.&lt;br /&gt;Aku sosial : memberikan rasa penerimaan, apakah kita diterima dalam kehidupan sosial atau tidak.&lt;br /&gt;Aku ideal : bagaimana kita menjadi benar&lt;br /&gt;Kadang ketika kita melakukan sebuah nilai Islam, kita tidak diterima secara sosial. Ini bukan satu kesalahan yang perlu membuat kita minder. Contohnya saat mulai berjilbab, orang–orang sekitar mempersepsikannya sebagai sebuah keterbelakangan. Tetapi setelah banyak wanita berjilbab berprestasi tinggi di suatu instansi, perlahan-lahan persepsi itu hilang. Oleh karena itu selalu ada tarik-menarik antara aku diri dan aku sosial. Jika kita terlalu kuat pada aku sosial, kita dapat menjadi penjilat. Bila kita terlalu kuat pada aku diri, kita akan sulit bekerja sama. Yang membuat kedua-duanya seimbang adalah aku ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui konsep diri yang jelas kita akan mengetahui secara terokus apa yang dapat kita kontribusikan. Dengan konsep diri kita akan mengetahui sejauh mana kita mempunyai arah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;Panduan Pembinaan Generasi Muda Muslim, LP2i&lt;br /&gt;Model Manusia Muslim Pesona Abad ke-21, H.M. Anis Matta, Lc.&lt;br /&gt;Modul ”Life Quality Development Training”, Ust.Anis Matta, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535169680772080?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535169680772080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535169680772080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535169680772080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535169680772080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/perjalanan-menemukan-jati-diri.html' title='PERJALANAN MENEMUKAN JATI DIRI'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535148374062462</id><published>2005-12-23T22:23:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:24:43.803+07:00</updated><title type='text'>URGENSI TARBIYAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>BY : UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam kehidupan pribadi atau masyarakat, pendidikan (tarbiyah) menududki posisi yang sangat penting. Sebab melalui proses pendidikan pribadi seorang dapat tumbuh dan berkembang secara baik, sesuai yang diharapkan. Tarbiyah dapat membentuk kepribadian seseorang selaras dengan nilai-nilai dan prinsip yang mendasarinya sehingga menjadi kepribadian yang sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai dan prinsip Islam.&lt;br /&gt; Seseorang yang telah dididik dengan pola pendidikan Islam, sikap dan perilakunya akan merupakan refleksi total dari keutuhan dirinya yang telah tersibghah nilai-nilai Islam. Akibatnya integritas Islamnya kukuh dan gaya hidupnya Islami. Tidak akan terjadi split personality (kepribadian pecah) yang mengakibatkan seorang muslim kehilangan kepribadiannya dan terseret ke dalam arus gaya hidup yang lain.&lt;br /&gt; Pendidikan Islam mengarahkan kehidupan seorang muslim berkembang dan terus semakin matang. Sikap, perilaku, dan gaya hidupnya bersifat spesifik islami yang berinteraksi secara posiif, baik internal maupun eksternal. Sehingga ia dapat memancarkan arus Islam si tengah-tengah lingkungannya. Ia menjadi manusia yang tangguh yang tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai arus kehidupan yang melandanya. Tegasnya ia menjadi muslim yang muttaqin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ARTI PENTING TARBIYAH ISLAMIYAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Barangkali tidak akan ada yang menyangkal bahwa Muslim yang istiqomah dengan Islam atau dengan kata lain yang berpegang teguh pada din Allah merupakan modal dasar terbenuknya masyarakat Islam. Ia adalah batu bata yang dapat disusun menjadi bangunan. Semakin tinggi dan besar suatu bangunan maka semakin memerlukan batu bata yang kuat dan kukuh. Di sisi lain berpegang teguh dengan din Allah adalah dasar umum bagi penyelesaian krisis keimanan yang melanda kaum muslimin terutama para pemudanyya. Karena ittu peranan tarbiyah dalam upaya mengatai munculnya gejala krisis konfedensi di kalangan kaum muslimin yang diakibatkan oleh derasnya arus ghazwl fikri (perang pemikiran) semakin jelas. Secara ringkas urgensi dari tarbiyah Islamiyah ini terlihat jelas pada peranannya dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membentuk generasi yang Islami&lt;br /&gt; Pendidikan islami (tarbiyah Islamiyah) adalah satu-satunya cara terbaik dalam membentuk individu berkepribadian, masyarakat yang ideal dan peradaban kemanusiaan yang tinggi. Hubungan ketiga aspek tersebut saling terkait, karena terbentuknya masyarakat ideal. Sedangkan terbentuknya masyarakat ideal merupakan medium terbentunya peradabn kehidupan manusia yang tinggi.&lt;br /&gt; Apabila ketiga aspek tersebut terwujud maka akan melahirkan kebaikan-kebaikan dan kebahagiaan hidup. Semua itu dapat diwujudkan melalui Tarbiyah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merupakan kebutuhan manusia&lt;br /&gt; Manusia adalah makhluk Allah yang mempunyai insting, watak, dan kecenderungan yang berbeda-beda. Ada orang yang didalam kehidupannya dijajah oleh nafsu. Perilaku tersebut tidak ubahnya seperti binatang. Tetapi ada pula manusia yang mampu meningkatkan derajadnya ke tingkat yang paling tinggi. Namun ada juga manusia yang mengikuti kehendak syetan.&lt;br /&gt; Jika manusia dibiarkan dengan kecenderungan dan watak masing-masing tanpa ada upaya pembentukan melalui media pendidikan yang sesuai dengan fitrah kejadiannya, niscaya panorama bumi akan diwarnai dengan kezaliman dan permusuhan.&lt;br /&gt; Sehubungan dengan itu satu-satunya media untuk menyelamatkan manusia dari kenistaan dan jeratan konflik akibat adanya pertentangan ialah tarbiyah islamiyah yang menyeluruh terutama pembinaan iman dan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tarbiyah Islamiyah adalah suatu kewajiban agama&lt;br /&gt; Pendidikan islam adalah wajib, karena ia merupakan sarana terlaksananya kewajiban din yaitu ibadah. Ta’lim adalah bagian dari tarbiyah dan ibadah tidak sah tanpa mengetahui hokum dan syarat sahnya ibadah. Atas dasar tersebut Rasulullah SAW bersabda “ Menuntut ilmu itu ajib bagi setiap Muslim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Itulah beberapa bukti dan pertimbangan yang memastikan urgensi tarbiyah islamiyah salam kehidupan. Tetapi perlu kita sadari bahwa tanpa adanya tarbiyah yang terarah dan sistemik mustahil akan mencetak insan yang memiliki Syakhsiyah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENGERTIAN TARBIYAH ISLAMIYAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Dari segi bahasa tarbiyah islamiyah bermakna: Rabba-yarbu (tumbuh berkembang), rabbiya-yarba (tumbuh secara alami), rabba-yarabbu (memperbaiki, meningkatkan). Sedangkan secara istilah Tarbiyah Islamiyah adalah memperbaiki sesuatu, menjaga serta memeliharanya.&lt;br /&gt; Tarbiyaah memiliki pengertian cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung (dengan kata-kata) ataupun secara tidak langsung (dengan keteladanan) untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.&lt;br /&gt; Tarbiyah Islamiyah berarti proses mempersiapkan orang dengan persiapan yang menyenuh seluruh aspek kehidupan meliputi jasmani, ruhani, dan akal pikiran. Demikian juga dengan kehidupan duniawinya, dengan segenap aspek hubungan dan kemaslahatan yang mengikatnya, dan kehidupan akhirat dengan segala amal yang sihisabnya yang membuat Allah ridha atau murka.&lt;br /&gt; Jadi secara ringkas tarbiyah islamiyah adalah proses penyiapan manusia yang saleh, yakni agar tercipta suatu keseimbangan dalam potensi, tujuan, ucapan, dan tindakannya secara keseluruhan. Keseimbangan potensi yang dimaksud adalah hendaknya jangan sampai kemunculan potensi menyebabkan lenyapnya potensi yang lain atau suatu potensi sengaja dimandulkan agar muncul potensi yang lain.&lt;br /&gt; Juga keseimbangan antara potensi ruhani, jasmani, dan akal pikiran, keseimbangan antara kebutuhan primer dan sekundernya, antara cita-cita dan realitasnya, antara jiwa ambisi pribadi dan jiwa kebersamaannya, antara keyakinan kepada alam ghaib dan keyakinan pada alam kasat mata, keseimbangan antara makan, minum, pakaian, dan tempat tinggalnya, tanpa adanya sikap berlebih-lebihan si satu sisi dan pengabaian di sisi yang lain. Benar-benar keseimbangan yang mengantarkan pada sikap yang adil dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TUJUAN TARBIYAH ISLAMIYAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Secara umum terbiyah islamiyah bertujuan membentuk manusia yang hanya beribadah kepada Allah SWT dan memakmurkan bumi hanya dengan aturan-aturan Allah baik yang berupa wahyu atau pun sunatullah, sehingga lahir suasana kehidupan yang islami di bumi ini.&lt;br /&gt; Dalam rangka mewujudkan hal tersebut dijabarkan dalam tiga tujuan utama dari tarbiyah islamiyah, yaitu:&lt;br /&gt;1. Terbentuknya Tashawur (persepsi) Islami yang jelas.&lt;br /&gt; Islam sebagai din, sebagai pedoman hidup dari Allah SW mencakup seluruh aspek kehidupan dan perilaku untuk seluruh zaman dan ummat manusia. Ketidakmenyeluruhan persepsi terhadap Islam akan mengakibatkan Islam terisolasi dari pentas kehidupan, juga menjadi sumber bid’ah, khurafat, takhayul, dan tradisi jahiliyah serta berbagai kontradiksi. Bahaya persepsi yang parsial (Juz’I) dijelaskan dalam firman Allah Q.S. Al Baqarah:85 sedangkan kejelasan dan keuniversalan Islam terlihat pada firman Allah Q.S. An-Nisaa’:89.&lt;br /&gt;2. Membentuk Syakhsiyah Islamiyah (pribadi yang Islami)&lt;br /&gt; Pribadi yang Islami adalah pribadi yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bahan utama pembentuk kepribadiannya, sehingga identitas dirinya benar-benar mencerminkan keislamannya.&lt;br /&gt; Komponen dasar bagi terbentuknya kepribadian seseorang adalah keyakinan, pendirian, perasaan, pemikiran, watak, performa, dan perilaku. Dan akidah islamiyah adalah dasar pembentukan dari semua komponen tersebut.&lt;br /&gt; Tarbiyah ilamiyah diharapkan menghasilkan buah yang baik. Buah yang diharapkan dari pembinaan islami (tarbiyah islamiyah) adalah terciptanya sosok pribadi Muslim yang ideal, pribadi muslim yang kaffah. Yaitu pribadi muslim yang mengimplemetasikan nilai-nilai Islam secara keseluruhan, tidak hanya bagian per bagian.&lt;br /&gt; Beberapa deskripsi tentang pribadi muslim yang kaffah yang harus diketahui oleh seorang muslim, antara lain:&lt;br /&gt;1. Lurus aqidahnya&lt;br /&gt; Kelurusan akidah merupakan pokok terpenting bagi pribadi muslim. Demikian pula yang dilakukan Rasulullah SAW pertama kali dapat ditelusuri bahwa ayat-ayat Al Qur’an Makiyyah turun selama 13 tahun yang menjelaskan kalimat Laailaaha illallah. Yang demikian itu karena din ini seluruhnya tegak di atas kalimat Laa ilaaha illallah. Memahamkan pada manusia bukan membuat tertarik pada cabang-cabang Islam saja, namun dengan pemahaman akidah dalam hati mereka yang kemudian secara otomatis akan melaksanakan segala syariatnya.&lt;br /&gt;2. Benar Ibadahnya&lt;br /&gt; Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa perkataan, kepasrahan, dan ketundukan yang sempurna serta membebaskan diri dari segala yang bertentangan. Dengan demikian serang muslim harus paham bahwa ibadah kepada Allah merupakan kebutuhan dan kepentingan manusia, baik ibadah khusus (khashah), shalat, puasa, zakat, dsb. Ataupun ibadah umum (ammah), menuntuk ilmu, jual beli, dsb. Seorang muslim dalam beribadah haruslah benar yaitu niat ikhlas karena Allah dan berdasar atas syariat Islam.&lt;br /&gt;3. Terpuji Akhlaknya &lt;br /&gt; Islam mengatur dalam segala aspek dari mulai bangun tidur smpai pada pagi berikutnya. Sehingga gerak langkah seorang muslim senantiasa indah karena mengikuti irama kehidupan yang diatur oleh Allah SWT. Seorang muslim yang berakhlak membawa dampak tidak hanya pada dirinya sendiri tapi juga lingkungan sekitar. Sehingga nantinya akan tercipta umat yang berakhlak mulia. Kesempurnaan iman seseorang dapat dilihat dari kualitas akhlaknya.&lt;br /&gt;4. Berwawasan Luas&lt;br /&gt; Wawasan disini bermaksud senantiasa memikirkan sesuatu yang membangun, memperbaiki bukan membuat hal yang tidak berguna, dan menjauhkan diri dari sifat yang merendahkan. Karena pentingnya berwawasan luas inilah maka setiap muslim diwajibkan untuk senantiasa menuntut ilmu, baik ilmu keagamaan maupun ilmi-ilmu alam dan ilmu yang lainnya.&lt;br /&gt;5. Kuat Fisiknya &lt;br /&gt; Rasulullah bersabda “ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah pada keduanya ada kebajikan” (HR. Muslim)&lt;br /&gt; Rasulullah telah menegaskan pentingnya pembentukan badan yang sehat dan menjaga dari berbagai penyakit. Kewajiban dan tanggung jawab pribadi muslim ideal tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya badan/fisik yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;- Urgensi Tarbiyah Islamiyah. Drs. Abu Ridho&lt;br /&gt;- Tarbiyah Rasulullah. Najib Khalid Al Amir.&lt;br /&gt;- Buku Panduan Asistensi Agama Islam UNS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535148374062462?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535148374062462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535148374062462' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535148374062462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535148374062462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/urgensi-tarbiyah-islamiyah.html' title='URGENSI TARBIYAH ISLAMIYAH'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535133452976848</id><published>2005-12-23T22:21:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:22:14.583+07:00</updated><title type='text'>PERAN MAHASISWA ISLAM</title><content type='html'>BY: UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mahasiswa dipilih sebagai pelaku karena memiliki potensi yang besar sebagai agen perubahan. Mahasiswa sebagai segmen pemuda yang tercerahkan Karena memiliki kemampuan intelektual. Mahasiswa sebagai orang yang memiliki kemampuan logis dalam berfikir sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.&lt;br /&gt; Sebagai bagian dari pemuda, mahasiswa juga memiliki karakter positif lainnya, antara lain idealis dan energik.dealis berari (sehrusnya) mahasiswa masih belum terkotori oleh kepentingan pribadi, juga belum terbebabni oleh beban sejarah atau beban posisi. Artinya mahasiswa masih bebas menempatkan diri pada posisi yang dia anggap terbaik, tanpa adanya resistansi yang lebih besar. Sedangkan energik berarti pemuda biasanya siap sedia melakukan “kewajiban” yang dibebankan oleh suatu ideology manakala dia telah meyakini kebenaran ideology itu.&lt;br /&gt; Dengan potensi itu, wajar jika pada setiap zaman kemudian pemuda memegang peranan pening dalam perubahan kaumnya. Kita lihat kisah Ibrahim as sang pembaharu, atau kisah pemudi kahfi (Q.S. 18: 9-26) yang masing-masing sigap menerima kebenaran.&lt;br /&gt; Ada ulama yang kemudian menyampaikan bahwa pemuda memiliki 3 peran:&lt;br /&gt;1.Sebagai generai penerus (Q.S Ath Thur : 21); meneruskan nilai-nilai kebaikan yag ada pada suatu kaum.&lt;br /&gt;2.Sebagai generasi pengganti (Q.S. Maidah : 54); menggantikan kaum yang memang sudah rusak dengan karakter mencintai dan dicintai Allah, lemah lembut kepada kaum mu’min, tegas kepada kaum kafir, dan tidak takut celaan orang yang mencela. &lt;br /&gt;3.Sebagai generai pembahari (Q.S. Maryam : 42); memperbaiki dan memperbaharui kerusakan yang ada pada suatu kaum.&lt;br /&gt;Islam adalah sebuah ideology yang memberikan energi besar bagi perubahan. Hal ini dimungkinkan karena karakter Islam yang syumul, mewarnai seluruh aspek kehidupn dan mengatur seluruh bagian manusia. &lt;br /&gt; Berbicara tentang perubahan, tentunya akan memunculkan pertanyaan mengapa harus ada perubahan? Kondisi saat ini sangat jauh dari ideal. Tidak perlu kita pungkiri bahwa masyarakt (termasuk atau terutama di Indonesia) saat ini masih cukup jauh dari Islam. Contoh yang jelas tampak di permukaan adalah pada moral masyarakat, misalnya korupsi yang membudaya atau adanya pergaulan bebas. Oleh karena itu tidak salah jika ada ulama yanh mengatakan kondisi sekarang sebagai jahiliyah modern.&lt;br /&gt; Melakukan perubahan adalah perintah si dalam ajaran Islam, sebagaimana dalam sebiuah hadits Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung, orang yang hari ini sama dengan kemarin berarti rudi, dan orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin adalah celaka. Artinya kalau kita membiarkan kondisi statis tanpa perubahan –apalagi membiarkan perubahan ke arah yang lebih buruk- berarti kita tidak termasuk orang yang beruntung. Juga di dalam Ali Imran:104 Allah memerintahkan agar ada kaum yang menyeru kepada kebaikan –sebagai sebuah perubahan.&lt;br /&gt; Dengan mengetahui sedimikian hebat dan canggihnya usaha musuh-musuh Islam khususnya Yahudi di dalam memurtadkan atau minimal mensekulerkan kaum muslimin, dan hasil usaha mereka telah mencengkeram berurat berakar pada tubuh kaum muslimin, tibul pertanyaan : Apakah kondisi yang demikian parah tidak dapat dirubah? Lalu siapakah yang mampu merubah kondisi tersebut? Dan bagaimana caranya?&lt;br /&gt; Sudah merupakan sunatullah bahwa pergiliran kemenangan merupakan suatu kepastian yang akan terjadi. Maka perubahan menuju kejayaan Islam dan kaum muslimin bukanlah suatu hal yang mustahil. Yang paling bertanggungjawab akan kebangkitan Islam bukanlah orang lain melainkan tentu saja umat Islam itu sendiri, khususnya para pemuda pemudi dan lebih khusus lagi para mahasiswa dan mahasiswi Islam.&lt;br /&gt; Sejarah membuktikan unsur utama perubah kekalahan menjadi kemenangan adalah generasi muda. Sejak zaman para nabi hingga sekarang para pemudalah yang menjadi garda depan perubahan kondisi ummat.&lt;br /&gt; Para pemuda seharusnya menyadari bahwa inilah saat yang paling tepat untuk beubah dan ikut merubah kondisi. Rasulullah bersabda: Gunakanlah lima perkara sebelum dating lima perkara yaitu :&lt;br /&gt;1.Hidupmu sebelum matimu&lt;br /&gt;2.Kesehatanmu sebelum sakitmu&lt;br /&gt;3.Masa luangmu sebelum kesibukanmu&lt;br /&gt;4.Masa mudamu sebelum masa tuamu&lt;br /&gt;5.Masa kayamu sebelum masa miskinmu&lt;br /&gt; Untuk perisai bagi terjaganya waktu muda maka perlu memperhatikan suatu riwayat tentang adanya pertanyaan penting di akhirat kelak khususnya kepada para pemuda yakni:&lt;br /&gt;1.Umurnya, untuk apa ia habiskan?&lt;br /&gt;2.Tentang masa mudanya, juga untuk apa ia manfaatkan?&lt;br /&gt;3.Hartanya, darimana ia peroleh dan kemana ia infakkan (keluarkan)?&lt;br /&gt;4.Ilmunya, apa yang telah ia lakukan dengan ilmunya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa muda memang penuh tantangan yang harus digunakan untuk mencapai kedewasaan, kematangan dan kepribadian Islami yang benar-benar tangguh. Seorang pemuda yang banyak melakukan penyimpangan akhlak, pemikiran dan tugas-tugas dimana letak keindahannya? Untuk itu Ia harus memperbaiki diri bersama Islam, bersama orang-orang shaleh, yang bersama-sama meningkatkan kualitas akhlaknya, Ilmu, wawasan, amal, kekuatan fisik dan kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;-Buku Penunjang Materi Asistensi Agama Islam Faperta UGM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535133452976848?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535133452976848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535133452976848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535133452976848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535133452976848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/peran-mahasiswa-islam.html' title='PERAN MAHASISWA ISLAM'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535121395920941</id><published>2005-12-23T22:18:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:20:14.036+07:00</updated><title type='text'>PROBLEMATIKA UMAT ISLAM</title><content type='html'>BY : UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A.  MUKADIMAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Vatiahotis, wartawan far Eastern Economic Review pernah berkata, “Saya sering lupa bahwa saya berada di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.” Mengapa? Pertanyaan wartawan tersebut menggelitik bagi kita, mengapa? Karena sebenarnya inti dari jawabannya adalah belum tersosialisasikannya nilai-nilai Islam di masyarakat kita yang mayoritas masyarakatnya adalah Muslim.&lt;br /&gt; Masih jelasnya perbedaan ditengah umat kita dalam memilah-milah perbuatan ini ibadah atau tidak dan sering pula kita mendalami suatu ilmu, ini ilmu agama dan ini tidak. Inilah sebenarnya dibalik kemunduran umat islam. Pemahaman yang tidak utuh, masih seringnya kita beramai-ramai memperbincangkan masalah yang furu’I, masalah yang kecil-kecil, ini mazab saya dan ini tidak, ini Islam tradisional dan ini Islam moderat. Akan tetapi yang lebih penting, bagaimana kita menyelami nilai-nilai Islam dalam semua sisi kehidupan. Dan ini perlu penggalian konsep-konsep keislaman yang lebih banyak lagi, bagaimana ekonomi islam, manajemen islam, politik islam, pendidikan islam dan sebagainya. Dan ini hanya bisa kalau kita mau memperluas wawasan kita dan menunut ilmu dengan lebih tekun lagi, belajar, belajar, dan belajar. Dan inilah saatnya zaman kebangkitan Islam. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan mengenal Islam seseorang, jika ia tidak mengenal jahiliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebuah ungkapan yang mungkin akrab di telinga kita. Namun yang menjadi masalah adalah kita belum memahami secara mendalam arti dari kejahiliahan itu sendiri. Banyak orang yang beranggapan bahwa jahiliyah hanya dating sebelum Islam di Jazirah Arab. Sehingga jahiliah ditentukan dengan sebuah kondisi masyarakat yang pernah ada sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang keberatan jika kondisi sekarang disebut jahiliah modern, padahal jika diamati kondisi sekarang tak ubahnya seperi kondisi yang terjadi di masa jahiliyah di zaman sebelum Rasulullah diturunkan.&lt;br /&gt; Pada zaman ketika Islam belum turun (di Jazirah Arab) kita bisa melihat realitas kehidupan yang pekat dengan warna jahiliah. Kejahiliahan yang terjadi pada masa pra Islam (di Jazirah Arab0 merupakan kejahiliahan yang disebabkan oleh kebodohan, yaitu belum mengenal hakikat Tuhan, mereka mencari Tuhan dengan mewujudkan Tuhan dalam bentuk berhala atau apa saja, pada masa itu idak ada tata social sehingga kerusakan timbul di mana-mana. Pembunuhan, perzinaan, dan mabuk-mabukkan bukanlah hal aneh di zaman itu, fanatisme tokoh dan kabilah (suku/ras) yang akhirnya berakhir pada peperangan menjadi kemestian. Kerusakan moral yang terjadi saat itu terjadi secara vulgar tanpa kemasan apa pun.&lt;br /&gt; Berbeda di zaman sekarang, yang manusia saat ini bangga dengan peradaban dan beradab. Kebrobokan moral dan kebodohan terbungkus oleh kemasan kebohongan yang indah. Sekarang kita lihat kecanggihan teknologi semakin menjauhkan pada hakikat penciptaan dari Allah Swt., atas nama seni para wanita bertelanjang ria, atas nama ketertiban masyarakat, pelacuran diteribkan lewat pembangunan lokalisasi, dan demi pemasukan negara (pajak), minuman keras menjadi legal dan halal bagi mereka yang berkantung tebal dan lemah iman. Peperangan sengaja diletuskan agar persenjataan laku, nasionalitas yang sempit mnjadikan negara satu dengan yang lain saling berperang.&lt;br /&gt; Begitulah fenomena kejahiliahan yang terjdi pada masa pra-Islam yang ternyata juga terjadi di masa kini, di mana manusia (baca kita) mengaku sebagai bangsa yang beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B.  KEJAYAAN ISLAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Sejak diutusnya Nabi Muhammad sebagai rasul, Nabi Muhammad menanamkan, menata dan memperbaiki umat saat iu dengan ajaran Islam, hingg kerusakan Akidah dan moral umat saat itu berubah pada kemulaan, dakwah Rasulullah tersebut diteruskan oleh para sahabat (Khulafaurasyidin). Mulai pada masa Khalifah Umar bin Khatab, Islam telah berkembang sampai ke Persia, Syam dan Maroko. Masyarakat muslim saat iu benarbenar merasakan keadilan Islam saat itu. Dan Islam semakin berkembang setelah itu yaitu dibawah naungan bani Umayah dan bani Abasiah yang kemudian diteruskan oleh Khilafah Turki Utsmani. Di bawah naungan bani Umayah dan bani Abasiah Islam mencapai puncak kejayaan, wilayah Islam yang terbentang dari Arab, Persia, Romawi, Eropa, dan daratan Asia di bawah naungan Islam selama empat abad. Islam saat itu benar-benar tergambr di seluruh aspek kehidupan. Hukum Islam tegak, kehidupan masyarakat tertata rapi, bangunan mesjid berdiri megah, pusat-pusat kesehatan bertebaran di mana-mana, pusat-pusat keilmuan berdiri di setiap sudut kota. Hajad hidup rakyat berupa pendidikan dan kesehatan diperoleh secara gratis, biaya ditanggung oleh khalifah Islam saat itu.&lt;br /&gt; Pada sat yang sama Eropa sedang tertidur lelap oleh doktrin-doktrin gereja. Apalagi saat itu muncul fatwa gereja (700 M) yang meramalkan akan terjadi kiamat pada tahun 1000 M. Akibatnya fatal, Eropa menjadi benua yang mati. Perkembangan peradaban Islam masa itu mulai masuk ke Eropa dan mulai membuka mata orang Eropa (baca Kristen). Masa bangkitnya orang Eropa saat itu sering disebut dengan masa Renaisance. Kebangkitan dilandasi pada dua hal yaitu: Keinginan mengembalikan kejayaan Yunani (paganisme) dan Romawi (filsafati). Rasa dendam terhadap pemimpin gereja yang dianggap telah membohongi dan dendam terhadap umat Islam yang telah menghancurkan peradaban Yunani dan Romawi.&lt;br /&gt; Dengan latar belakang di atas, akhirnya eropa mendapat kejayaan kembali dengan meninggalkan gereja (berketuhanan) dan memusuhi umat Islam yang telah mengajari mereka (baca Eropa) tentang peradaban, sehingga memunculkan perang yang berkepanjangan sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. KERUNTUHAN ISLAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Dari uraian di atas kejayaan umat Islam di atas kita ketahui berama bahwa Islam tegak dan jaya hingga mampu menebar rahmat di seluruh alam semesta ini dengan menjalankan Al-Qur’an dan Sunah Rasul, hingga peradaban tegak di atas Akidah yang kukuh dihiasi indahnya akhlak umatnya. Sudah menjadi fitrah manusia yang selalu terlena, oleh nikmat dunia dengan harta dan kekuasaan, dibalik kejayaan Islam saat itu ternyata umat Islam terlena hingga lambat laun jauh dari Al-Qur’an, mereka saat itu tenggelam oleh kemewahan harta dan perebutan kekuasaan.&lt;br /&gt; Perang Salib yang terjadi sampai tujuh kali yang berlangsung selama hampir satu abad selalu dimenangkan oleh umat Islam, karena pada saat itu umat Islam masih berpegang pada Al-Qur’an sekalipun saat itu kekuatan Nasrani dan Yahudi bersatu utuk memadamkan cahaya Islam. Puncak kekalahan umat Islam adalah terjadinya peristiwa bersejarah pada tanggal 3 Maret 1924, Khalifah Turki Uutmani telah dihapuskan oleh umat Islam sendiri (Musthofa Kemal Pasha). Turki saat itu sebagai symbol kekuatan Islam, runtuh digantikan dengan system Barat yang dianggap lebih modern dan maju yaitu dengan merunuhkan pelaksanaan ajaran Islam. Saat ini di Turki sekolah Islam ditutup, simbol-simbol Islam (jilbab, bahasa Arab, mesjid, dll) dihapus. Dengan cara inilah umat Islam akhirnya terkalahkan, terbukti saat ini umat Islam telah jauh dari ajaran Islam sehingga mereka kehilangan identitasnya sebagai Muslim. Islam hanyalah sekedar symbol, Islam identik dengan kebodohan, kemiskinan, dan terpecah-belahnya negeri Islam.&lt;br /&gt; Dari fenomena yang terjadi, penyebab runtuhnya bangunan umat Islam ternyata tidak hanya karena serangan dari kaum kafir saja akan tetapi juga karena semakin lemahnya umat Islam dalam berinteraksi dengan ajaran Islam yang dianutnya, berikut yang menyebabkan lemahnya umat Islam saat ini:&lt;br /&gt;1.Kondisi umat Islam dewasa ini memprihatinkan. Sebagian umat Islam telah jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an dan sunah sehingga kehilangan identitasnya sebagai seorang Muslim. Mereka tidak lagi merasa bangga terhadap keislamannya, namun justru merasa aneh ketika melihat saudaranya yang taat menjalankan perintah agamanya dan memiliki komitmen terhadap keislamannya. Dan yang lebih memprihatinkan lagi sebagian dari mereka (umat Islam) tidak memahami Islam itu sendiri, yang mempunyai sifat menyeluruh, meliputi segala aspek kehidupan. Islam hanya dipandang sebagai ritual ibadah, identik dengan masjid, pengajian, dan sebagainya, yang semuanya identik dengan kelemahan, kebodohan, dan kemiskinan. Akibatnya umat Islam benar-benar terjebak dalam kondisi kerusakan.&lt;br /&gt;Diantara hal-hal yang menjadi penyebab kerusakan umat adalah:&lt;br /&gt;a.Umat Islam zholim dari Al-Qur’an dan sunah.&lt;br /&gt; Sebagian besar umat Islam saat ini tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidupnya. Al-Qur’an tidak dibaca dan tidak dijaikan rujukan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya berbagai kerusakan dan kemunduran terjadi dalam tubuh umat tanpa bisa dibendung. Sat ini sangat sedikit di antara umat Islam yang membaca Al-Qur’an dan konsisten membacanya. Diantara yang membacanya, sangat sedikit pula yang mengamalkannya. Kebanyakan umat jahil dari Al-Qur’an, bahkan berpaling kepada berbagai ideology yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Umat Islam terkena penyakit wahn.&lt;br /&gt;Yaitu cinta dunia dan takut akan maut (kematian), ini dapat dilihat dari umat yang mempunyai pola pikir materialistis, praktis dan hedonis jauh dari orientasi akhirat (Q.S. 9:38-41 dan Q.S. 4:77-78)&lt;br /&gt;c.Tidak ada ukhuwah kecuali sedikit.&lt;br /&gt;Kepedulian tehadap sesama umat Islam sangat kecil. Umat di satu negeri hampir-hampir tidak mempedulikan keadaan saudaranya di negeri lain. Umat terkena pula penyakit ananiyah (egois). Baginya, keselamatan diri dan keluarga yang penting, orang lain belakangan. Padahal Rasulullah bersabda : “ Tidak beriman salah seorang kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”&lt;br /&gt;Akibatnya, umat sangat lemah. Musuh-musuh Islam dengan mudah menjajah dan menindas umat Islam, karena umat Islam di berbagai negeri hampir tidak saling peduli atau menolong bila sebagian ditimpa kesulitan.&lt;br /&gt; 2. Pihak di luar Islam (kafir) yang tidak menghendaki Islam&lt;br /&gt;  yaitu adanya invasi pemikiran. Kekalahan beruntun pasukan kaum kafir dalam perang salib memberikan pelajaran kepada mereka untuk mencari strategi lain yang lebih jitu untuk memerangi kaum muslimin. Karena itu, kaum kafir saat ini menyerang kaum muslimin dari sisi aqidah dan akhlak. Setelah rusak aqidah dan akhlaknya, mudahlah bagi kaum kafir untuk mengendalikan kaum muslimin. Target akhir dari invasi pemikiran adalah agar kaum muslimin memberikan loyalitasnya kepada kaum kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk mengubah wajah umat Islam yang suram diperlukan dakwah islamiyah untuk menyingkirkan penyakit dalam tubuh umat Islam. Hingga umat Islam menyadari tugas dan fungsinya yang harus dijalankan di muka bumi ini. Dakwah Islamiyah dengan membina kembali umat Islam (tarbiyah islamiyah) umat Islam memahami Islam secara integral (menyeluruh), tidak sekedar symbol tanpa makna. Solusi permaslahn tersebut harus dimulai dengan memperbaiki diri sendiri dan beberapa hal yang harus diupayakan adalah:&lt;br /&gt;1.Kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup dengan membaca, mentadabburi, dan mengamalkannya.&lt;br /&gt;2.Membersihkan diri dari penyakit wahn dengan menanamkan niat yang kuat untuk berjuang di jalan Allah.&lt;br /&gt;3.memeperkuat ukhuwah Islamiyah mulai dari lingkungan yang kecil.&lt;br /&gt;4.Mempelajari konsep-konsep Islam agar terhindar dari invasi pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’ :&lt;br /&gt;-  Meniti Jalan Ilahi, Buku Panduan Asistensi Agama Islam UNS&lt;br /&gt;-  Panduan Pembinaan Generasi Muda Muslim&lt;br /&gt;   LP2I Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535121395920941?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535121395920941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535121395920941' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535121395920941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535121395920941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/problematika-umat-islam.html' title='PROBLEMATIKA UMAT ISLAM'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535106534043043</id><published>2005-12-23T22:15:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:17:45.396+07:00</updated><title type='text'>AKHLAQUL KARIMAH SEORANG MUSLIM</title><content type='html'>BY : UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DEFINISI AKHLAQ ISLAMI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhlaq adalah ciri khas seorang muslim yang membedakan dirinya dengan yang lain. Akhlaq Islam yang tinggi dan mulia akan menjadikan generasi yang terbaik dalam peradaban manusia. Sehingga setiap muslim hendaknya menyadari ada perbedaan antara akhlaq dirinya dengan orang lain yang bukan muslim karena salah satu tugas Rasul di muka bumi adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia (QS.2:111, 68:4, 33:21).&lt;br /&gt;Akhlaq pula yang mengidentifikasikan manusia sebagai makhluk yang berbeda dengan binatang (QS.7:179) sehingga manusia yang dalam dirinya tidak terdapat akhlaq yang selayaknya dimiliki oleh manusia, maka ia bisa lebih kejam dari binatang.&lt;br /&gt;Akhlaq yang baik adalah cerminan baiknya aqidah dan syariah yang diyakini seseorang. Buruknya akhlaq merupakan indikasi buruknya pemahaman seseorang terhadap aqidah dan syariah . Akhlaq juga merupakan buah dari ibadah (QS.29:45, 2:197).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paling sempurna orang mukmin imannya adalah yang paling luhur aqidahnya.” (H.R.Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kekejian dan perbuatan keji itu sedikitpun bukan dari Islam dan sesungguhnya sebaik-baik keislaman manusia adalah yang paling baik akhlaqnya.” (H.R.Thabrani, Ahmad dan Abu Ya’la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang lebih bea timbangan seorang hamba pada hari kiamat melebihi keluhuran akhlaqnya.” (H.R.Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seburuk-buruk umatku adalah orang yang banyak omong, bermulut besar dan berlagak pandai. Dan sebaik-baik umatku adalah mereka yang paling baik akhlaqnya.” (H.R. Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C&lt;strong&gt;iri Pribadi Muslim Bertaqwa sebagai Realisasi Akhlaq yang sempurna&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Mencintai Alloh diatas segala kecintaan dan menjadikan cinta ini sebagai dasar untuk mencintai yang lain seperti Rasulullah, orang tua, dsb (QS.9:24)&lt;br /&gt;2. Takut akan kemurkaan Alloh&lt;br /&gt;3. Senantiasa mengharap Ridho Alloh SWT&lt;br /&gt;4. Senantiasa merasa disertai Alloh dimanapun kita berada&lt;br /&gt;5. Senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh dalam berbagai keadaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Contoh Akhlaq Seorang Muslim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Selalu memperkuat hubungan dengan Alloh&lt;br /&gt;2. Menjaga diri dari hal yang sybhat (samar-samar/meragukan)&lt;br /&gt;3. Menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan (QS. 24:30)&lt;br /&gt;4. Istiqomah dalam kebenaran (QS.11:113)&lt;br /&gt;5. Lemah lembut dan suka memaafkan (QS. 20:44)&lt;br /&gt;6. Penuh cinta dan kasih sayang (QS. 9:128)&lt;br /&gt;7. Benar, jujur dan tegas (QS. 33:70)&lt;br /&gt;8. Tawadlu/rendah hati (QS. 26:215)&lt;br /&gt;9. Jiwa yang siap berkorban (QS. 49:15)&lt;br /&gt;10. Menyimpan rahasia&lt;br /&gt;11.  Menutupi aib orang lains&lt;br /&gt;12. Menghormati yang tua dan menyayangi yang muda&lt;br /&gt;13. Memenuhi janji&lt;br /&gt;14. Tidak berteman dengan orang-orang yang buruk / ikut-ikutan&lt;br /&gt;15. Tidak ghibah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tata Krama yang berlaku umum untuk lelaki dan perempuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Komunikasi antara keduanya harus dalam batas ucapan yang baik, tidak mengandung kemunkaran, tidak mengandung hal yang tidak bermanfaat,dsb (QS.33:12)&lt;br /&gt;2. Menundukkan pandangan (QS.24:30-31) kecuali dalam hal pendidikan, kesehatan/kedokteran, jual beli, dan meminang.&lt;br /&gt;3. Menghindari percampuran antat lawan jenis (ikhtilat)&lt;br /&gt;4. Tidak berkhalwat / berduaan antara lawan jenis&lt;br /&gt;5. Menghindari posisi syubhat yang memungkinkan munculnya pandangan negatif dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tata Krama Khusus Wanita &lt;/strong&gt;1. Komitmen dengan pakaian syar’i / menutup aurat (QS. 24:31, 33:59)&lt;br /&gt;2. Serius dalam berbicara / tidak mendayu-dayu (QS.33:32)&lt;br /&gt;3. Wajar dalam melakukan gerak-gerik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan untuk Tentor :&lt;br /&gt;Permasalahan mengenai interaksi antara lawan jenis kadangkala menjadi hal yang dilematis terkait dengan relitas di lapangan. Maka dari  itu, setiap tentor harus bijak dalam menjelaskan permaslahan ini, jangan sampai peserta mentoring merasa tertekan dan sebagainya. Bangun motivasi mereka untuk melakukan hal ini. Jelaskasn bahwa ketika kita mengaku sebagai seorang muslim dan mnyetakan diri kita sebagai orang yang beriman, maka mau tidak mau, konsekuensinya, kita harus melakukan aturan islam secara kaffah/sempurna. Tidak mengambil yang enaknya saja, dan meninggalkan yang lain.&lt;br /&gt;Jelaskan pula bahwa permasalahan-permasalahan yang ada sebenarnya ujian dari Alloh untuk menguji keistiqomahan keimanan kita kepada Alloh. Dan selama kita bisa menjaga prinsip yang kita miliki yang sesuai dengan Islam, Insya Alloh, Allo0h akan memberi balasan yang besar kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Mencapai Akhlaq Mulia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadikan iman sebagai pondasi dan sumber&lt;br /&gt;Iman artinya percaya yaitu percaya bahwa Alloh selalu melihat segala perbuatan manusia. Bila melakukan perbuatan baik, balasannya akan menyenangkan. Bila perbuatan jahat maka balasan pedih siap menanti. Hal ini akan melibatkan iman kepada hari akhir. Akhlaq yang baik akan dibalas dengan surga dan kenikmatan (QS.55:12-37). Begitu pula dengan akhlaq yang buruk akan disiksa di neraka (QS. 22:19-22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Pendekatan secara langsung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Artinya melalui Al-Qur’an. Sebagai seorang muslim harus menerima Al-Qur’an secara mutlak dan menyeluruh. Jadi, apa pun yang tertera di dalamnya wajib diikuti. Misalnya, Al-Qur’an melarang untuk saling berburuk sangka (QS.49:12), menyuruh memenuhi janji (QS.23:18),dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Pendekatan tidak secara langsung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu dengan upaya mempelajari pengalaman masa lalu, yakni agar kejadian-kejadian malapetaka yang telah terjadi tak akan terulangi lagi di masa kini dan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hal di atas, intinya adalah latihan dan kesungguhan. Latihan artinya berusaha mengulang-ulang perbuatan yang akan dijadikan kebiasaan. Kemudian bersungguh-sungguh berkaitan dengan motivasi. Motivasi yang terbaik dan paling potensial adalah karena ingin memenuhi perintah Alloh dan siksa-Nya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI :&lt;br /&gt;Novi Hardian &amp; Tim ILNA Learning Center. Super Mentoring&lt;br /&gt;Kaderisasi UKKI UNSOED 2002. Silabus Materi PPAI UNSOED 2002  &lt;br /&gt;Abbas, Ziyad (ed.) , Pilihan Hadits Politik, Ekonomi dan Sosial, Pustaka Panjimas&lt;br /&gt;Ali Hasyimi, Muhammad, Dr., Apakah Anda Berkepribadian Muslim? Hal 24-28, GIP&lt;br /&gt;Yakan, Muna Hadad., Hati-hati terhadap Media yang Merusak Anak, hal 38-40, GIP&lt;br /&gt;Isnet  „Urgensi Akhlak 1“&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535106534043043?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535106534043043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535106534043043' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535106534043043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535106534043043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/akhlaqul-karimah-seorang-muslim.html' title='AKHLAQUL KARIMAH SEORANG MUSLIM'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535087987575116</id><published>2005-12-23T22:13:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:14:39.946+07:00</updated><title type='text'>UKHUWAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>BY : UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Tidaklah dua orang muslim berjumpa, lalu keduanya berjabat tangan, kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah&lt;/em&gt;.” (H.R. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Mlik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata:&lt;br /&gt; “Aku pernah masuk Masjid Damaskus. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. Aku bertanya tentang dia, lalu dikatakan oleh mereka,’Ini Muadz bin Jabal.’ Keesokan harinya , pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. Aku berkata,’Demi Alloh aku mencintaimu. Lalu ia bertanya.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab,’Ya Alloh aku cintai’. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata,’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw, berabda,”Alloh berfirman, cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku, saling mengunjungi karena Aku, dan saling memberi karena Aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKNA UKHUWAH ISLAMIYAH&lt;br /&gt;Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha, misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”, (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.&lt;br /&gt;Hakekat Ukhuwah Islamiyah:&lt;br /&gt;1.Nikmat Allah (Q.S. 3:103)&lt;br /&gt;2.Perumpamaan tali tasbih (Q.S.43:67)&lt;br /&gt;3.Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8:63)&lt;br /&gt;4.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.S.49:10&lt;br /&gt;Perbedaan  Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Jahiliyah:&lt;br /&gt;Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam&lt;br /&gt;Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer (terbatas waktu dan tempat), yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak, perkawinan, nasionalisme, kesukuan, kebangsaan, dan kepentingan pribadi)&lt;br /&gt;Peringkat-peringkat ukhuwah:&lt;br /&gt;Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.S. Al Hujurat: 13)&lt;br /&gt;Tafahum adalah saling memahami. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. &lt;br /&gt;            Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau bersabda, “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;Ta’awun adalah saling membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah:&lt;br /&gt;1. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai&lt;br /&gt; Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”&lt;br /&gt;2. Memohon didoakan bila berpisah&lt;br /&gt; “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;3. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa&lt;br /&gt; “Janganlah engkau meremehkan kebaikan  (apa saja yang dating dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim)&lt;br /&gt; “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu Daud dari Barra’)&lt;br /&gt;5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara)&lt;br /&gt;6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu&lt;br /&gt;7. Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya&lt;br /&gt;8. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya&lt;br /&gt;9. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANFAAT UKHUWAH ISLAMIYAH&lt;br /&gt;1.  Merasakan lezatnya iman&lt;br /&gt;2. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi)&lt;br /&gt;3. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q.S. 15:45-48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad, benci, dengki, dan bersih dari sebab-sebab permusuhan&lt;br /&gt; Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q.S. Al-Ma’idah:14&lt;br /&gt; Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada dan cinta, yaitu itsar. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Ia rela haus demi puasnya prang lain. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. Ia rela bersusah payah demi istirahatnya orang lain. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain.&lt;br /&gt; Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa, antara sebagian dengan sebagian yang lain. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure, warna kulit, bahasa, iklim, dan atau batas negara, sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki, meskipun berbeda-beda dalam harta dan kedudukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’ :&lt;br /&gt;- Super Mentoring Panduan Keislaman untuk Remaja&lt;br /&gt;  Novi Hardian &amp; Tim ILNA Learning Center&lt;br /&gt;- Masyarakat Berbasis Syari’at Islam&lt;br /&gt;  Yusuf Qardhawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535087987575116?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535087987575116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535087987575116' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535087987575116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535087987575116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/ukhuwah-islamiyah.html' title='UKHUWAH ISLAMIYAH'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535074197093788</id><published>2005-12-23T22:10:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:12:22.036+07:00</updated><title type='text'>KONSEPSI IBADAH DALAM ISLAM</title><content type='html'>BY : UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DEFINISI &amp; RUANG LINGKUP IBADAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibadah dalam bahasa Arab berarti kehinaan atau ketundukan. Dalam terminologi syariat, ibadah diartikan sebagai sesuatu yang diperintahkan Alloh sebagai syariat, bukan karena adanya keberlangsungan tradisi sebelumnya, atau karena tuntutan logika, atau akal manusia. Namun definisi yang lebih konkret dari ibadah dapat dilihat dari definisi yang diberikan oleh Ust. Ibrahim Muhammad Abdullah al Buraikan dalam bukunya Pengantar Studi Aqidah Islam, yaitu : “ Ibadah adalah nama yang merangkum segala sesuatu yang dicintai dan diridloi Alloh SWT, baik berupa perkataan, perbuatan yang tampak dan tidak tampak, dengan kecintaan, kepasrahan, dan ketundukan yang sempurna, serta membebaskan diri dari segala yang bertentangan dan menyalahinya.&lt;br /&gt;Jadi, ruang lingkup ibadah adalah seluruh aktifitas manusia yang diniatkan semata-mata untuk mencari ridlo Alloh SWT selama apa yang dilakukan sesuai dengan syariat yang Alloh tentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;URGENSI IBADAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Ibadah merupakan tujuan yang dicintai dan diridhoi Alloh dan sebagai tujuan penciptaan Jin dan Manusia / MakhlukNya (QS. 51:56)&lt;br /&gt;2. Alloh mengutus para Rasul dengan Risalah Ibadah (QS. 7:59, 16:36)&lt;br /&gt;3. Alloh mencela orang-orang yang enggan melakukan ibadah (QS. 40:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DASAR-DASAR IBADAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta, maksudnya cinta kepada Alloh dan Rasul-Nya yang mengandung makna mendahulukan kehendak Alloh dan Rasul-Nya atas yang lainnya. Adapun tanda-tandanya :&lt;br /&gt;  a. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW&lt;br /&gt;  b. Jihad di jalan Alloh (berusaha sekuat tenaga untuk meraih segala sesuatu yang&lt;br /&gt;      dicintai Alloh ).&lt;br /&gt;2. Takut, maksudnya tidak merasakan sedikitpun ketakutan kepada segala bentuk dan jenis makhluk melebihi ketakutannya kepada Alloh SWT (QS 3:175)&lt;br /&gt;3. Harapan, maksudnya seorang hamba dituntut untuk selalu berharap kepada Alloh dengan harapan yang sempurna tanpa pernah merasa putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TUJUAN IBADAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Mengapakah kita beribadah menyembah Allah ? Kenapakah Allah mewajibkan kita beribadah dan menaatiNya ? Adakah faedah diperolehiNya dari perasaan khusyuk dan ikhlas kita yang patuh kepada perintah dan meninggalkan laranganNya ? Kiranya ada manfaat maka apakah hakikatnya manfaat itu ? Apakah sasarannya semata – mata perintah Allah yang kita mesti melaksanakannya ?&lt;br /&gt; “ Aku tidak berhajatkan rezeki sedikitpun dari mereka itu dan Aku tidak menghendaki mereka memberi Aku makan. “ Adz-dzaariyaat 57&lt;br /&gt; “ Hai manusia, kamulah yang berkhendak kepada Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” Faathir 15&lt;br /&gt; “ Barangsiapa yang mengerjakan amal yang sholeh maka ( pahalanya ) untuk dirinya sendiri.” Fussilat 46&lt;br /&gt; “ Dan barangsiapa yang mensucikan diri mereka, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan diri sendiri.”Faathir 18&lt;br /&gt; “ Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya untuk dirinya sendiri.” Al Ankabut 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan yang mendasar (pokok) di dalam Ibadah adalah Tawajjuh (menghadap) kepada Yang Mahaesa, Tuhan yang disembah, dan mengesakan-Nya dengan niat ibadah dalam setiap keadaan, hal itu diikuti tujuan penyembahan guna memeperoleh kedudukan di akhirat, atau agar menjadi seorang di antara wali-wali Alloh atau yang serupa dengannya. Termasuk dalam tujuan-tujuan yang mengikuti ibadah adalah untuk perbaikan jiwa dan mencari anugerah.&lt;br /&gt;Seluruh ibadah mempunyai fungsi ukhrawiyah, termasuk memperoleh keberuntungan dengan surga dan selamat  dari azab neraka. Jadi, hal ini termasuk dalam arti Ar-Rajaa’ (harapan) memperoleh pahala dari Alloh, takut siksa-Nya, dan merupakan bagian dari ibadah yang tertuju kepada Tuhan semesta alam. Al-Khauf (takut) dan Ar-Rajaa’  dalam arti ini tidak tercela, selama ikhlas karena Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SYARAT-SYARAT IBADAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.Amalan yang dilakukan hendaklah diakui Islam dan bersesuaian dengan hukum syara’.&lt;br /&gt;2.Amalan hendaklah dikerjakan dengan niat yang baik, memelihara kehormatan diri, menyenangkan keluarga, memanfaatkan ummat dan memakmurkan bumi Allah.&lt;br /&gt;3.Amalan hendaklah dibuat dengan sebaik-baiknya, “ Bahwa Allah suka apabila seseorang dari kamu membuat sesuatu kerja dengan memperelokkan kerjanya. “ Al-hadist.&lt;br /&gt;4.Ketika melakukan kerja hendaklah senantiasa mengikut hukum-hukum syariat dan batasnya, tidak menzalimi orang, tidak khianat, tidak menipu dan tidak menindas atau merampas hak orang lain.&lt;br /&gt;5.Dalam mengerjakan sesuatu ibadah, tidak lalai dari ibadah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERANAN IBADAH KHUSUS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Ibadah yang khusus seperti Shalat, puasa, zakat, haji adalah untuk mempersiapkan individu menghadapi ibadah yang umum yang mesti dilakukan di sepanjang kehidupan.&lt;br /&gt;1.Shalat mengingatkan kita lima kali sehari bahwa sesungguhnya kita adalah hamba Allah dan hanya kepadaNya tempat pengabdian kita untuk mengeratkan hubungan kita dengan Allah.&lt;br /&gt;2.Puasa menimbulkan perasaan taqwa kepada Allah sehingga kita tidak membatalkannya walaupun bersendirian.&lt;br /&gt;3.Zakat mengingatkan kita bahwa harta yang kita peroleh adalah manah dari Allah, di dalam harta kita ada hak-hak orang lain yang mesti ditunaikan.&lt;br /&gt;4.Haji menimbulkan perasaan cinta dan kasih kepada Allah di dalam hati dan kesediaan untuk berkorban karenaNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fiqh Ibadah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.WUDHU’&lt;br /&gt;Dasar disyariatkannya wudhu, adalah :&lt;br /&gt;a.Kitab Suci Al-quran dala QS. Al Maidah : 6)&lt;br /&gt;b.Sunnah dari abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW. Bersabda :&lt;br /&gt;“ Alloh tidak menerima sholat salah seprang diantaramu bila ia berhadats, sampai ia berwudhu lebih dahulu.” (H.R. Bukhori &amp; Muslim).&lt;br /&gt;Fardhu atau rukun wudhu ada 6, bila gugur satu maka wudhu-nya tidak sah. Urutan rukun wudhu tersebut :&lt;br /&gt;1.Niat (perbuatan hati) boleh diucapkan boleh tidak&lt;br /&gt;2.Membasuh muka satu kali. Batasnya ialah puncak kening sampai dagu &amp; pinggir telinga yang satu sampai pinggir telinga yang lain.&lt;br /&gt;3.Membasuh kedua tangan sampai dengan kedua siku&lt;br /&gt;4.Menyapu kepala, yaitu menyapu seluruh kepala (H.R. Jama’ah)&lt;br /&gt;5.Membasuh kedua kaki serta kedua mata kaki (H.R. Jama’ah)&lt;br /&gt;6.Tertib, berurutan, karena Alloh SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SunnahSunah Wudhu&lt;br /&gt;1.memulai dengan basmalah&lt;br /&gt;2.menggosok gigi (H.R. Malik)&lt;br /&gt;3.mencuci kedua telapak tangan (h.R. Ahmad &amp; Nasa’I)&lt;br /&gt;4.berkumur-kumur tiga kali (H.R. Abu Daud &amp; Baihani)&lt;br /&gt;5.memasukan air kedalam hidung dan mengeluarkannya tiga kali( H.R. Bukhori, muslim)&lt;br /&gt;6.menyilang-nyilangi anak-anak jari ( H.R. ahmad &amp; Turmuzi)&lt;br /&gt;7.membasuh tiga kali&lt;br /&gt;8.membasuh yang kanan kemudian yang kiri&lt;br /&gt;9.meggosok/mengusap  tangan ke atas anggota wudhu bersama air&lt;br /&gt;10.berturut-turut membasuh anggota wudhu tanpa menyela pekerjaanlain&lt;br /&gt;11.menyapu kedua telinga, baigan dalam dengan telunjuk, bagian luar degan ibu jari dengan memakai air untuk kepala&lt;br /&gt;12.membasuh melebihi yang fardhu wudhu&lt;br /&gt;13.sederhana, tidak boros&lt;br /&gt;14.berdo’a selesai wudhu&lt;br /&gt;“Asyhadu alla ilaaha ilaaha wahdahu laasyarikallah, wa asthaduanna Muhammadan ‘abduhu warasuluh”.&lt;br /&gt;Allohumma a ja’alni minat tawwabina  waj’alni minal mutathahirin&lt;br /&gt;15.sholat dua rakkat : Niat sunnat sebelum wudhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.TAYAMUM &amp; MANDI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A.TAYAMUM&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Definisi : Menyengaja tanah untuk menghapus muka dan kedua tangan degan maksud melakukan sholat dan lain-lain&lt;br /&gt;Dasar disyariatkannya tayamum adalah :&lt;br /&gt;a.Firma Alloh Ta’ala :&lt;br /&gt;“jika kamu sal\kit atau dalam perjalanan atau salah seorangn diantaramu buang air besar atau campur baur dengan peempuan dan tiada beroleh air, maka hendaklah bertayamum dengan tanah yan baik yaknisapulah muka dan kedua tanganmu (An-Nisa :43).&lt;br /&gt;b.sum\nah Rosululloh SAW :&lt;br /&gt;“bahwa Rosulullah SAW bersabda : seluruh bumi diajdikan bagiku dan bagi umatku sebagai mesjid dan alat bersuci. Maka dimana juga sholat tu menemui salah seorang diantara  umatku , disisinya terdapat alat untuk bersuci itu” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sebab-sebab Boleh Bertayamum :&lt;br /&gt;1.jika seorang tiada beroleh air, atau tiada air untuk bersuci&lt;br /&gt;2.jika seseorang terluka atau ditimpa sakit yang bila terken aair akan \fatal akibatnya&lt;br /&gt;3.jiak air amatdingin dan didi\uga menimbulkan bahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaifiat cara Bertayamum “&lt;br /&gt;1.berniat tayamum lalu membaca basmallah&lt;br /&gt;2.menempelakn kedua telapak tangan ke tanah yan suci lalu menyapu ke muka&lt;br /&gt;3.menempelkan lagi kedua telapak tangan ke tanah yang suci lalu menyapukan tanah ke lengan hingga ke pergelangan  (kanan dulu)&lt;br /&gt;karena teyamum merupakan pengganti wudhu dan mandi ketiaktidak ada air, maka dibolehkan dengan tayamum itu apa yang dibolehkan dengna wudhu dan mandi seperti sholat, menyentuh Al-Qur;an dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.MANDI&lt;br /&gt;Mandi ialah meratakan air ke seluruh tubuh. Disyariatkanya berdasarkan firma Alloh Ta’ala : “Dan jika kamu junub hendaklah bersuci (Al Maidah : 6)&lt;br /&gt;Wajib mandi disebabkan lima hal, yaitu :&lt;br /&gt;1.keluar mani disertai syahwat, diwaktu tidur atau bangun baik laki-laki maupun perempuan. Bila tanpa syahwat tetepi karena sakit atau dingin tidak wajib mandi&lt;br /&gt;2.hubungan kelamin, masuknya alat kelamin pria ke dalam alat kelamin wanita, walau tidak sampai keluar sperma&lt;br /&gt;3.terhentinya haid dan nifas&lt;br /&gt;4.amti&lt;br /&gt;5.orang kafir masuk islam, wajib mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Mandi ada dua (2) perkara, yaitu :&lt;br /&gt;1.berniat&lt;br /&gt;2.membasuh seluruh anggota tubuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunah –Sunah Mandi :&lt;br /&gt;1.berniat&lt;br /&gt;2.kemudian membasuh kemaluan &lt;br /&gt;3.kemufdain berwudhu&lt;br /&gt;4.menuangkan air keatas kepala seanyak tiga kali sambil menyelang-nyelangi rambut agar air sampai membasahi urat-uratnya&lt;br /&gt;5.mengalirkan air keseluruh badan dengan memulai sebelah kanan lalu sebelah kiri tanpa mengabaikan ketiak, bagian dalam telinga pusat dan jari-jari serta menggosok anggota tubuh yang dapat digosok&lt;br /&gt;Mandi bagi wanita :&lt;br /&gt; Sama dengan mandi laki-laki, hanya wanita tidak wajib menguraikan jalinan rambutnya, asal air sampai ke urat rambut. Disunahkan bagi wanita yang mandi karna haid atau nifas, untuk membubuhkan munyak wangi pada kapas dan menggosokannya pada kemauluan agar tempat tersebut menjadi harum dan lenyap baru darah busuk  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.SHOLAT&lt;br /&gt;Sholat ialah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu yag dimulai dengan takbir bagi Alloh Ta’ala dan disudahi dengan salam.&lt;br /&gt; Sholat adalah tiang agama, diaman islam tidak tegak kecuali dengan adanya. Rosululloh SAW bersabda :  “amalan yang mula-mula dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat ialah sholat. Jika ia baik, baiklah seluruh amalannya, sebaliknya jika jelek maka jelek semua amalannya. (H.R. Tabrani).&lt;br /&gt;Rosululloh besabda : “Pokok urusan ialahh islam, sedangkan tangnya adalah shoalt, dan puncaknya adalah berjuang di jalan Alloh”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kaifat atau Tata Cara Sholat :&lt;br /&gt;1.niat (dilafalkan dalam hati  ketika takbir)&lt;br /&gt;niat yang dilafalkan terdiri dari shoalt apa, waktunya, berapa raka’atnya, sendiri, sebagai imam atau amkmum dan Lillahi Ta’ala&lt;br /&gt;contoh : Aku niat sholat fadhu subuh dua raka’at karena Alloh Ta’ala.a taud alam bahsa arab : “usholi fardhu subhi rok’ataini adaan ma’muman lillahi ta’ala”&lt;br /&gt;2.takbiratul ihram&lt;br /&gt;3.berdiri bagi yang orang yang kuasa/mampu berdiri&lt;br /&gt;4.membaca Al-Fatihah sehingga surat Al-fathah harus betul-betul dikuasai bacaanya degna benar&lt;br /&gt;5.ruku’ dengan thuma’minah artinya berhenti dengan tenang&lt;br /&gt;6.dangkit dari ruku dan berdiri lurus 9I’tidal) dengan thuma’minah)&lt;br /&gt;7.sujud dengan thuma’minah (waktunya sekurang-kurangnya membaca satu kali tasbih)&lt;br /&gt;8.duduk diantara dua sujud dengan thum’minah&lt;br /&gt;9.duduk akhir&lt;br /&gt;10.membaca tasyahud akhir&lt;br /&gt;11.membaca sholawat atas nabi&lt;br /&gt;12.salam yang pertama&lt;br /&gt;13.tertib&lt;br /&gt;bacaan yang merupakan rukun adalah : takbir, Al-Fatihah, tasyahud, Sholawat serta  Salam     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SHOLAT II (Sunnah Sholat I)&lt;br /&gt;Sunah-sunah sholat adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.mengangkat kedua tangan ketika takbir&lt;br /&gt;2.bersedekap tangan kanan diatas tangan kiri&lt;br /&gt;3.membaca doa iftitah&lt;br /&gt;4.istiazah sebelum al-fatihah &lt;br /&gt;5.membaca amin&lt;br /&gt;6.membaca surat pendek sari Al-Quran setelah Alfatihah&lt;br /&gt;7.membaca takbir waktu berpindah&lt;br /&gt;8.tata cara ruku :&lt;br /&gt;menyamaratakan kepala dengan tulang pinggul, bertekan dengan dua tangan pada lutut degna merenggangkannya dari pinggang, menembangkan jdari-jdari atas lutu dan pangkal betis serta mendatarkan punggung&lt;br /&gt;9.membaca sewaktu ruku&lt;br /&gt;10.bacaan-bacaan sewaktu bangkit dari ruku’ (I’tidal)&lt;br /&gt;11.tata cara turun kebawah  untuk sujud “&lt;br /&gt;disunatkan meletakkan kedua lutut ke lantai sebelum kedua tangan dengan merenggangkannya kening dan hidung&lt;br /&gt;12. tata cara sujud :&lt;br /&gt;merapatkan  hidung, kening dan kedua talapaktangan ke lantai dengan merenggangkannya dari pinggang&lt;br /&gt;kedua tepalak tangan sejajar dengan kedua telinga atau kedua bahu &lt;br /&gt;merapatkan jari-jari dan mengahdapkan ujung-ujung jari kearah kiblat&lt;br /&gt;14.bacaan sewaktu sujud&lt;br /&gt;15.duduk diantara dua sujud&lt;br /&gt;16.duduk beristirahat&lt;br /&gt;17. tata tertib duduk waktu tasyahud&lt;br /&gt;18.tasyahud pertama&lt;br /&gt;19.do’a selelah tasyahud akhir dan sebelum salam&lt;br /&gt;20.dizikir dan do’a-do’a setelah memberikan alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.SHALAT III&lt;br /&gt;A.SUJUD SAHWI (KARENA LUPA)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;“ Jikalau shalat seseorang terlebih atau terkurang, maka hendakl;ah ia sujud dua kali” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;Sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud sebelum salam atau sesudahnya oleh seseorang yang sedang shalat apabila terlupa mengerjakan tasyahud awal, kelebihan raka’at, kekurangan raka’at &amp; ragu-ragu. Cara melakukannya :&lt;br /&gt;1.Sebelumsalam sujud 1 x sambil membaca do’a : “Subhanllaha manlayanamu walayashu” 3 x.&lt;br /&gt;2.Lalu duduk &amp; membaca do’a apa saja&lt;br /&gt;3.Sujud lagi seperti yang pertama&lt;br /&gt;4.Duduk tahiyat akhir &amp; membaca salam.&lt;br /&gt;Bila kekurangan sejumlah raka’at maka wajib menambah sejmlah rakaat dulu sejumlah yang kurang, bary melakukan sujud sahwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.SHALAT JAMAAH&lt;br /&gt;“Sholat berjamaah itu lenih utama dari sholat sendirian sebanyak dua puluh tujuh derajat” (H.R. Bukhari &amp; Muslim).&lt;br /&gt;Sholat berjamaah terdiri dari imam &amp; makmumnya. Yang paling berhak menjadi imam adalah :&lt;br /&gt;1.Terpandai dalam bacaan Al-Quran (banyak hafalannya)&lt;br /&gt;2.Bila sama, terpandai dalam hadits Nabi SAW&lt;br /&gt;3.Orang yang menjadi pemimpin di suatu lingkungan (Kepala Keluarga , Ketua RT)&lt;br /&gt;Seorang imam hendaknya meringankan dalam sholat fardhu berjama’ah. Makmum wajib mengikuti imam &amp; haram mendahuluinya. Hal ini diteghaskan RasulullahSAW :&lt;br /&gt;“ Imam itu diadakan ialah agar diikuti, maka jangan sekali-kali kamu menyalahinya.” (H.R. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;“ Tidakkah kamu takut seandainya mengangkat kepala terdahulu dari imam, bahwa Alloh akan menguibah kepalmu menjadi kepala keledai, &amp; mengubahmu seperti rupa keledai?”(H.R. Jama’ah).&lt;br /&gt;Untuk menghindari hal tersebut cara terbaiknya adalah :&lt;br /&gt;1.Tidak bergerak sebelum imam selesai mengucapkan “Allohu Akbar”&lt;br /&gt;2.Tidak bergerak sebelum imam sempurna gerakannya.&lt;br /&gt;Sehingga diharapkan makmum tidak menyamai imam, &amp; dapat bergerak serempak dengan makmumlainnya.&lt;br /&gt;Imam disunnahkan memerintahkan makmumagar meratakan shaf.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;“ Ratakan shafmu, rapatkan bahu-bahumu, lunakkan tangan berdampingan dengan saudaramu &amp; tutuplah sela-sela shaf itu. Karena sesungguhnya setan out memasuki sela-sela itu tak ubahnya anak kambing kecil. (H.R. Ahmad &amp; Thabrani).&lt;br /&gt;Dianjurkan shalat di shaf pertama serta shaf sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI :&lt;br /&gt;Kaderisasi UKKI Unsoed 2002. Silabus Materi PPAI Unsoed 2002 &lt;br /&gt;Forum Pendamping PAI MIPA 2002. Silabus Materi PAI MIPA 2002&lt;br /&gt;Dr. Yusuf Qardhawi, Konsep Ibadah Dalam Islam&lt;br /&gt; Ibnu Taimiyah, Al-Ubudiyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535074197093788?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535074197093788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535074197093788' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535074197093788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535074197093788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/konsepsi-ibadah-dalam-islam.html' title='KONSEPSI IBADAH DALAM ISLAM'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535057959818919</id><published>2005-12-23T22:08:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:09:43.086+07:00</updated><title type='text'>DIENUL ISLAM</title><content type='html'>BY : UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia secara fitrah tidak akan puas dengan ilmu dan pengetahuan, tidak akan kenyang dengan seni dan sastra, serta tidak akan terpenuhi kekosongan jiwanya dengan perhiasan dan kesenangan. Ia akan senantiasa bimbang karena kelaparan rohani da kehausan fitrah.&lt;br /&gt;Alloh SWT. Dzat yang telah menciptakan alam dengan segala isinya Maha Mengetahui akan segala kebutuhan manusia. Maka Alloh SWT menurunkan Islam sebagai agama fitrah yang akan menentramkan dan mensejahterakan seluruh manusia. Sebagaimana firman-Nya dalam QS Ar-Ruum : 30.&lt;br /&gt;Islam adalah agama Alloh yang diberi nama langsung oleh-Nya. Pada umumnya nama agama disandarkan pada pendiri agama tersebut atau kepada kaum tempat agama tersebut lahir.&lt;br /&gt;Namun Islam adalah agama samawi (langit) yang langsung dari Alloh bahkan namanya pun juga dari Alloh SWT. :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh hanyalah Islam” (Q.S. Ali Imran :19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN&lt;br /&gt;Makna Secara Bahasa (Lughawi)&lt;br /&gt;Islam adalah nama dari suatu sistem hidup yang telah diturunkan oleh Alloh melalui Rasul-Nya. Alloh telah ridho bahwa Islam ini sebagai pedoman hidup manusia. Sebagaimana termaktub dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;“….dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agamamu.” (Q.S.Al-Maidah :3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari akar katanya, Islam berasal dari kata aslama. Di dalam Al-Quran kata tersebut digunakan dengan beberapa perubahan, yakni :&lt;br /&gt;  Aslama berarti menyerahkan diri (Ali Imron :83)&lt;br /&gt;  IstIslama-taslima-mutaslimun berarti penyerahan total (An-Nisa:65)&lt;br /&gt;  Saliim berarti bersih, suci (Asy-Syu’ara:89)&lt;br /&gt;  Salaam berarti kesejahteraan (Az-Zumar : 73)&lt;br /&gt;  Salam yang berarti damai (Muhammad : 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Secara Istilah&lt;br /&gt;Definisi Islam secara istilah adalah ketundukan (khudu’) kepada wahyu Ilahi (53:4, 21:7) yang diturunkan kepada para nabi dan rasul (2:136, 3:84) khususnya Muhammad SAW, sebagai hukum Alloh (5:48-50) yang membimbing umat manusia ke jalan yang lurus (6:153) menuju kebahagiaan dunia akhirat (16:97, 2:200, 28:77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTERISTIK ISLAM&lt;br /&gt;Agama Islam memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan ajaran llain. Karakteristik inilah yang menjadikan Islam sebagai ajaran hidup yang paling tinggi di sisi Alloh di atas semua ajaran hidup buatan manusia yang ada di  muka bumi. Hal ini ditegaskan Rasululloh SAW, bahwa Islam tinggi dan tidak ada lagi yang lebih tinggi daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik yang dimaksud meliputi :&lt;br /&gt;1.Rabbaniyah&lt;br /&gt;Kata “Rabbani” menunjukkan kedekatan yang sangat kuat dengan Rabbul Izzati, yakni Alloh. Yang dimaksud Rabbaniyah meliputi 2 hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbaniyah Al-Masdar&lt;br /&gt;(Rabbaniyah dalam sumber ajaran)&lt;br /&gt;Dalam agama selain Islam, biasanya nama agama tersebut dinisbatkan kepada nama penyerunya atau nama daerah asal kemunculannya. Misalnya Budha, yang diambil dari nama pencetusnya  yaitu Budha Gautama, Kristen dari Yesus Kristus, atau umat Islam menyebutnya Nasrani karena yesus lahir dari daerah Nazaret.&lt;br /&gt;Orang-orang Barat menyebut Islam dengan Muhammadisme. Mereka mengatakan Islam adalah ajaran dari Muhammad. Padahal Alloh menegaskan dalam Al-Quran surat An-Najm:1-4.&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa ajaran Islam bersih dari unsur campur tangan manusia. Islam murni datang dari Alloh SWT. Bahkan nama “Islam” adalah nama yang berasal dari Alloh SWT, bukan dari manusia.&lt;br /&gt;Sudah merupakan “rekayasa Ilahi” bahwa Rasulullah SAW, adalah orang yang ummi, yang tidak dapat menulis dan membaca, karena beliau memang tidak pernah berguru kepada siapa pun. Sehingga tidak mungkin Nabi Muhammad dapat membuat sebuah ajaran hidup yang demikian tinggi, yang diakui oleh umat Islam maupun orang-orang di luar Islam.&lt;br /&gt;Selain sumber ajaran Islam hanya dari Alloh SWT, metode (manhaj) untuk menerapkan ajaran tersebut juga ditetapkan oleh Alloh. Sehingga metode untuk melaksanakan Islam bukanlah sebuah rekayasa yang dipengaruhi oleh fajtor individu, keluarga, golongan, ataupun bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbaniyah Al-Ghayah&lt;br /&gt;(Rabbaniyah dalam Tujuan)&lt;br /&gt;Dalam Islam, tujuan akhir dari semua peribadatan adalah Alloh SWT. Dalam ajarannya ada ketentuan tentang halal, haram, wajib, sunah, mubah, dan sebagainya. Itu semua dalam rangka agar manusia mendapat keridhaan Ilahi dengan berbuat taat kepada-Nya.&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam terdapat tujuan-tujuan antara yang bersifat social humanity, misalnya puasa agar sehat, bekerja keras agar berhasil. Namun di atas semua itu, tujuan akhirnya adalah agar manusia dalam mengarungi kehidupan ini selalu dalam naungan ridha Ilahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Insaniyah (Kemanusiaan)&lt;br /&gt;“ Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan kepada seluruh manusia untuk memberi kabar gembira dan ancaman, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Saba : 28)&lt;br /&gt;Islam memiliki masdar yang rabbani, yaitu dari Alloh, pencipta alam semesta. Alloh SWT Maha Mengetahui tentang ciptaan-Nya, sehingga Islam yang Alloh turunkan di muka bumi sebagai aturan hidup bagi manusia merupakan pedoman hidup untuk meraih kemuliaan, kebaikan, dan keselamatan dunia akhirat. Semua ajaran Islam dapat dilaksanakan oleh manusia, karena dienul Islam diturunkan oleh Alloh SWT sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia.&lt;br /&gt;Alloh juga telah mengangkat rasul dari kalangan manusia biasa, yang tidak ada kelebihan mereka atas manusia yang lain kecuali karena mereka memperoleh wahyu dari Alloh SWT. Sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak dapat melaksanakan ajaran Islam. Dalam hal ini Alloh SWT memang sengaja mengangkat Nabi yang membawa risalah Islam dari kalangan manusia biasa (bukan dari malaikat yang suci dari dosa dan hawa nafsu). Hal ini menunjukkan bahwa Islam dapat dilaksanakan oleh semua manusia yang sarat dengan potensi takwa dan dosa dalam dirinya.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan ini Sayid Qutub mengatakan bahwa Islam adalah konsep yang relistis, bukan konsep yang rasional semata ataupun idealisme tanpa wujud, sehingga Islam tidak dapat diraih oleh semua manusia. Semua konsep dalam Islam sesuai dengan realitas manusia dengan segala potensi kelebihan dan kelemahan yang dimilki manusia. Tujuan dari ibadah dalam Islam adalah keridhaan Alloh SWT, yang itu juga berarti kebahagiaan hidup manusia dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Syumuliyah&lt;br /&gt;Islam berasal dari Alloh yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu, yang lahir dan yang batin, yang di langit dan yang di bumi, serta seluruh sisi yang menyangkut kehidupan manusia. Islam yang datangnya dari sisi Alloh meliputi itu semua.&lt;br /&gt;Imam Hasan Al Banna mengatakan :&lt;br /&gt;“ Islam adalah risalah yang terbentang luas, sehingga meliputi seluruh abad sepanjang zaman, terbentang luas meliputi semua cakrawala umat, dan begitu mendetail sehingga memuat seluruh urusan dunia dan akhirat.”&lt;br /&gt;Keuniversalan Islam menjadikan Islam sebagai pedoman hidup bagi manusia yang tidak dibatasi oleh waktu, ruang dan tempat. Islam tetap up to date sepanjang zaman. Firman Alloh SWT : (Al-Anbiya :107).&lt;br /&gt;Islam mencakup segala aspek kehidupan manusia, dari akidah yang merupakan fondasi bangunan Islam hingga siyasah (politik). Islam mengajarkan tentang bagaimana menjadi mahasiswa, dosen, guru, politikus, dokter, wartawan, advokat, petani, pedagang, dan karyawan yang Islami, menekuni apa saja profesinya sebagaimana yang telah digariskan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Al-Wasthiyyah (Moderat) dan Tawazun (Seimbang)&lt;br /&gt;Moderat dan seimbang adalah karakteristik Islam yang memungkinkan manusia dapat melaksanakan ajaran Islam dalam kondisi bagaimanapun.&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk Alloh yang tersusun dari unsur samawi (langit) yaitu ruh yang cenderung kepada kebaikan, dan unsur ardhi (bumi) yaitu syahwat yang cenderung kepada dosa. Islam memperhatikan kedua unsur tersebut, yaitu dengan mengarahkan dan menyalurkannya sehingga membawa mereka menuju keridhaan Ilahi.&lt;br /&gt;Islam memberikan perintah dan larangan, namun disitu ada rukhsah (keringanan) pada kondisi-kondisi tertentu yang secara fitrah manusia tidak dapat melaksanakannya. Islam mewajibkan puasa Ramadhan, namun ada keringanan bagi para musafir untuk mengganti puasanya di bulan yang lain.&lt;br /&gt;Dalam fiqih Islam terdapat beberapa perbedaan para ulama. Ibrah (pelajaran) yang bisa dipetik dari ini adalah bahwa hukum Islam dapat diterapkan baik dalam kondisi yang ideal maupun darurat.&lt;br /&gt;Islam melarang umatnya hanya mementingkan kebutuhan ruh saja dengan mengesampingkan kebutuhan jasadnya. Rasulullah melarang umatnya mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu kurang dari 3 hari, karena hal itu berarti melupakan kepentingan jasadnya. Padahal jasad yang sehat merupakan nikmat Alloh yang mesti disyukuri dengan merawat dan memanfaatkannya. Sebaliknya Islam melaknati orang yang hanya mementingkan kebutuhan jasadnya saja, sedangkan ruhnya dibiarkan kosong sehingga dihuni oleh setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Al-Wudhuh (Jelas)&lt;br /&gt;Tujuan dienul Islam secara umum adalah mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliah kepada cahaya Islam yang terang benderang. Seperti disebutkan dalam Q.S. Ibrahim :1 .&lt;br /&gt;Ajaran Islam adalah suara yang jelas baik sumbernya, metodenya, maupun tujuannya. Sehingga ini cukuplah bagi tiap Muslim apa-apa yang telah datang kepada meraka dari Al-Quran dan Al-Hadits.&lt;br /&gt;Islam telah secara jelas menguraikan tentang akidah, ibadah, akhlaq dan sebagainya. Bahkan sampai hal-hal kecil dalam kehidupan manusia, seperti adab bertamu, masuk kamar mandi, dan sebagaianya.&lt;br /&gt;Dengan kejelasan ini akan menghilangkan keragu-raguan manusia dalam beribadah dan menempuh kehidupan ini secara Islami. Mengapa saya Islam, bagaimana cara berIslam, dan apa tujuannya, adalah pertanyaan yang harus telah terjawab dengan baik dalam diri setiap muslim.&lt;br /&gt;Alloh merahmati Rib’i bin Amir ra ketika ditanya oleh Rustum (panglima perang Persia), “Siapa Anda?”&lt;br /&gt;Rib’i menjawab, “ Kami adalah kaum yang diutus oleh Alloh untuk mengeluarkan siapa yang mau dijemput hamba-hambaNya, dari bentuk penyembahan manusia atas manusia kepada penyembahan manusia hanya kepada Alloh semata, dari sempitnya kehidupan dunia menuju keluasan kehidupan akhirat, dan dari ketidakadilan agama-agama menuju keadilan Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Al-Waqi’iyah (Kontekstual)&lt;br /&gt;Manusia diciptakan dengan segala kelebihan serta kelemahan yang dimilikinya. Islam mengakui realitas manusia sebagai makhluk yang mempunyai kombinasi penciptaan. Oeh karena itu, di dalam pengarahan pembentukan pola pikirnya, dalam ajaran moralitasnya, dan di dalam hukum kontekstualnya, Islam tidak pernah melupakan realitas alam, kehidupan dan manusia dengan segala kondisi dan peristiwa-peristiwa yang melingkupinya.&lt;br /&gt;Islam memberikan perintah dan larangan, namun disitu ada rukhsah (keringanan) pada kondisi-kondisi tertentu yang secara fitrah manusia tidak dapat melaksanakannya. Seperti shalatnya orang sakit dengan duduk atau berbaring, tayamum, berbukanya orang musafir dengan menqadanya di hari lain.&lt;br /&gt;Keringanan-keringanan itu semua merupakan perhatian Alloh akan realitas manusia dan kondisi mereka yang tidak stabil. Alloh menjelaskan dalam QS. Al-Hajj: 78 dan Al-Baqarah: 185.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEMPURNAAN ISLAM&lt;br /&gt;Kesempurnaan Islam diibaratkan seperti bangunan yang lengkap dan utuh, masing-masing akan melengkapi dan mendukung bagian yang lainnya. Bagian-bagian inilah nantinya yang akan menegakkan bangunan Islam. Secara garis besar Ustadz Said Hawa membagi unsur-unsur bangunan Islam menjadi tiga bagian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Al-Asas &lt;br /&gt;Asas atau dasar adalah pondasi yang menjadi dasar penegakan bangunan. Akidah dan ibadah dalam ajaran Islam menduduki posisi ini. Tingginya bangunan menuntut kokohnya pondasi yang dibuat. Kedua hal ini harus mendapat prioritas perhatian sebelum yang lainnya. &lt;br /&gt;Akidah yang kuat akan melahirkan sebuah keyakinan yang mantap dan meninggalkan semua bentuk keraguan, sehingga memunculkan ketenteraman jiwa. Keadaan yang demikian menjadikan jiwa seseorang terikat dengan aturan Al-Khaliq. Kondisi yang demikian menjadikan seseorang terikat dengan aturan Alloh SWT dengan melakukan berbagai bentuk ketaatan dan menghindari semua larangan-Nya.&lt;br /&gt;Seorang yang beribadah kuat pasti akan melaksanakan ibadah dengan tertib, memiliki akhlak mulia dan bermuamalah dengan manusia secara baik.&lt;br /&gt;Karena posisi akidah yang demikian penting itulah Rasulullah SAW membina akidah para sahabatnya selama 13 tahun dalam periode Makkah. Pada akhirnya bangunan Islam mudah didirikan di Madinah dalam waktu yang relatif singkat.&lt;br /&gt;Ibadah adalah sarana komunikasi dengan Alloh sebagai Al-Khaliq. Dengan ibadah kualitas seseorang ditentukan, karena jiwa dan ruh ibadah akan teraplikasikan dalam realitas kehidupannya. Ibadah yang dilakukan seorang manusia akan mendatangkan kecintaan Alloh. Wujud kecintaan ini adalah bimbingan dalam menempuh hidup dan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Al-Bina&lt;br /&gt;Al-Bina adalah wujud bangunan Islam yang tampak, dapat dirasakan keberadaannya dan bisa dinilai baik oleh umat Islam maupun umat yang lainnya. Bangunan Islam akan tampak ketika seluruh aturan bermuamalah diterapkan. Setiap bagian mempengaruhi bagian yang lain, tidak dilaksanakannya satu bagian akan memperlemah sistem secara keseluruhan. Yang termasuk dalam hal ini antara lain :&lt;br /&gt;a.Sistem politik, diantaranya prinsip musyawarah (QS.3:159, 42:38), perdamaian (QS.2:208, 8:61), hukum (QS. 6:57, 12:40)&lt;br /&gt;b.Sistem perekonomian, seperti masalah utang piutang (QS.2:282), pegadaian (QS.2:283), penghalalan jual beli dan pengharaman riba(QS.2:275)&lt;br /&gt;c.Sistem keprajuritan (militer), seperti mempersiapkan tentara (QS.8:60)&lt;br /&gt;d.Sistem akhlak, diantaranya tentang berbuat kebaikan (QS.2:44), berkata benar (QS.2:177), memaafkan (QS.2:237)&lt;br /&gt;e.Sistem sosial kemasyarakatan, seperti masalah zakat (QS.2:43), keadilan dalam menegakkan hukum (QS.4:58) dan konsep persaudaraan (QS.49:10,13)&lt;br /&gt;f.Sistem pengajaran, seperti berlaku lemah lembut dalam memberi pelajaran (QS.3:159), pemberian nasihat (QS.31:12-19).&lt;br /&gt;Umat Islam mestinya optimis bahwa ajaran agamanya sebagai sistem kehidupan yang terbaik akan memimpin peradaban dunia ketika aturannya ditegakkan. Ketika bangunan Islam tegak, maka saat itulah umat Islam melaksanakan tugasnya menjadi khalifah Alloh di muka bumi dengan baik. Mereka akan menjadi umat terbaik dan cerminan bagi umat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Al-Muayyadat (Atap/Pelindung)&lt;br /&gt;Al-Muayyadat adalah pelindung bagi bangunan Islam, agar apa-apa yang ada dalam bangunan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan sempurna, serta terjaga dari segala gangguan.Untuk itu diperlukan atap yang melindunginya dari serangan musuh-musuh Islam. Atap (pelindung) tersebut adalah :&lt;br /&gt;a.Amar Ma’ruf Nahi Munkar&lt;br /&gt;Amar ma’ruf berarti memerintah kepada hal-hal yang baik.Yaitu segala sesuatu yang dibolehkan oleh syariat, baik yang wajib maupun yang sunnah, sebagaimana tercakup dalam rukun-rukun bangunan Islam tersebut.&lt;br /&gt;Nahi munkar, artinya mencegah manusia dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam. Memerintah dan mencegah atau melarang merupakan dua hal yang harus ada untuk dapat melaksanakan semua asas dan rukun-rukun dalam bangunan Islam, dari akidah, ibadah, dan semua hukum Islam.&lt;br /&gt;Dalam QS.Ali Imron :110 Alloh menyifati umat Islam sebagai khairu ummah yang selalu melakukan amar ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;b.Jihad&lt;br /&gt;Selain amar ma’ruf nahi munkar, termasuk juga dalam tahap bangunan Islam adalah jihad fi sabilillah. Yaitu berusaha dan berjuang sungguh-sungguh untuk menegakkan bangunan Islam tersebut. Dengan jihad fi sabilillah inilah ajaran Islam akan teraktualisasikan dalam kehidupan umat manusia dan Islam akan tetap eksis walaupun musuh-musuh Islam berusaha merobohkan bangunannya.&lt;br /&gt;c.‘Uquubat (sanksi-sanksi)&lt;br /&gt;Sanksi-sanksi atau hukuman ditetapkan oleh Alloh SWT semata-mata demi kemaslahatan umat manusia. Tanpa sanksi-sanksi terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan, maka bangunan Islam tidak akan memiliki ketahanan untuk menghadapi serangan yang datang dari dalam tubuh umat Islam sendiri maupun dari luar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI :&lt;br /&gt;Panduan Asistensi Agama Islam UNS 2001&lt;br /&gt;Al-Islam .  Sa’id Hawa&lt;br /&gt;Dasar – Dasar Islam.  Abul A’la Al-Maududi&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip Islam. Abul A’la Al-Maududi&lt;br /&gt;Karakteristik Islam. Yusuf Qordhowi&lt;br /&gt;Salah Paham Terhadap Islam. Al- Ghazali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535057959818919?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535057959818919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535057959818919' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535057959818919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535057959818919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/dienul-islam.html' title='DIENUL ISLAM'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113535028785599165</id><published>2005-12-23T21:57:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T22:04:47.953+07:00</updated><title type='text'>AKIDAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>By: UKKI UNSOED TEAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keajaiban Alam Semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bumi, langit dan seluruh alam semesta beserta seluruh isinya telah diciptakan oleh Alloh SWT. Kemudian semua itu dipelihara dan diatur oleh-Nya. Dari dulu hingga sekarang, bumi tetap pada posisi yang ideal. Andaikan terlalu dekat ke matahari seperti Venus, niscaya tidak akan ada kehidupan di dalamnya karena bumi terlalu panas dan beracun. Andaikan terlalu jauh seperti Mars, niscaya tidak akan ada yang hidup karena terlalu dingin dan tidak beroksigen. Dan anehnya, bumi tetap melayang pada posisinya.&lt;br /&gt;Begitu juga planet-planet dan bintang-bintang. Semuanya berputar pada garis edarnya. Tidak ada yang bertabrakan. Tidak ada kehancuran. Kecuali meteor atau bintang yang sudah habis masanya. Dan itu pun tidak mempengaruhi sistem alam semesta. Kalaulah itu semua karena gravitasi, lalu dari manakah gravitasi itu? Semua menyimpulkan adanya peran Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa yang mengatur dan memelihara alam semesta.&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena di alam ini. Termasuk di bumi ini, misalnya fenomena munculnya hujan dan petir. Dan bahkan pada diri kita sendiri. Siapakah yang bisa menerangkan bagaimana jantung yang ada di dada kita dapat berdenyut tanpa kita suruh?&lt;br /&gt;Lalu, apa yang akan terjadi apabila Tuhan itu lebih dari satu? Apa yang akan terjadi apabila ada dua saja tuhan yang mengatur alam semesta. Tentulah dunia ini sudah hancur sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN&lt;br /&gt;Secara bahasa, ‘Aqdun-‘Aqoid berarti akal atau ikatan. Maksudnya yaitu ikatan yang mengikat manusia dengan aturan-aturan Alloh dan nilai-nilai Islam. Sedangkan secara istilah, Aqidah adalah suatu yang wajib diyakini atau diimani tanpa keraguan, diikrarkan dengan lisan dan diwujudkan dalam amal perbuatan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;URGENSI AKIDAH ISLAM DALAM KEHIDUPAN&lt;br /&gt;Islam ibarat sebuah bangunan, sedangkan akidah merupakan dasar atau pondasi yang urgen (penting) bagi berdirinya bangunan Islam secara keseluruhan. Kuat lemahnya bangunan tergantung pada pondasinya. Meskipun bangunan itu terbuat dari besi dan beton, namun jika pondasinya terbuat dari kayu-kayu yang rapuh, maka bangunan yang kuat tadi akan menjadi bangunan yang mudah roboh. Sehingga semakin besar suatu bangunan, maka semakin membutuhkan pondasi yang kuat dan menghunjam ke bumi. Hal lain yang dapat dipetik dari hakikat ini adalah kita harus membangun pondasi (asas) terlebih dahulu sebelum mendirikan bangunan.&lt;br /&gt;Akidah yang kuat diumpamakan sebagai pohon yang baik yaitu akarnya menghunjam ke bumi, cabangnya menjulang ke langit, berdiri kukuh, tidak mudah tergoyahkan meskipun diterjang oleh badai, dan pohon itu memberikan buah yang ranum lagi menyenangkan. Sebagaimana firman Alloh dalam QS.Ibrahim:24-25&lt;br /&gt;Kekuatan akidah yang seperti itu akan memancar dari sikap hidup dan perilaku pemiliknya. Semua amal perbuatannya berasas dan berasal dari akidah Islam yang merupakan pantulan sinar keimanan dan aplikasi yang nyata atas keyakinan “laa ilaaha illallah”. Sedangkan setiap perbuatan yang tidak bersumber dari akidah Islam, maka tidak akan bernilai dan sia-sia belaka. Sebagaimana firman Alloh dalam QS. Ibrahim :18&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa pentingnya akidah Islamiyah bagi kehidupan seorang Muslim :&lt;br /&gt;1.Kemerdekaan Jiwa dari Kekuasaan Orang Lain&lt;br /&gt;Sifat itu timbul karena keimanan yang sebenar-benarnya kepada Alloh, sehingga akan memberikan kemantapan dalam jiwa seseorang bahwa hanya Alloh sajalah yang Mahakuasa untuk memberi kehidupan, mendatangkan kematian, memberikan ketinggian kedudukan, menurunkan dari pangkat yang tinggi, juga hanya Dialah yang dapat memberikan kemudaratan dan kemanfaatan kepada seorang manusia. Selain tak ada yang kuasa melakukannya. Firman Alloh : QS.Al-A’raf :188.&lt;br /&gt;Sebenarnya sebab utama yang mengekang manusia sehingga tidak dapat bergerak dengan bebas dan cepat, juga yang menjadi penghalang terbesar untuk mencapai kemajuan ialah sikap tunduk dan patuh pada orang lain. Sikap kediktatoran dari orang atau golongan lain itulah yang menghambat segala macam kemajuan.&lt;br /&gt;Dengan Islam maka segala macam penghambaan haruslah dilenyapkan, sedang sebagai gantinya harus dikembangkan kemerdekaan setiap orang dari kungkungan dan belenggu. Hanya kepada Allah lah kita pantas untuk tunduk dan patuh, bukan kepada orang atau makhluk lain.&lt;br /&gt;Bilal telah memberikan pelajaran kepada orang-orang yang semasa dengannya, juga kepada orang di segala masa, suatu pelajaran berharga yang menjelaskan bahwa kemerdekaan jiwa dan kebebasan nurani tidak dapat dibeli dengan emas separo bumi, atau dengan siksaan bagaimanapun dahsyatnya.&lt;br /&gt;Dalam keadaan telanjang ia dibaringkan di atas bara, dengan tujuan agar ia meninggalkan agamanya atau mencabut pengakuannya, tetapi ia menolak. Maka budak Habsyi yang lemah tidak berdaya ini telah dijadikan oleh Rasulullah SAW dan agama Islam sebagai guru bagi seluruh kemanusiaan dalam hal menghormati hati nurani dan mempertahankan kebebasan serta kemerdekaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Menumbuhkan Jiwa Keberanian dan Keteguhan untuk Membela Kebenaran&lt;br /&gt;Kematian akan dianggap tidak berharga sama sekali, diremehkan, bahkan  sebaliknya justru akan dicari secara syahid demi menuntut tegaknya keadilan dan kejujuran serta kebenaran.&lt;br /&gt;Apa sebabnya jiwa keberanian itu timbul? Sebabnya ialah karana keimanan mengajarkan bahwa yang kuasa memberikan umur itu tidak ada selain Alloh. Umur tidak akan berkurang disebabkan manusia menjadi berani dan terus maju, tetapi tidak pula akan bertambah dengan adanya sikap pengecut dan licik.&lt;br /&gt;Alangkah banyaknya manusia yang mati di atas kasurnya yang empuk, tetapi banyak pula orang yang selamat di tengah berkecamuknya peperangan yang mahadahsyat dan pertarungan yang amat sengit. Alloh berfirman dalam QS. Ali Imran :145&lt;br /&gt;Keberanian dan keteguhan membela kebenaran bisa kita lihat ketika Ibn Rawahah mengobarkan semangat kaum Muslimin dalam perang Muktah. Ketika nyali kaum Muslimin mulai menciut melihat tentara Romawi yang seakan tiada ujung akhir dan seolah-olah tidak terbilang jumlahnya, Ibnu Rawahah berseru, “ Kawan-kawan sekalian! Demi Alloh, sesungguhnya kita berperang melawan musuh-musuh kita bukan berdasar bilangan, kekuatan atau banyaknya jumlah! Kita tidak memerangi mereka, melainkan karena mempertahankan agama kita ini, yang dengan memeluknya kita telah dimuliakan Alloh…!Salah satu dari dua kebaikan pasti kita capai, kemenangan atau syahid di jalan Alloh…!”&lt;br /&gt;Keimanan yang menghunjam dalam dadanya telah memunculkan keberanian sehingga ia tidak gentar menghadapi musuh walaupun jumlahnya sangat besar. Keimanan itu pula yang menahan dia untuk tetap berada dalam medan peperangan walau kondisinya sangat tidak seimbang bila dibandingkan dengan kekuatan yang amat dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Ketenangan atau Thuma’ninah&lt;br /&gt;Yang dimaksud thuma’ninah adalah ketenangan hati dan ketentraman jiwa sebagai bekas dari adanya keimanan yang mendalam.&lt;br /&gt;Jikalau hati sudah tenang dan jiwa tenteram maka kita akan merasakan kelezatan beristirahat, juga kenikmatan keyakinan dalam kalbu. Di samping itu ia akan berani  menanggung segala kesukaran dan kesengsaraan dengan  sikap yang berani, ia akan tabah menghadapi segala bahaya sebesar apa pun. Sementara itu ia akan meyakinkan pula bahwa pertolongan Alloh pasti akan diulurkan untuknya, karena hanya Dialah yang Mahakuasa untuk membuka segala pintu yang tertutup dan mendobrak segala jendela yang terkunci. Dengan kepercayaan yang sedemikian ini maka ia tidak mungkin akan dihinggapi oleh kesedihan, penyesalan, ataupun hendak mundur ke belakang, apalagi keputusasaan. Sifat ini sama sekali tidak terdapat dalam kamus kalbunya. Sebagaimana firman Alloh dalam QS.Al-Baqarah :257.&lt;br /&gt;Bekas keimanan yang mendalam sangat terlihat ketika Ismail menerima perintah Alloh bahwa dirinya harus disembelih oleh ayahnya sendiri. Ia tidak merasa khawatir sedikitpun akan dirinya. Begitu pula Ibrahim tidak merasa khawatir sedikitpun ketika menerima perintah untuk menyembelih anak satu-satunya yang sudah lama ia dambakan kehadirannya untuk meneruskan risalah Ilahi. Namun mereka berdua yakin  bahwa ketika mereka sudah menyerahkan semuanya pada kehendak Alloh, maka Alloh lah yang akan menjamin segala urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Keyakinan bahwa Rizki adalah Pemberian Alloh&lt;br /&gt;Keimanan akan menimbulkan keyakinan yang sesungguhnya bahwa hanya Alloh jualah yang Mahakuasa memberikan rizki, juga bahwa rizki itu tidak dapat dicapai karena kerasukan orang yang bersifat tamak dan tidak dapat ditolak oleh keengganan orang yang tidak menyukainya. Sebagaimana firman Alloh dalam QS. Hud:6 dan QS.Al-Ankabut:6.&lt;br /&gt;Manakala akidah yang sebenar-benarnya itu sudah meresap dalam jiwa, sudah pasti manusia yang memilikinya akan terlepas dari hinanya sifat kikir, tamak, rakus, dan loba. Sebagai gantinya, ia akan bersifat dan berbudi yang utama seperti dermawan, suka memberi bantuan, gemar menolong, dll.&lt;br /&gt;Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq patut menjadi contoh bagi umat Islam bahwa rizki Alloh senantiasa akan mengalir. Beliau infakkan seluruh hartanya untuk kepentingan Islam, bahkan tidak tersisa sedikitpun. Untuk dirinya dan keluarganya, ia tinggalkan Alloh dan Rosul-Nya. Subhanallah…Beliau sangat yakin bahwa dengan Alloh dan Rasul-Nya itu sudah lebih dari cukup dan rizki Alloh pun akan selalu ada untuknya dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT&lt;br /&gt;1.Urgensi Syahadat&lt;br /&gt;Syahadat merupakan ‘pintu masuk’ yang mengantarkan seseorang menuju Islam. Ia juga sebagai batas antara kekufuran dan keimanan, sehingga seseorang yang telah mengucapkannya (dengan kesadaran dan niat yang tulus) berarti telah menyandang status formal sebagai Muslim. Syahadat merupakan inti ajaran Islam, karena di dalamnya terkandung kalimat yang agung “laa ilaaha illallah”. Di samping itu, ia juga menjadi titik tolak perubahan seseorang dari kejahiliahan menuju kemuliaan Islam, dalam segala dimensinya. Syahadat juga merupakan hakikat dakwah atau ajaran yang dibawa oleh para rasul Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Makna Syahadat&lt;br /&gt;Kalimat syahadat terdiri atas syahadat tauhid : laa ilaaha illallah ( tiada sesembahan selain Alloh) dan syahadat Rasul : Muhammad Rasulullah, yakni meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Alloh.&lt;br /&gt;Syahadatain melambangkan jiwa totalitas Islam, laksana nyawa yang merupakan nadi seluruh tubuh manusia. Seluruh anggota tubuh manusia tidak berfungsi sebagai seorang manusia yang hidup kalau nyawanya telah tiada. Seorang Muslim, biarpun ia banyak amal kebajikannya, tetapi jika tidak didasari ruh syahadataian, maka amal kebajikannya menjadi sia-sia di sisi Alloh SWT.&lt;br /&gt;Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar syahadat seseorang diterima oleh Alloh SWT, yaitu :&lt;br /&gt;a.Al ‘Ilmu (mengetahui maknanya dengan benar)&lt;br /&gt;b.Al Yaqin (meyakini tanpa keraguan sedikitpun)&lt;br /&gt;c.Ikhlas (murni karena Alloh dan tidak menyekutukan-Nya)&lt;br /&gt;d.Al Qobul (penerimaan secara bulat terhadap ketentuan dan tuntutan yang terkandung di dalamnya)&lt;br /&gt;e.Al Inqiyad (ketrikatan yang kuat terhadapnya)&lt;br /&gt;f.Ash Shidiq (kesesuaian antara lahir dan batin, ilmu dan amal)&lt;br /&gt;g.Al Mahabbah (disertai dengan segenap perasaan cinta kepada Alloh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Syahadat Tauhid&lt;br /&gt;Syahadat yang pertama dari dua kalimat syahadat tauhid yang berbunyi, Asyhadu anlaa ilaaha illallah. Kata asyhadu secara bahasa berasal dari kata syahada yang berarti I’lan (pernyataan), qassam (sumpah), dan wa’dun (janji).&lt;br /&gt;Dari pengertian dia atas maka syahadat bukan hanya sebuah kalimat yang diucapkan oleh lisan sebagai formalitas kemusliman seseorang, melainkan harus merupakan keyakinan yang mendalam tanpa keraguan sedikitpun dan direlalisasikan dalam kehidupan seorang Muslim. Inilah makna Iman yang sebenarnya sebagaimana yang diungkapkan oleh para ulama bahwa iman adalah mengikrarkan dengan lisan, meyakini dalam hati, dan mengamalkan dengan anggota badan. Kalimat laa ilaaha illallah memiliki makna yang sangat lluas dan dalam, antara lain :&lt;br /&gt;a.Tiada sesembahan selain Alloh&lt;br /&gt;Bila seseorang telah mengikrarkan syahadat tauhid maka berarti telah mengimani Alloh sebagai satu-satunya al-ma’bud (yang disembah) dan tidak menyekutukanNya dengan yang lainnya. Sebagaimana firman Alloh dalam QS.Thaha:14&lt;br /&gt;Seseorang yang telah mengabdikan diri kepada Alloh, ia pasti membesarkan dan mengagungkan Alloh serta merendahkan diri kepada-Nya dalam seluruh kehidupannya. Aktivitas/amal perbuatan yang dilakukannya akan berorientasi kepada penghambaan diri kepada Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Tiada Pemimpin / Pelindung selain Alloh&lt;br /&gt;Seseorang yang telah menjadikan Alloh sebagai sesembahannya dan mengabdikan dirinya kepada Alloh maka ia pun harus menjadikan Alloh sebagai pelindung / pemimpinnya. Seperti firman Alloh dalam QS. Al-Baqarah : 257 dan Al-Maidah : 5.&lt;br /&gt;Seorang mukmin yang telah meyakini bahwa Alloh adalah pemimpin/pelindungnya, maka tidak ada kekuatan yang perlu ditakuti selain kekuatan Alloh, sehingga ia akan selalu patuh dan taat untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dan ia akan tampil menjadi orang yang berani berpegang pada syariat-syariat Alloh. Kehidupannya akan senantiasa terarah oleh panduan hidayah Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Tiada Tujuan selain Alloh&lt;br /&gt;Bila seseorang telah menjadikan Alloh SWT sebagai wali/pemimpin/pelindung, maka ia akan melakukan apa saja yang diridhoi-Nya. Dengan kata lain, segala yang dilakukan adalah dalam rangka mencari ridha-Nya. Alloh lah yang menjadi satu-satunya ghayah (tujuan) bai semua aktivitas seorang mukmin. Sebagaimana firman Alloh dalam QS.Al-An’am:162-163 dan QS. Alam Nasyrah:8.&lt;br /&gt;Nilai amal seorang hamba di hadapan Alloh sangat ditentukan oleh komitmennya menjadikan Alloh sebagai satu-satunya tujuan yang sering disebut niat yang ikhlas dan menjadikan keridhaan-Nya sebagai sentral/pusat dari semua aktivitas kehidupannya. Amal yang niatnya tercampuri oleh tujuan lain selain keridhaan Alloh, akan ditolak oleh Alloh karena hal itu merupakan salah satu bentuk penyekutuan Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Syahadat Rasul&lt;br /&gt;Alloh sebagai pencipta kita, tidak begitu saja membiarkan ciptaan-Nya kebingungan dalam mencari pegangan hidup. Alloh SWT memberikan petunjuk-Nya untuk seluruh manusia melalui Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad SAW sebagai rasul terakhir diutus oleh Alloh untuk manusia seluruhnya dan menjadi penutup para nabi. Beliau sebagai penyempurna ajaran-ajaran yang dibawa rasul-rasul sebelumnya (QS. Al-Anbiya’:107)&lt;br /&gt;Dengan pengikraran syahadat yang kedua yaitu asyhadu anna muhammadurrasulullah, maka seseorang Muslim berkewajiban untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Membenarkan setiap apa yang beliau kabarkan&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW adalah semata-mata berasal dari Alloh SWT. (QS.An-Najm:3-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Taat terhadap apa yang diperintahkan&lt;br /&gt;Taat dan patuh adalah suatu keharusan bagi kita yang sudah mengikrarkan syahadat . Taat kepada Rasul merupakan perwujudan taat kita kepada Alloh. (QS. An-Nisa:80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Menjauhi apa yang dilarang Rasulullah&lt;br /&gt;Lihat QS. Al-Hasyr:7&lt;br /&gt;d.Menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan&lt;br /&gt;Sudah barang tentu Rasul yang diutus Alloh adalah manusia pilihan. Rasulullah adalah teladan utama dalam kehidupan Muslim. (QS.Al-Ahzab:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI :&lt;br /&gt;Panduan Asistensi Agama Islam UNS 2001&lt;br /&gt;Akidah Islam Pola Hidup Orang Beriman. Sayyid Sabiq&lt;br /&gt;Al-Islam . Sa’id Hawa&lt;br /&gt;Akidah Landasan Membina Umat. Dr. Abdullah Azzam&lt;br /&gt;Akidah . Sa’id Hawa&lt;br /&gt;Koreksi Atas Pemahaman Laa Illaha Illallah. Muhammad Qutub&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113535028785599165?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113535028785599165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113535028785599165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535028785599165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113535028785599165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/akidah-islamiyah.html' title='AKIDAH ISLAMIYAH'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113534936267945391</id><published>2005-12-23T21:48:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T21:49:22.790+07:00</updated><title type='text'>UNTUK PARA PEMUDA MUSLIM</title><content type='html'>OLEH: Aang Fahruroji, S.Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. DUA POTRET YANG BERBEDA&lt;br /&gt; Seorang mahasiswi, di Palestina, bulan depan akan menikah dengan seorang pemuda, persiapan telah dilakukan, namun belum sempat masa bahagia itu terlaksana, ia—mahasiswi tsb—dikabarkan syahid, ternyata dia adalah salah seorang anggota organisasi terkenal di palestina yang mencetak anggotanya menjadi seorang pelaku bom syahid, dia telah memilih kemuliaan di sisi Allah dengan mengorbankan nyawa demi membebaskan negerinya.&lt;br /&gt; Seorang mahasiswi, di Indonesia, bulan depan akan wisuda, gelar kesarjanan sudah nampak di depan mata, belum sempat masa bahagia terlaksana, ia dikabarkan tewas bunuh diri karena sang pacar tak mau bertanggungjawab atas kehamilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menjadi pengamen di bus sebenarnya bukanlah cita-cita Udin, tapi apa daya, ia memilih hidup di jalanan karena ia melihat kehidupan disana, sementara bangku kuliah yang kemarin sempat di dudukinya sudah lama ditinggalkannya, bukan apa-apa, masalah biaya adalah masalah yang sampai sekarang belum sempat terpecahkannya.&lt;br /&gt; Lain halnya dengan Aldin, ke kampus selalu bawa mobil, tiap hari main ke mall, malem ke diskotik, sempat tertangkap basah ketika nyabu bareng teman-teman kampusnya. Sementara orang tuanya sudah entah berapa kali mengingatkannya,..&lt;br /&gt;ADA APA DENGAN PARA PEMUDA ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PEMUDA ?? SIAPAKAH DIA ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan AlBanna pernah berkata: “Sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan  berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Keempat rukun ini—iman, ikhlas, semangat, dan amal) merupakan karakter yang melekat pada diri PEMUDA, karena sesungguhnya dasar keimanan  itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar  amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat  kecuali pada diri para pemuda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musthofa Muhammad Thahan menjelaskan tentang kekuatan pemuda:&lt;br /&gt;1. Sektor pembebasan dan kemerdekaan&lt;br /&gt;Pemuda adalah kemampuan, tekad, keberanian, dan kesabaran mengahdapi tantangan. dengannya ummat menghalau musuh dan mengangkat bendera kejayaannya.&lt;br /&gt;2. Sektor pemikiran dan Pembentukannya&lt;br /&gt;Pemuda adalah unsur kokoh yang mampu belajar keras, menguasai dan menghasilkan pemikiran serta pembaruan. Ibarat ranting yang amsih segar, kelenturannya cukup untuk terbentuknya pemikiran sekaligus mentransformasikan pemikiran tersebut kepada orang lain.&lt;br /&gt;3. Sektor Iman dan Amal&lt;br /&gt;Iman yang diam dan kehilangan dinamika tidak ada harganya , sedangkan keimanan pemuda selalu memunculkan energi tersembunyi yang besar dalam bentuk gerakan membina umat.&lt;br /&gt;4. Sektor Perubahan&lt;br /&gt;Pemuda adalah pelopor  dan sarana perubahan, Allah SWT tidak akan mengubah  nasib suatu kaum sampai mereka mengubah kondisi jiwa  mereka. Sedangkan  pemuda memiliki kekuatan jiwa  yang besar, maka perubahan yang dilakukannya pun besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda adalah individu yang merupakan bagian dari masyarakat, dan  pemuda adalah salah satu individu pilihan yang paling  banyak kontribusinya di masyarakat, paling dinamis dan paling berpengetahuan. Masyarakat dapat bangkit bersama gerakan pemuda dan masyarakat akan diam dan tertinggal jika pemuda melalaikan  kewajiban dan  perannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki kekuatan diatas, pemuda juga memiliki nilai strategis lain yaitu :&lt;br /&gt;1.Memberi tanpa berpihak/obyektif/independen&lt;br /&gt;2.Kelompok yang selalu bekerja&lt;br /&gt;3.Wanita dan pria&lt;br /&gt;4.Syuro tanpa sikap diktator&lt;br /&gt;5.Bersifat internasional/mondial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. TENTANG “OSTEOPORESIS”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang pemuda memiliki kekuatan yang luar biasa, pertanyaannya adalah kenapa  sampai saat ini umat Islam tak kunjung bangkit dari keterpurukannya??. &lt;br /&gt;Bila seluruh umat Islam diibaratkan sebagai satu bentuk yang kokoh, maka pemuda adalah tulang punggungnya, pemuda adalah tulang punggung kebangkitan Islam, apa yang terjadi pada sebuah tubuh bila tulang punggungnya retak, keropos, atau bahkan patah ??&lt;br /&gt;Ada diantara pemuda yang tumbuh dalam suasana bangsa yang sulit dan bergejolak, dimana kesadaran akan eksistensi diri selaku muslim dan keinginan untuk membangkitkan umat ini telah begitu kuat tertanam dalam dirinya.&lt;br /&gt;Ada juga diantara para pemuda yang tumbuh dalam suasana bangsa yang bejat dan rusak, dimana para pemimpinnya tak mampu mensejahterakan rakyatnya, ketimpangan sosial begitu menganga, pengaruh barat  telah merasuk hebat, gaya hidup yang hedonis dsb. Sehingga pemuda yang tumbuh dalam suasana ini  aktivitasnya lebih banyak tertuju pada dirinya sendiri daripada pada umatnya, dia pun kemudian cenderung hura-hura, dan main-main karena untuk menenangkan hatinya, meski sementara. Saya menamakan fenomena ini sebagai OSTEOPOROSIS (pengeroposan tulang), dimana terjadi proses penghancuran kekuatan pemuda sebagai tulang punggung sebuah generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. BERFIKIR GLOBAL, BERTINDAK LOKAL&lt;br /&gt;Ketika kesadaran, secara perlahan  mulai menyelimuti hati kita, maka satu hal yang mesti kita lakukan adalah : BERGERAK !!! karena sesungguhnya perubahan tidak akan pernah terjadi jika hanya DIAM.&lt;br /&gt;Perhatikan kondisi di sekitar kita, layakkah itu kita sebut sebagai situasi yang Islami?? Benarkah pendidikan yang kita jalani adalah pendidikan yang sesuai dengan spirit Islam? Apakah pergaulan di masyarakat mencerminkan semangat persaudaraan Islam? Kalau tidak, segera susun kekuatan, galang persatuan dan gunakan sarana-sarana yang ada untuk MEMPERBAIKINYA!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113534936267945391?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113534936267945391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113534936267945391' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113534936267945391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113534936267945391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/untuk-para-pemuda-muslim.html' title='UNTUK PARA PEMUDA MUSLIM'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113534924529061878</id><published>2005-12-23T21:44:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T21:47:25.353+07:00</updated><title type='text'>SYAHADATAIN, dan semuanya jadi baik..</title><content type='html'>Oleh : Aang Fahruroji, S.Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POTRET  SYAHADAT  UMMAT&lt;br /&gt;Keadaan kaum muslimin saat ini memang sangat memprihatinkan, bukan sekedar  aspek materi yang minim, dengan gejala kemiskinan yang lekat dengan citra kaum muslimin, tapi juga aspek immateri yang meliputi : pendidikan, kesehatan, kesejahteraan bahkan aspek keyakinan terhadap dien-nya pun sangat lemah.&lt;br /&gt;Bila kita gunakan Alquran sebagai teropong untuk melihat ummat, maka akan kita dapati ummat Islam dewasa ini adalah ummat LAIN, bukan sebagai ummat Alquran yang dilukiskan Allah SWT sebagai ummat terbaik, yang dijelaskan  alasan terbaiknya karena mereka menyeru  orang berbuat makruf   dan mencegah orang bebuat munkar, serta beriman kepada Allah. &lt;br /&gt;Secara umum dapat dikatakan bahwa kaum muslimin memiliki kelemahan  di bidang aqidah, tsaqofah, tarbiyah, manajemen organisasi, dakwah dan akhlak. Kondisi ini berlaku  di hampir semua negara-negara Islam/ mayoritas Islam. &lt;br /&gt;Semua ini tak lebih karena  kelalaian kaum muslimin yang seharusnya mampu  menjadi Khalifah (pengatur) di muka bumi. Kita kehilangan kemampuan dalam menerjemahkan  kehendak-kehendak Ilahiyah dalam bentuk yang aplikatif. Padahal alam semesta ini adalah milik Allah sehingga hanya Dia yang dapat  mengoperasikan  perputaran roda alam ini, sehingga ketundukkan dan kepatuhan kepadaNya adalah mutlak karena walaupun kita membangkang  atau tidak melaksanakan  kehendakNya –yang menyebabkan kehancuran dan kebinasaan—maka  tidaklah berkurang kekuasaanNya.&lt;br /&gt;Sebuah majalah Islam, Suara Hidayatullah, di tahun 90-an telah  mengangkat fenomena ini dalam rubrik Kajian Uatama-nya. Disebutkan disana bahwa keadaan ummat yang carut marut ini adalah sebuah cerminan dari kualitas syahadat ummat yang masih sangat rendah, dan sekarang fenomena ini masih terus berlanjut, bahkan semakin menggejala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENEMUKAN KEMBALI  SYAHADATAIN...&lt;br /&gt;Kenapa ummat Islam terjebak pada situasi ini ? ini tak bukan karena kita semakin kabur dalam melihat visi dan misi  mengapa kita diciptakan. Kekaburan visi kita kedepan  tercermin dalam kelalaian kita kepada hari akhir yang kekal dan kita hanya sibuk dengan kesenangan dunia yang sifatnya sementara. Kekaburan visi misi  mengapa kita diciptakan tercermin dalam kealpaan kita dengan tugas  sebagai hamba sekaligus khalifah Allah di muka bumi yang semuanya ini  adalah aktualisasi  dan realisasi dari kekuasaan Allah yang merupakan penguasa tunggal, dengan kata lain kita sudah kabur dengan ke-tauhid-an kita terhadap Allah. Banyak diantara kaum muslimin yang beridentitas-Islam, mereka membaca syahadat tetapi belum bersyahadat, mereka mengerjakan sholat tetapi belum mendirikan sholat, mereka menunaikan haji tetapi belum berhaji, bahkan mereka memperjuangkan Islam tetapi mereka belum berjuang untuk Islam.&lt;br /&gt;Sesungguhnya perjuangan berat Rosulullah dalam menemukan syahadat   telah terlambang dalam peperangan lahir, yang digambarkan dalam bentuk perang fisik melaawan bala tentara pimpinan Abu Sufyan. Sedang peperangan bathin adalah melawan hawa nafsunya sendiri, sesuai sabdanya bahwa jihad akbar adalah jihad melawan hawa nafsu sendiri.&lt;br /&gt;Barulah setelah itu syahadat dalam pengertian sesungguhnya dapat dijumpai oleh segenap umat Islam pada zaman itu. Rosul pun tidak terlalu sulit dalam menebarkan benih-benih syahadat dalam masyarakat Islam. Relatif tidak begitu lama dalam jangka waktu dua puluh tiga tahun, buah syahadat  menampakkan diri berupa tatanan masyarakat Islami yang diidam-idamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NILAI STRATEGIS  SYAHADAT&lt;br /&gt;Benarkah syahadatain dapat merubah tatanan masyarakat, yang tadinya jahily menjadi tatanan masyarakat islam? Dimanakah letak strategis syahadatain? Bagi sebagian orang mungkin tak akan percaya bahwa sesungguhnya perubahan itu dimulai dari syahadatain. Tapi fakta sejarah telah membuktikan bahwa rosulullah mengubah dunia dengan landasan awal syahadatain. &lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa nilai strategis syahadatain, yaitu :&lt;br /&gt;1. Pintu gerbang Islam&lt;br /&gt;apa sih bedanya orang Islam dengan kafir ? pakah dari namanya? Robert dengan Hasan? Atau dari wajahynya berjenggot atau tidak? Ternyata ada juga  Robert yang beragama islam sedang hasan beragama nasrani dan banyak kaum muslimin yang tidak berjenggot sedangkan penyanyi barat yang kristen berjenggot, bahkan  pencuri-pencuri arab yang kafir juga berjenggot.. lalu apa yang membedakannya?yang membedakanya adalah syahadat. Seseorang dikatakan muslim bila dia mengikrarkan syahadatain karena sesungguhnya syahadatain  merupakan  pernyataan ketundukkan (Islam) itu sendiri.seseorang belum dikatakan  muslim bila hanya mengikrarkan Laa Ilaha Ilallah sebab hakikat seorang muslim adalah ketundukan, jika belum tunduk kepada sunnah rosulullah maka belum Islamlah dia (QS 60:13; 59:7).&lt;br /&gt;2. Syahadat merupakan inti ajaran Islam &lt;br /&gt;Islam bila diperas maka akan kelihatan pangkal dan ujungnya merupakan laa Ilaha Ilallah. Dari segala aspek peribadatan ternyata menuju kepada pengabdian kepada Yang Esa, yaitu Allah. Islam mencakup ibadah dalam arti khusus (mahdloh) yang benar-benar ditujukan kepada Allah semata, Islam mencakup Ibadah  alam arti luas/umum, muamalah (ghoir mahdloh) yang merupakan konsekuensi dari tugas kholifah dan fungsi kholifah inilah yang merupakan bukti aktuaisasi kekuasaan Allah Yang Maha Besar yang tidak hanya bisa menuruti perintahNya ataupun membangkang, namun juga bisa memilih mana yang baik untuk dia dengan konsekuensi-konsekuensi tertentu (QS 20:123-124).&lt;br /&gt;3. Syahadatain merupakan Asas perubahan&lt;br /&gt;segala ssuatu yang ada  di alam ini apat berubah sesuai dengan sunnatullah kecuali sunnatullah itu sendiri. Namun sesuatu itu ada yang cepat berubah  dan ada yang lambat. Pengetahuan dan teknologi mudah sekali berubah, kebudayaan lebih lambat, dan ideologi/keyakinan/akidah susah untuk berubah, sehingga dapat dikatakan manakala ideologi seseorang sudah berubah, maka berubah pula  tatanan kehidupan dia (budaya, teknologi, pengetahuan, cara hidup dsb). Demikian pula dengan orang Islam apabila syahadat yang merupakan inti ajran Islam sudah menancap dalam dirinya sebagai akidah, maka berubah pula seluruh aspek kehidupannya seperti halnya seorang Umar bin khottob  yang dulunya seorang jahiliyah  yang bengis sehingga tega membunuh anak perempuannya sendiri dan bodoh karena menyembah berhala dapat berubah  menjadi seorang penyayang yang selalu ronda tiap malam untuk mencari orang yang membutuhkan dan menjad seorang yang pandai  sehingga mampu  membuat undang-undang sesuai syariat Islam setelah dia bersyahadat. Syahadat inilah yang akan selalu memompa semangat ummat Islam untuk selalu  membuat perubahan  yang lebih baik (QS 13:11) dan karena inlah orang-orang  kafir sangat takut kepadanya.&lt;br /&gt;4. Syahadat merupakan hakikat dakwah para rasul&lt;br /&gt;rasul dilahirkan dari ibu yang berbeda-beda namun mempunyai misi yang sama. Syariat yang dibawa rosul  dapat berbeda-beda  namun  intinya tetap sama  yaitu beriman kepaada Allah dan menjauhi thogut.&lt;br /&gt;5. syahadat merupakan keutamaan yang agung&lt;br /&gt;syahadat dapat menyelamatkan dari azab Allah di dunia dan akhirat. Juga menjadi sebab terhapusnya dosa dan maksiat sertta sebab masuknya  seseorang  kedalam surga dan tidak kekal di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KANDUNGAN SYAHADAT&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui urgensi syahadat dala kehidupan maka perlu sekiranya kita mengetahui kandungan syahadat karena kandungan syahadat inilah  yang menjadikan kengerian orang kafir seperti diungkapkan Amr bin hisyam (abu jahal) kepada nabi  sekaligus  ketenangan bagi kaum muslimin. Syahadat merupakan sebuah ikrar, sumpah dan janji yang diyakini dalam hati diucapkan oleh lisan dan diamalkan  sesuai dengan rukun-rukun tang telah ditetapkan yang isinya tentang Tiada  ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;Kandungan Laa ilaha Ilallah sendiri adalah bahwa kita mengakui tidak ada pencipta, tidak ada pemberi rizqi, tidak ada penguasa, tidak  ada yang memberi manfaat dan mudharat, tidak ada pengatur alam semesta ini, tidaka da pelindung, tidak ada hakim, tidak ada yang berhak  memerintah dan melarang, tidak ada pembuat syariat, tidak ada yang ditaati an tidak ada yang pantas disembah serta diibadahi kecuali Allah, sedangkan kandungan Muhammadurosulullah  adalah  kita wajib taat dan mengambil suri teladan untuk kita realisasikan dalam kehidupan hanya kepada Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONSEKUENSI SYAHADAT&lt;br /&gt;Kandungan syahadat diatas sudah barang tentu akan membawa konsekuensi yang antara lain :&lt;br /&gt;1. Cinta dan Iman tanpa ragu-ragu&lt;br /&gt;Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RosulNya kemudian tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan juwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (QS 49:15). &lt;br /&gt;2. Jihad&lt;br /&gt;segala kesaksian dan pernyataan tanpa bukti sesungguhnya  hanyalah angan-angan. Bukti bahwa  orang yang bersyahadat adalah dengan kerelaannya mengorbankan segala apa yang dia punyai baik harta maupun jiwa untuk menegakkan kalimat syahadat di muka bumi. Namun ini semua tak akan pernah terealisir kecuali dengan jihad (kesungguhan).&lt;br /&gt;3. Alwala’ wal bara’&lt;br /&gt;kalimat syahadat merupakan upaya  pelepasan diri/penolakan terhadap semua Ilah (bara’) dan penisbahan diri menjadi seorang hamba  hanya kepada Allah (wala’) sehingga konsekuensinya  seorang yang telah bersyahadat  harus berani menolak segala bentuk penghambaan kepada selain Allah dan segala kedzaliman. Selain itu dia harus tunduk, patuh dan loyal (setia)  kepada Allah (QS 60:1).&lt;br /&gt;4. Totalitas Islam &lt;br /&gt;Allah tidak menghendaki  ada penyekutuan  terhadapNya karena Dia tidak  menghendaki adanya parsialisasi Islam sebab dengan parsialisasi  maka akan  menggambarkan terbaginya cinta  dimana hal inilah  yang sangat dibenci Allah, dzat yang seharusnya paling dicinta (QS 9:24; QS 2:108).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAMPAK SYAHADAT&lt;br /&gt;Apabila syahadat telah menancap kuat pada diri kaum muslimin  dan telah dia realisasikan melalui pemenuhan konsekuensinya maka kaum muslimin akan tumbuh sikap merdeka, mulia, tenang, aman, optimis, berani dan tawakkal. Selain itu akan turun barakah dari Allah dan akan mendapatkan kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EPILOG&lt;br /&gt;Sesungguhnya kehidupan  ini adalah  cobaan bagi manusia. Segala persoalan islam yanga da pada saat bini juga merupakan cobaan bagi kaum muslimin. Kita diuji bagaimana kita  mampu mempertahankan tauhid dalam kehidupan kita. Kita dulu dihidupkan dengan syahadat dan mati pun seharusnya dengan syahadat (syahid) pula sehingga kita mendapatkan jannah Allah yang dijanjikan. Amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113534924529061878?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113534924529061878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113534924529061878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113534924529061878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113534924529061878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/syahadatain-dan-semuanya-jadi-baik.html' title='SYAHADATAIN, dan semuanya jadi baik..'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113534898624391427</id><published>2005-12-23T21:42:00.000+07:00</published><updated>2005-12-23T21:43:06.446+07:00</updated><title type='text'>AMAL JAMA’I: SEBUAH PENGANTAR</title><content type='html'>OLEH : aang fahruroji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam kajian tentang amal jama’i diantaranya :&lt;br /&gt;1.apakah setiap program harus dilaksanakan oleh seluruh anggota? &lt;br /&gt;2.apa beda antara amal jama’i dengan kerjasama anggota?&lt;br /&gt;3.mungkinkah amal jama’i dilakukan hanya oleh seorang?&lt;br /&gt;4.bagaimana kewajiban pemimpin dan anggota?&lt;br /&gt;5.bagaimana cara mengambil keputusan yang baik dan efektif bagi sebuah organisasi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syaikh Musthofa Masyhur memberikan ta’rif amal jama’i sebagai berikut :&lt;br /&gt;“gerakan bersama untuk mencapai tujuan organisasi berdasarkan keputusan yang telah ditetapkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tafsir dari ta’rif diatas adalah :&lt;br /&gt;1.amal jamai merupakan gerakan bersama, dimana setiap anggota menjalankan fungsi strukturalnya dengan orientasi pencapaian tujuan.&lt;br /&gt;2.bahwa amal yang dilakukan oleh seluruh anggota adalah dalam rangka mencapai tujuan organisasi.&lt;br /&gt;3.bahwa amal yang dilakukan harus berdasar keputusan yang telah ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’rif diatas juga mensyaratkan bahwa amal jama’i hanya bisa dilakukan oleh organisasi/jama’ah yang mempunyai:&lt;br /&gt;1.tujuan (ghoyyah) /visi misi yang jelas&lt;br /&gt;2.manhaj/metodologi gerakan yang kokoh&lt;br /&gt;3.unsur kepemimpinan (qiyadah) yang berwibawa&lt;br /&gt;4.keta’atan anggota terhadap pimpinan&lt;br /&gt;5.pola pengorganisasian (tandhim) yang rapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyadah dalam sebuah jama’ah merupakan unsur vital yang akan membawa jalannya organisasi. fungsi strategis qiyadah diantaranya: fungsi koordinatif (mengatur), fungsi imperatif (memaksa), vonis keputusan (terutama dalam situasi darurat). Qiyadah dipilih untuk dita’ati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syuro merupakan salah satu instrumen pengambil keputusan yang paling substansial dalam sebuah organisasi. jika mekanisme pengambilan keputusan selalu berjalan dengan baik, maka organisasi tersebut akan mempunyai soliditas dan resistensi yang tinggi terhdap goncangan yang biasanya mengakhiri riwayat banyak organisasi. asas penentuan sikap dan pengambilan keputusan adalah asumsi mahlahat yang terdapat dalam perkara itu. Karena sifatnya asumsi, maka sudah pasti relatif, karenanya sangatlah mudah mengalami perubahan-perubahan. Sehingga sebuah keputusan syuro selalu mengandung resiko. Sepanjang yang dilakukan syuro adalah mendefinisikan mashlahat ammah atau mudharat asumtif, maka selalu ada resiko kesalahan. Atau setidak-tidaknya “tempo kebenarannya” sangat pendek.  Fungsi syuro ini dapat terlaksana bila memenuhi syarat : &lt;br /&gt;1.tersedianya sumber-sumber informasi yang cukup untuk menjamin bahwa keputusan yang kita ambil dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.&lt;br /&gt;2.tingkat kedalaman ilmu pengetahuan yang memadai harus dimiliki setiap peserta syuro.&lt;br /&gt;3.adanya tradisi ilmiah dalam perbedaan pendapat yang menjamin keragaman pendapat yang terjadi dalam syuro dapat terkelola dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syuro punya fungsi psikologis dan fungsi instrumental. Fungsi psikologis terlaksana dengan menjamin adanya kemerdekaan dan  kebebasan yang penuh bagi peserta syuro untuk mengekspresikan pikiran-pikirannya secara wajar dan apa adanya. Tapi, tenyu saja setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan dirinya. Jika ruang ekspresi tidak terwadahi dengan baik, maka akan terjadi konflik yang kontraproduktif dalam syuro.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113534898624391427?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113534898624391427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113534898624391427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113534898624391427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113534898624391427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/amal-jamai-sebuah-pengantar.html' title='AMAL JAMA’I: SEBUAH PENGANTAR'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113393475699185344</id><published>2005-12-07T12:51:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T12:52:37.056+07:00</updated><title type='text'>SENTUHAN FITRAH</title><content type='html'>Tulisan ini mungkin terlambat, tapi semoga ada manfaatnya dalam usaha&lt;br /&gt;menambah wawasan keimanan dan keilmuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadan, bulan puasa telah berlalu. Sebulan penuh itu seorang Muslim&lt;br /&gt;berupaya semaksimal mungkin untuk menjadi hamba yang abid, meninggalkan &lt;br /&gt;kenikmatan duniawinya di siang hari dalam rangka mendekatkan atau &lt;br /&gt;taqarrub  kepada Allah SWT. Di bulan puasa inilah seorang hamba akan &lt;br /&gt;berupaya semaksimal mungkin untuk mengenal alam spiritual yang agung. &lt;br /&gt;Makan, minum dan hubungan suami isteri yang merupakan simbol jasadiyah &lt;br /&gt;kehidupan ditinggalkan dalam masa tertentu, untuk menyingkap pandangan &lt;br /&gt;material manusia untuk mengembalikan pandangan spiritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia menembus alam materialnya dalam melihat dunianya,&lt;br /&gt;merupakan kemenangan yang luar biasa. Sebab hanya dengan kapabilitas &lt;br /&gt;tersebut, manusia mampu membedakan wujudnya dari wujud-wujud makhluk &lt;br /&gt;lainnya. "ya'lamuuna zaahiran minal hayatid dunya wa hum 'anil Akhirati &lt;br /&gt;hum ghaafiluun" (Mereka tahu dari kehidupan dunia ini hanya yang &lt;br /&gt;lahir-lahir semata. Sedangkan mereka lalai terhadap kehidupan Akhirt". &lt;br /&gt;Ayat lain menjelaskan, "Sungguh Kami telah persiapkan neraka jahannam &lt;br /&gt;untuk kebanyakan dari kalangan Jin dan manusia. Sebabnya, mereka punya&lt;br /&gt;mata namun tidak melihat, punya telinga namun tidak mendengar, punya &lt;br /&gt;hati tapi tidak faham. Mereka itu seperti binatan, malah lebih sesat &lt;br /&gt;dari binatan". Pada bagian lain, dijelaskan, "Mereka itu makan dan &lt;br /&gt;bersenang-senang sebagaimana hewan-hewan makan dan bersenang-senang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Al Qur'an yang sangat keras terhadap sebagian manusia di &lt;br /&gt;atas, bukanlah suatu yang samar lagi dalam kehidupan manusia saat ini.&lt;br /&gt;Karakteristik hewani manusia telah dominan, sehingga nilai-nilai kesucian&lt;br /&gt;spiritualnya telah terabaikan bahkan terkadang dianggap momok bagi kehidupan&lt;br /&gt;manusia itu sendiri. Ini tentunya, adalah konsekwensi langsung dari kebutaan&lt;br /&gt;manusia dalam pandangan spiritual. Sehingga mata kasar melihat dengan jelas&lt;br /&gt;segala yang kasat pandang, namun di balik pandangan kasat itu semuanya&lt;br /&gt;mereka buta. Ketidak mampuan memandang secara spiritual inilah yang &lt;br /&gt;melahirkan berbagai sifat maupun sikap bodoh yang lebih dikenal dengan &lt;br /&gt;istilah "jahiliyah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merayakan Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan manusia dengan puasanya untuk menyingkap tabir pandangan kasat&lt;br /&gt;menuju kepada pandangan spiritual, sebagaimana dikatakan, adalah merupakan&lt;br /&gt;kemenangan yang besar (fawz adziim). Kemenangan inilah yang lazimnya&lt;br /&gt;dirayakan oleh kaum Muslimin di penghujung Ramadan. Mereka bergembira,&lt;br /&gt;bersuka ria terlepas dari kungkungan material yang selama ini menjadi&lt;br /&gt;penghalang antara dirinya dan dunia kemanusiaannya atau alam insaniyahnya.&lt;br /&gt;Kembalinya manusia ke alam insaniyah yang sesungguhnya inilah yang disebut&lt;br /&gt;"idul Fitri" atau kembali ke fitrah (kesucian, kealamiahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah inilah sesungguhnya yang kita sebut tadi dengan penglihatan&lt;br /&gt;spiritual. Yaitu suatu kemampuan untuk memandang dengan hati nurani. &lt;br /&gt;Pandangan nurani inilah sesungguhnya pandangan manusiawi. Pandangan &lt;br /&gt;yang mampu menjangkau di balik pandangan kasat. Sebagai ilustrasi, &lt;br /&gt;jika anda berjalan bersama 5 kawan yang datang dari latar belakang; &lt;br /&gt;warna kulit, bahasa, tradisi, bangsa Eropa, Asia, Afrika, China, Arab, &lt;br /&gt;dll, tiba-tiba di tengah jalan anda dan kawan-kawan ini menyaksikan &lt;br /&gt;suatu tabrakan dahsyat, dimana seorang bayi ditabrak mobil misalnya. &lt;br /&gt;Maka saya yakin, semua yang menyaksikan itu, baik yang hitam, putih, &lt;br /&gt;bermata sipit, Eropa, China, Asian, dll, semuanya akan merasakan suatu &lt;br /&gt;perasaan yang sama. Yaitu suatu perasaan iba, kasihan atau apapun &lt;br /&gt;istilahnya. Yang jelas terjadi suatu perasaan yang sama pada setiap&lt;br /&gt;individu yang berlatar belakang sosial mapun lahiriyah yang jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan inilah sesungguhnya merupakan indikasi fitrah yang paling kuat&lt;br /&gt;dalam diri seseorang. Semua manusia memiliki perasaan seperti ini. Karena &lt;br /&gt;fitrah ini tak akan mungkin terobah apalagi hilang dari seorang manusia.&lt;br /&gt;"Fitratallahi allati fatarannasa 'alaeha laa tabdiila likhalqillah" (Fitrah&lt;br /&gt;Allah, dimana manusia diciptakan sesuai dengan fitrah itu. Tiada perubahan&lt;br /&gt;dalam ciptaan fitrah itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka istilah Idul fitri sesungguhnya, bukanlah istilah yang harus&lt;br /&gt;ditafsirkan secara harfiyah (tekstual), melainkan difahami sebagai upaya &lt;br /&gt;untuk menyingkap berbagai sitar antara dunia manusia dengan alam nuraniya&lt;br /&gt;(fitrahnya) sendiri. Di sinilah manusia (baca ummat Islam) diwajibkan &lt;br /&gt;meninggalkan simbol-simbol kesenangan dunianya (kecenderungan perut dan &lt;br /&gt;apa yang di bawah perut) di siang hari untuk mengikis kecenderungan yang &lt;br /&gt;melupakan (lahwun) fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok sentuhan Fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kehidupan manusia seluruhnya harus tertata di atas nilai-nilai&lt;br /&gt;fitrah ini. Sebab memang manusia diciptakan di atas nilai-nilai fitrah tadi&lt;br /&gt;(Fitratallahi allati fatarannasa 'alaeha). Namun demikian, dapat dikatakan&lt;br /&gt;bahwa sentuhan pokok fitrah manusia ada pada 4 hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Ma'rifat al Khaliq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan fitrah yang paling terbesar adalah pengenalan terhadap sang Khaliq.&lt;br /&gt;Barangkali inilah sentuhan fitrah yang terbesar karena merupakan fakta&lt;br /&gt;terbesar pula dalam kehidupan manusia. Sehingga dikatakan, jika seorang&lt;br /&gt;manusia tidak lagi mengenal Tuhannya maka jangan diharap dia akan mengenal&lt;br /&gt;apapun, termasuk dirinya. Barangkali inilah fakta kehidupan manusia saat&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;Manusia tidak lagi mengenal apa-apa dengan benar, termasuk mengenal dirinya&lt;br /&gt;sendirinya, karena mereka telah jahil terhadap hakikat Rabnya. "Nasullaha&lt;br /&gt;fansaahum anfusahum, ulaaika humul ghaafiluun" (Mereka lupa Allah, maka&lt;br /&gt;Allah menjadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-&lt;br /&gt;orang yang lalai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang rasanya sangat berlebihan jika manusia tidak lagi mengenal Tuhannya.&lt;br /&gt;Padahal hakikatnya, dimana pun mata memandang Tuhan menampakkan diriNya&lt;br /&gt;(kebesaranNya) secara jelas. Di sinilah sebabnya, sehingga Rasulullah SAW&lt;br /&gt;pernah bersabda: "Pikirkanlah ciptaan Allah dan Jangan memikirkan Dzat&lt;br /&gt;Allah, sebab kamu tak akan mampu mencapaiNya". Disebutlah dalam buku-buku&lt;br /&gt;sejarah para ahli tasawuf, bahwa suatu ketika AL Ghazali berjalan di &lt;br /&gt;pinggir pantai. Lalu di pandangnya keindahan ombak di lautan, seraya &lt;br /&gt;berujar: "aku lihat Tuhanku berenang-renang". Tentulah Al Ghazali&lt;br /&gt; memaksudkan di sini, betapa kebesaran Ilahi terpancar lewat keindahan &lt;br /&gt;ombak lautan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ayat dalam Al Qur'an menjelaskan, bahwa Allah menampakkan&lt;br /&gt;tanda-tanda kebesaranNya dalam segala ciptaanNya, termasuk dalam diri&lt;br /&gt;manusia itu sendiri. "Akan Kami perlihatkan tanda-tanda kebesaran Kami &lt;br /&gt;di angkasa luar dan pada diri-diri mereka, apakah mereka tidak melihat?" &lt;br /&gt;Bahkan perintah menganalisa, membaca dalam Al Qur'an sebagai wahyu pertama &lt;br /&gt;intinya memerintahkan manusia untuk memikirkan penciptaan dirinya sendiri &lt;br /&gt;dalam upaya untuk mengenal Rabbnya Yang telah mencipta (Iqra' bismi Rabbika &lt;br /&gt;alladzi Khalaq".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah mereka lihat bagaimana onta diciptakan. Bagaimana langit&lt;br /&gt;ditinggikan. Bagaimana gunung ditancapkan. Dan bagaimana bumi dihamparkan"&lt;br /&gt;firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian menyatunya antara Khaliq dan fitrah manusia, sehingga seingkar&lt;br /&gt;apapun manusia, ia tak akan mampu mengingkari adanya wujud Ilahi. Disebutkan&lt;br /&gt;dalam Al Qur'an bahwa Iblis ketika diusir dari Syurgapun masih mengakui&lt;br /&gt;kebesaran Ilahi. "Fabiizzatika laughwiyannahum ajma'iin" (Hanya dengan&lt;br /&gt;kemuliaanMu ya Allah, akan kami sesatkan mereka semua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir'aun sang mutakabbir yang berlebihan, pengaku tuhan tertinggi, bahkan&lt;br /&gt;berpura-pura tidak mengenal Tuhan ketika Musa AS memperkenalkan kebesaranNya&lt;br /&gt;kepadanya: "Wamaa Rabbukuma ya Musa wa Haruun" (Siapa sih Tuhanmu wahai Musa&lt;br /&gt;dan harun?). Namun terbukti bahwa fitrahnya tak akan mampu mengingkari Tuhan&lt;br /&gt;ketika ia tenggelam di laut merah, di saat keangkuhannya tersingkap karena&lt;br /&gt;dunia luarnya telah mengkhianatinya. Kekuasaannya, tentaranya, kekayaannya,&lt;br /&gt;dan semua kesombongannya lari meninggalkannya di tengah laut menjerit-jerit&lt;br /&gt;memohon pertolongan. Akhirnya, ia berkata: "al aana amantu biRabbi Musa wa&lt;br /&gt;Haruun" (Sekarang saya beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun). Inilah&lt;br /&gt;pengakuan fitrah. Namun pengakuan terpaksa tak akan pernah diterima dalam&lt;br /&gt;ajaran kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini manusia modern berpura-pura pula tidak mengenal Allah. Namun dari hari&lt;br /&gt;ke hari, mereka jsuteru sesungguhnya mengejar, berlari mencari Tuhannya.&lt;br /&gt;Batin mereka menjerit. Mencari sesuatu yang lebih dari apa yang saat ini&lt;br /&gt;nampak, dan apapun yang akan nampak dalam pandangan kasat manusia &lt;br /&gt;(material). Mereka mengejar semua itu, namun tak kunjung mendapatkannya, &lt;br /&gt;karena mereka tenggelam dalam kepura-puraan mengingkari fitrahnya. &lt;br /&gt;Nuraninya tertutupi alam material untuk mengakui Ilahnya yang terang &lt;br /&gt;benderang di hadapan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Ma'rifat al insan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan bahwa keberhasilan manusia dalam mengenal Tuhannya&lt;br /&gt;atau kegagalannya dalam mengenal Tuhannya akan melahirkan pula pengenalan&lt;br /&gt;terhadap dirinya atau kejahilan terhadap dirinya sendiri. Manusia hanya akan&lt;br /&gt;sadar akan dirinya jika sadar akan Tuhannya. Sebaliknya, manusia akan jahil&lt;br /&gt;terhadap dirinya jika ia jahil terhadap Tuhannya. Sehingga sebagai&lt;br /&gt;penafsiran dari ayat: "Nasullaaha fa ansaahum anfusahum" (mereka lupa &lt;br /&gt;Allah, maka Allah menjadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri), &lt;br /&gt;disebutkan dalam  sebuah pepatah Arab: "man 'arafa nafsahu faqad 'arafa &lt;br /&gt;Rabbah" (siapa yang kenal dirinya maka dia sudah kenal Tuhannya). Ini &lt;br /&gt;adalah konsekwensi logis. Bahwa mereka yang mengenal Allah, baik dalam &lt;br /&gt;alam pemikiran (keyakinan/iman) maupun aksinya (amal), adalah manusia &lt;br /&gt;yang sadar akan dirinya. Mereka tahu, dari mana mereka, bagaimana mereka,&lt;br /&gt;serta akan ke mana mereka sesungguhnya dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan mereka yang tidak sadar diri (karena tidak kenal Tuhan),&lt;br /&gt;mereka serba semrawut kehidupannya. Kehidupan manusia semacam ini adalah&lt;br /&gt;kehidupan "budak-budak" material yang tunduk patuh kepada rutinitas&lt;br /&gt;keduniaan. Mereka tidak lagi sebagai "ahsanu taqwiim" (sebaikbaik ciptaan),&lt;br /&gt;atau makhluk yang termulia (karramna banii aadam) serta bukan lagi sebagai&lt;br /&gt;pemegang amanah pengendali bumi (khalifah) yang telah diberikan autoritas&lt;br /&gt;penuh "Huwalladzi khalaqa lakum maa fil ardh" (Dialah Allah yang telah&lt;br /&gt;menjadikan semuanya "bagimu" apa-apa yang ada di atas bumi ini) untuk&lt;br /&gt;mengelolah bumi ini dalam rangka kemakmuran mereka sendiri. Sebaliknya,&lt;br /&gt;mereka telah menjadi budak-budak keduniaan (material). Mereka tidak punya&lt;br /&gt;pijakan hidup, sehingga mereka cenderung mengikut kepada "perubahan situasi"&lt;br /&gt;dan bukannya mereka menjadi "penggerak/pengendali prubahan" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan manusia dalam mengenal dirinya inilah yang melahirkan berbagai&lt;br /&gt;sifat maupun sikap yang serba jahil. Kesimpang siuran nilai-nilai kehidupan,&lt;br /&gt;kesemrawutan prilaku, menjadi fenomena utama masyarakat jahil tersebut.&lt;br /&gt;Barangkali contoh-contoh klasik, seperti homoseksualitas, lesbianisme,&lt;br /&gt;poliamorisme, free sex, berbagai bentuk violence, dll, adalah contoh-contoh&lt;br /&gt;yang terjadi setiap saat di depan mata kita. Manusia telah berdaya upaya&lt;br /&gt;untuk menanggulangi semua ini. Milyaran dollar telah dibelanjakan untuk&lt;br /&gt;mencari solusi. Namun tak kunjung redah apalagi habis, karena dalam&lt;br /&gt;prosesnya justeru manusia semakin diajak untuk tidak mengenal dirinya &lt;br /&gt;sendiri. Dan ini pulalah dilema dunia barat saat ini. Sadar akan &lt;br /&gt;keboborokan yang terjadi, namun tidak sadar kalau semua itu sebagai akibat &lt;br /&gt;dari kejahilan terhadap dirinya, akibat kejahilan akan KhaliqNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Ma'rifat al Wali wal 'Aduw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan fitrah yang ketiga adalah mengenal kawan dan lawan. Sebagaimana&lt;br /&gt;perkawanan (walaa), permusuhan ('adaa) juga adalah bagian dari fitrah&lt;br /&gt;manusia. Hanya saja, bahwa dalam kenyataannya manusia banyak tidak mengenal&lt;br /&gt;siapa kawan (wali) dan siapa pula musuh ('aduw)nya. Sehingga terkadang&lt;br /&gt;manusia yang seharusnya bermusuhan dengan musuh-musuhnya, menjadi berkawan&lt;br /&gt;bahkan terkadang kongkalikong (kolusi) dengan musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Adam pertama kali diturunkan di atas bumi ini, pesan Allah yang&lt;br /&gt;pertama kepada Adam dan isterinya adalah: "Qulnahbithuu ba'dhukum liba'dhin&lt;br /&gt;adhuwwun" (Turunlah kamu dalam keadaan bermusuhan). Para ulama mengatakan&lt;br /&gt;bahwa "ba'dhukum liba'dh" di atas adalah salah satu bentuk kata yang&lt;br /&gt;menggambarkan keadaan atau "haal" dalam istilah tata bahasa Arab. Artinya,&lt;br /&gt;manusia hadir di atas dunia ini dalam keadaan bermusuhan. Bermusuhan dengan&lt;br /&gt;siapa? Konteks ayatnya jelas, yaitu dengan Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah seringkali kita salah persepsi bahwa Iblis itu adalah&lt;br /&gt;makhluk terpisah yang jauh dari kita. Barangkali ini benar. Namun dilihat&lt;br /&gt;dari hakikatnya, sesungguhnya Iblis itu terkadang menyatu dengan diri-diri&lt;br /&gt;kita. Karena demikian dekatnya, sehingga semua arah terkuasai olehnya untuk&lt;br /&gt;menggoda kita. "Dari depan, belakang, kanan dan kiri" semuanya dapat&lt;br /&gt;dipergunakan untuk menyesatkan manusia. Ini pula maknanya, sehingga&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengatakan bahwa musuh terbesar kita adalahmusuh yang ada&lt;br /&gt;pada diri kita sendiri (hawa nafsu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melepaskan kungkungan Iblis (musuh) terhadap diri kita diperlukan&lt;br /&gt;Allah (wali) sebagai pembenteng. Manusia yang taqarrub (dekat) dengan &lt;br /&gt;Tuhannya inilah yang pasti jauh dari musuhnya (Iblis). "Allaahu &lt;br /&gt;Walyyulladzina aamanuu. Walladziina kafaruu awliyaauhum at Thaguut" &lt;br /&gt;(orang-orang yang beriman itu walinya adalah Allah, sedangkan orang-orang &lt;br /&gt;kafir wali-walinya adalah thagut). Dan orang yang menjadikan Allah sebagai&lt;br /&gt;walinya tak akan mengalami rasa takut dan khawatir dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;"Alaa inna awliyaaLLAHI laa khawfun 'alaihim walaa hum yahzanuun" (Sungguh &lt;br /&gt;bagi wali-wali Allah tiada takut bagi mereka dan tiada mereka bersedih).&lt;br /&gt;Kini ditemukan bahwa ternyata penyakit "takut dan khawatir" adalah sumber &lt;br /&gt;dari berbagai penyakit manusia. Dan ini pula kekhasan manusia modern, jika &lt;br /&gt;miskin bersedih, jika kaya takut bangkrut. Akhirnya hidupnya dibayang-&lt;br /&gt;bayangi oleh hantu "takut" dan "khawatir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, ma'rifat al Waqi'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hidup di alam kenyataan. Bagi seorang Muslim hidup ini adalah&lt;br /&gt;realita. Bukan sebagaimana teori nihilisme yang memandang dunia ini sebagai&lt;br /&gt;"ilusi" yang seolah-olah hanya bayangan. Dari sinilah Al Qur'an menyatakan:&lt;br /&gt;"Wa lakum filadhi mustaqarr wamataa'" (Bagimu di atas bumi ini tempat&lt;br /&gt;tinggal dan kesenangan). Hanya saja, segera Allah lanjutkan: "ilaa hiin" &lt;br /&gt;(hingga pada batas tertentu). Batas ini meliputi dua makna, batas waktu dan &lt;br /&gt;juga batas kwalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pengenalan terhadap "alam kenyataan" juga merupakan bagian dari fitrah&lt;br /&gt;manusia. Manusia tidak bisa berpura-pura jadi makhluk lain (malaikat)&lt;br /&gt;misalnya, lalu cenderung mengingkari alam kenyataan ini. Sebab itu adalah&lt;br /&gt;pengingkaran total terhadap fitrahnya sendiri. Maka rasulullah SAW sangat&lt;br /&gt;marah kepada tiga sahabat yang bertekad meninggalkan dunia ini dalam rangka&lt;br /&gt;pengabdian kepada Allah. Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa orang yang&lt;br /&gt;mencari dunia ini namun tetap mengabdi kepada Tuhannya adalah lebih baik&lt;br /&gt;ketimbang seseorang yang menghabiskan seluruh masanya hanya untuk ibadah&lt;br /&gt;ritual semata. Bahkan berbagai ayat dalam Al Qur'an jelas-jelas mewajibkan&lt;br /&gt;mencari dunia sebagaimana mewjibkan manusia mencari Akhiratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka manusia yang tidak mengenal "Waqi'"nya akan menjadi "korban" kehidupan.&lt;br /&gt;Sebab dia akan tergilas dengan perjalanan kehidupannya itu sendiri. Maka&lt;br /&gt;bagi seorang Muslim, ia harus memandang kehidupan ini dengan pandangan yang&lt;br /&gt;serius. Namun keseriusan itu tidak menjadikannya gagal untuk mengenal&lt;br /&gt;hakikat dan tujuan hidup yang sesungguhnya (beribadah). Manusia Muslim &lt;br /&gt;tenggelam secara fisik ke alam bumi, namun ia memiliki orientasi "langit" &lt;br /&gt;yang tinggi. Sebab hanya dengan keseimbangan seperti ini, manusia menemukan&lt;br /&gt;fitrah kehidupannya yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga 'Idul fitri kita merupakan pesta perayaan kemenangan fitrah. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Syamsi Ali&lt;br /&gt;New York&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113393475699185344?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113393475699185344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113393475699185344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393475699185344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393475699185344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/sentuhan-fitrah.html' title='SENTUHAN FITRAH'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113393455184565238</id><published>2005-12-07T12:47:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T12:49:15.366+07:00</updated><title type='text'>ADA SAJADAH PANJANG TERBENTANG</title><content type='html'>Lagu Bimbo dengan judul tersebut membuat saya merenung&lt;br /&gt;akan hubungan saya dengan Allah swt. Saya ingin tahu&lt;br /&gt;bagaimana sebenarnya posisi saya di sisi Tuhan. Seorang&lt;br /&gt;sufi berkata, "jika anda ingin tahu bagaimana posisi&lt;br /&gt;anda di sisi Tuhan, lihatlah di mana posisi Tuhan di &lt;br /&gt;hati anda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mencoba melihat ke dalam hati saya. Bisakah &lt;br /&gt;saya merasakan Tuhan hadir di hati saya? Entahlah....&lt;br /&gt;Saya memang bukan seorang sufi. Tapi saya percaya&lt;br /&gt;bahwa Tuhan semestinya hadir dalam semua perbuatan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sholat dan puasa, saya tahu Tuhan hadir &lt;br /&gt;dalam hati saya. Namun ketika saya berangkat kerja,&lt;br /&gt;ke luar dari rumah, saya tak bisa memastikan apakah&lt;br /&gt;masih saya bawa Tuhan dalam aktivitas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Tuhan hadir ketika saya disodori uang komisi&lt;br /&gt;oleh rekan sekantor? Apakah Tuhan hadir ketika saya&lt;br /&gt;selipkan selembar amplop agar urusan saya menjadi lancar?&lt;br /&gt;Apakah Tuhan juga hadir ketika saya ombang-ambingkan&lt;br /&gt;mereka yg datang ke kantor saya, terlempar dari&lt;br /&gt;satu meja ke meja yang lain.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Bimbo tersebut mengingatkan saya bahwa &lt;br /&gt;hidup ini bagaikan sajadah panjang yang terbentang,&lt;br /&gt;dari buaian bunda sampai ke liang lahat.&lt;br /&gt;Seharusnya semua aktivitas yang saya lakukan&lt;br /&gt;di sajadah panjang ini membawa saya untuk&lt;br /&gt;selalu mengingat kehadiran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Tuhan hanya saya bawa dan saya resapi&lt;br /&gt;kehadiran-Nya ketika saya berada di masjid,&lt;br /&gt;dan tiba-tiba Tuhan hilang ketika saya berada di&lt;br /&gt;luar masjid. Kalau saja lagu Bimbo tersebut&lt;br /&gt;saya terjemahkan ke dalam bahasa para khatib&lt;br /&gt;Jum'at: "Apapun aktivitas kita, seharusnya&lt;br /&gt;kita selalu ingat keberadaan Allah. Itulah &lt;br /&gt;makna dzikrullah; mengingat Allah; itu &lt;br /&gt;jugalah makna ibadah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya diperbolehkan menerjemahkan lagu&lt;br /&gt;Bimbo itu dengan bahasa al-Qur'an, saya teringat&lt;br /&gt;satu ayat suci, "Tidaklah Aku ciptakan jin&lt;br /&gt;dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku"&lt;br /&gt;Sayang, penfsiran saya akan kata ibadah masih&lt;br /&gt;terbatas pada ibadah ritual. Sayang sekali,&lt;br /&gt;sajadah saya tak panjang terbentang. Sajadah saya&lt;br /&gt;tak mampu masuk ke gedung-gedung pencakar langit,&lt;br /&gt;ke pusat perbelanjaan, ke tempat hiburan dan ke&lt;br /&gt;gedung sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak kulihat suatu benda, kecuali di ujungnya&lt;br /&gt;kulihat ada Tuhan!" Ah, ucapan sufi ini lagi-lagi&lt;br /&gt;membuat saya malu...Saya tahu bahwa bukan maksud sufi&lt;br /&gt;tersebut untuk mengatakan dia telah melihat Tuhan,&lt;br /&gt;tapi yang ingin dia ceritakan adalah Tuhan &lt;br /&gt;selalu hadir di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sajadah panjang terbentang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From : Nadirsyah Hosen&lt;br /&gt;Armidale, 10 September 1997&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113393455184565238?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113393455184565238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113393455184565238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393455184565238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393455184565238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/ada-sajadah-panjang-terbentang.html' title='ADA SAJADAH PANJANG TERBENTANG'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113393424488939027</id><published>2005-12-07T12:42:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T12:44:04.966+07:00</updated><title type='text'>KETIKA AZAN MEMANGGIL,  KUKEJAR ALLAH DENGAN SEPEDA</title><content type='html'>Hari meranggas petang, para pekerja mulai meninggalkan tempat&lt;br /&gt;kerjanya. Bis-bis kota dan metro mini sarat penumpang berhenti di&lt;br /&gt;banyak halte dan persimpangan. Wajah-wajah lelah terlihat menuruni&lt;br /&gt;tangga bis kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sukardi,  siap menghadang wajah-wajah lelah ini di  perempatan&lt;br /&gt;Rawa  Badak, Tanjung Priok. Pria bertubuh tinggi besar,  berkulit&lt;br /&gt;gelap  dengan sorot mata tajam, serta dilengkapi  topi  "baretta"&lt;br /&gt;yang menahan teriknya matahari Jakarta, menantikan mereka di atas&lt;br /&gt;sadel sepedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ia telah pernah bekerja pada sebuah pabrik kaca milik investor&lt;br /&gt;Jepang di bilangan Pulo Gadung, Jakarta. Pekerjaan itu  digeluti&lt;br /&gt;nya  selama empat tahun. Namun kini ia harus meninggalkan  peker&lt;br /&gt;jaannya  itu, karena ia pernah absen beberapa lama, karena  sakit&lt;br /&gt;yang  dideritanya.  Karena itulah ia di-PHK. Perusahaan  tak  mau&lt;br /&gt;rugi,  tak mau pula menanggung biaya kesehatan ...  maka  PHK-lah&lt;br /&gt;jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pak  Sukardi siap menerima kenyataan ini, karena  keyakinannya&lt;br /&gt;telah  tertempa oleh nilai Islam yang diyakininya.  "Saya  yakin,&lt;br /&gt;rejeki  mah Allah yang ngatur ..." Berangkat dari keyakinan  yang&lt;br /&gt;tulus  itu,  serta  menyadari keterbatasannya  yang  tidak  lulus&lt;br /&gt;sekolah dasar, ia banting stir ke usaha yang tak pernah ia  impi&lt;br /&gt;kan  sebelumnya: menjadi pengemudi ojek! Keyakinan dan usaha  itu&lt;br /&gt;memang membuahkan hasilnya, "Setiap hari paling sedikit saya bisa&lt;br /&gt;men  gantongi tujuh ribu perak. Alhamdulillah, bisa  untuk  makan&lt;br /&gt;dan membiayai anak-anak ..." Ia mempunyai empat orang anak.  Yang&lt;br /&gt;paling besar di SLTA, dua orang di SLTP, yang paling kecil  masih&lt;br /&gt;di SD. "Sekarang ini, kalau kita nggak kuat mendidik anak  dengan&lt;br /&gt;agama,  gawat! Banyak sekali gangguannya. Kita sering dengar  ada&lt;br /&gt;anak gadis hamil duluan sbelum nikah. Nauzu biLlah min zalik! Itu&lt;br /&gt;kesalah orang tuanya yang tidak mendidik dengan pelajaran agama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kiranya   Pak Sukardi benar, arus kejahiliyahan memang  tengah&lt;br /&gt;merayap di sela-sela kehidupan kita. Arus itu melilit dan meracu&lt;br /&gt;ni semua lapisan sosial dengan segala perwujudannya. Tidak  hanya&lt;br /&gt;meracuni  si  kaya, tapi juga si miskin. Pak  Sukardi  tak  ingin&lt;br /&gt;terlindas  arus itu. "Saya tanamkan Islam pada anak-anak  melalui&lt;br /&gt;pengajian  dan halaqoh di Masjid, dan saya "ngasih"  contoh  pada&lt;br /&gt;mereka. Misalnya kalau sholat subuh, kita bangunkan mereka,  kita&lt;br /&gt;ajak ke masjid ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Habis,   kita hidup ini untuk apa sih kalau bukan untuk  iba&lt;br /&gt;ciptakan  jin  dan manusia melainkan untuk beribadah  kepada  Ku.&lt;br /&gt;Jadi  semua hidu  kitaini untuk ibadah. Bekerja  ibadah,  belajar&lt;br /&gt;ibadah,  pokoknya semua lah! Untuk apa hidup di dunia  ini  kalau&lt;br /&gt;cuman  bergelimang harta tanpa tujuan yang jelas? Dan  kekurangan&lt;br /&gt;material bukanlah halangan untuk memilih tujuan hidup yang  benar&lt;br /&gt;dan pasti!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Keyakinan  itulah yang agaknya terpatri kuat dalam jiwa tukang&lt;br /&gt;ojek kita ini. Maka ketika azan memanggil, ia tak  menyia-nyiakan&lt;br /&gt;waktu untuk tetap berada dalam tujuan utama hidupnya. Ia bergegas&lt;br /&gt;pulang ke rumah menunaikan kewajibannya di masjid dekat rumahnya.&lt;br /&gt;"Kalau  ngedenger  azan terus kita belum  sholat,  rasanya  nggak&lt;br /&gt;enak, kayak punya utang saja. Hati gelisah, pengennya mau  pulang&lt;br /&gt;melulu ...&lt;br /&gt;padahal lagi ada penumpang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Kenapa  mesti pulang segala Pak? Bukankah masjid di sekitar&lt;br /&gt;Tanjung Priok ini banyak, di setiap jalan ada masjid?"&lt;br /&gt;   "Bukan begitu ... celana saya kotor, baju juga bau keringet ...&lt;br /&gt;Masak mau "ngadep" Alloh, pakai celana dan baju kotor? Sedangkan&lt;br /&gt;kalau mau ngadep Pak Lurah aja, kita rapih, ya nggak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pak Sukardi sudah menganggap, ibadah baginya merupakan  kebu&lt;br /&gt;tuhan. Ia merasa punya beban jika kewajiban terhadap Alloh  belum&lt;br /&gt;ditunaikan.  Tidak hanya itu saja, ia bahkan berusaha  mendirikan&lt;br /&gt;kewajiban  tersebut dengan cara yang terbaik. "Pernah  ada  teman&lt;br /&gt;saya yang "ngetawa'in" dan ngejek saya, karena saya pakai  payung&lt;br /&gt;waktu  "narik"  di siang bolong. Waktu itu bulan  Ramadhan.  Saya&lt;br /&gt;diamkan   saja.  Habis,  dari  pada  saya  batal   puasa   karena&lt;br /&gt;kepanasan?" ceritanya tentang pengalamannya menarik ojek di bulan&lt;br /&gt;suci  Ramadhan.  "Saya menyayangkan teman-teman saya  yang  tidak&lt;br /&gt;puasa  di  bulan Ramadhan. Padahal kita bisa ngatur  waktu  untuk&lt;br /&gt;menjaga  dan  mempertahankan puasa kita. Misalnya kalu  narik  di&lt;br /&gt;bulan Ramadhan, sebaiknya dari pagi sampai sekitar jam  sebelasan&lt;br /&gt;lah, jangan lebih. Habis itu kita pulang, sholat Zuhur, tidur  di&lt;br /&gt;rumah  sampai  Ashar.  Habis Ashar kita bisa  narik  lagi  sampai&lt;br /&gt;malem.  Itu 'kan nggak terlalu menguras tenaga? Kita  bisa  tetap&lt;br /&gt;puasa,  udah gitu dapet rejeki lagi. Alhamdulillah,  selama  saya&lt;br /&gt;narik ojek ini, saya nggak pernah "bolong" puasa, bukannya  nyom&lt;br /&gt;bong nih!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pernah   suatu hari ia mendapat penumpang, dan sudah menjadi&lt;br /&gt;kebiasannya   ia  selalu mengajak ngobrol orang  yang  memerlukan&lt;br /&gt;jasanya.  Pembicaraan  berkisar pada soal hujan yang  sudah  lama&lt;br /&gt;tidak turun, entah bagaimana tiba-tiba orang itu mengatakan bahwa&lt;br /&gt;berkat  kecanggihan, teknologi sekarang hujan sudah bisa  dibuat.&lt;br /&gt;Pernyataan  ini langsung disergah oleh Pak Sukardi.  "Hujan  mah,&lt;br /&gt;biar  gimana, buatan Alloh, Pak! Manusia nggak bisa bikin  hujan.&lt;br /&gt;Kita  jangan  sombong dengan ilmu pengetahuan kita,  sebab  kalau&lt;br /&gt;dibandingkan dengan ilmunya Alloh, ilmu kita mah nggak ada  arti&lt;br /&gt;nya. Kita manusia cuma bisa berusaha, Alloh yang menentukan. Kita&lt;br /&gt;aja  yang ngaku-ngaku bisa bikin hujan buatan,  padahal  semuanya&lt;br /&gt;dari Alloh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu  saja.  Ia  selalu menyelipkan  da'wah  nilai-nilai  Islam&lt;br /&gt;barang  sepatah dua patah kata. "Kita ini harus mengajak  manusia&lt;br /&gt;ke jalan Alloh. Kita ummat Islam semua ini, adalah da'i.  Balighu&lt;br /&gt;'anni walau ayah. Sampaikan dariku walau hanya satu ayat,  begitu&lt;br /&gt;kata  Nabi Muhammad."ketika ditanya tentang aktifitas  keislaman&lt;br /&gt;nya,  dan  dari mana ia memperoleh  bahan-bahan  yang  up-to-date&lt;br /&gt;untuk berda'wah, ia mengatakan:&lt;br /&gt;" Saya tiap malem Selasa, selalu ngaji di Masjid Al-Mukaromah  di&lt;br /&gt;Jalan Mangga. Saya pergi sama anak saya yang di SMA, pakai sepeda&lt;br /&gt;ini.  Alhamdulillah, sepeda ini disamping bisa untuk nyari  duit,&lt;br /&gt;juga bisa dipakai untuk pergi ngaji ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Hari-hari  pak Sukardi adalah sepeda dan da'wah, keringat dan&lt;br /&gt;ibadah.  Sebuah fenomena yang menyejukkan yang dapat kita  saksi&lt;br /&gt;kan di tengah gemuruhnya "pemurtadan" dan pendangkalan aqidah  di&lt;br /&gt;mana-mana.&lt;br /&gt;                                ***&lt;br /&gt;                            [dari Sabili No.8/IV Jumadil Awwal 1412]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113393424488939027?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113393424488939027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113393424488939027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393424488939027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393424488939027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/ketika-azan-memanggil-kukejar-allah.html' title='KETIKA AZAN MEMANGGIL,  KUKEJAR ALLAH DENGAN SEPEDA'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113393392835624319</id><published>2005-12-07T12:37:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T12:38:48.463+07:00</updated><title type='text'>HAQ FITRI MANUSIA</title><content type='html'>Hak-hak,  fitrah manusia, sendiri sebagaimana dirumuskan  para&lt;br /&gt;fuqaha meliputi lima hal;&lt;br /&gt;      1. Din&lt;br /&gt;      2. Jiwa&lt;br /&gt;      3. Akal&lt;br /&gt;      4. Harga diri&lt;br /&gt;      5. Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Secara  fitri,   manusia seperti  juga  makhluk-makhluk  Allah&lt;br /&gt;lainnya,  adalah  dalam keadaan Islam, tunduk patuh  pada  aturan&lt;br /&gt;Khalik  Rabbul alamin. Jiwa yang bersih dan suci  manusia  berhak&lt;br /&gt;akan dinullah. Jiwa yang bersih dan suci condong pada  kebenaran,&lt;br /&gt;hanif.  Karenanya petunjuk tentang kebenaran, jalan  yang  lurus,&lt;br /&gt;merupakan  hak fitri manusia. Dalam jalan ini saja  manusia  akan&lt;br /&gt;sampai  pada tujuannya (ridla Allah). Karena tidaklah  diciptakan&lt;br /&gt;manusia kecuali untuk menjadi hamba Allah di bumi, untuk  menjadi&lt;br /&gt;khalifah, membesarkan dan menegakkan kalimat Allah di bumi, untuk&lt;br /&gt;beribadah. Hanya dalam jalan ini saja, manusia akan dapat memain&lt;br /&gt;kan peran sebagaimana yang telah digariskan oleh Khaliknya,  Rabb&lt;br /&gt;manusia.  Hanya  dalam jalan ini saja manusia  akan  selamat  dan&lt;br /&gt;mendapat  kemenangan. Karenanya manusia mempunyai hak akan  jalan&lt;br /&gt;ini, din ini, dan hak ini datang dari Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tanpa   din manusia akan kacau, tak terarah, akan  jatuh  pada&lt;br /&gt;tingkat sekualitas hewan. Tanpa din manusia akan saling  mengham&lt;br /&gt;bakan diri, saling menguasai. Karenanya din adalah hak fitri yang&lt;br /&gt;mesti ditegakkan dalam diri manusia, baik sebagai makhluk pribadi&lt;br /&gt;maupun  sosial. Dan pembangunan tidak lain dari upaya  menyiapkan&lt;br /&gt;apa-apa  yang  mesti disiapkan, untuk menegakkan  dinullah  dalam&lt;br /&gt;kalbu  manusia,  untuk  memberikan hak fitri  manusia  akan  din.&lt;br /&gt;Lengkapnya.  pembangunan adalah proses  menegakkan,  menyuburkan,&lt;br /&gt;memelihara,  dan mempertahankan dinullah, fitrah  utama  manusia,&lt;br /&gt;dalam gelora kalbu insani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Secara  fitri,   manusia berhak akan  jiwa.  Karenanya  sangat&lt;br /&gt;besar  dosa  seorang muslim yang  menumpahkan  darah  saudaranya.&lt;br /&gt;Tanpa  jiwa manusia tidak lagi berwujud manusia.  Untuk  memenuhi&lt;br /&gt;hak  sekaligus  kewajiban menjadi khalifah di bumi,  untuk  dapat&lt;br /&gt;mengabdi kepada Rabb, untuk dapat menegakkan risalah Islam  dalam&lt;br /&gt;dada  manusia, serta melaksanakan tindakan lain  sebagai  makhluk&lt;br /&gt;Allah,  maka secara fitri jiwa atau ruh adalah prasyarat dan  hak&lt;br /&gt;bagi  manusia. Jiwa demikian berharga bagi manusia dan  menempati&lt;br /&gt;berharga ketimbang hidup dalam kekafiran tanpa din. Dengan  demi&lt;br /&gt;kian,  maka  pembangunan  mestilah  memelihara,  melindungi,  dan&lt;br /&gt;mempertahankan  jiwa  manusia, agar jiwa ini tetap  pekat  dengan&lt;br /&gt;dinullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Secara  fitri manusia berhak akan akal. Tanpa akal manusia tak&lt;br /&gt;akan  lebih baik dari robot. Untuk dapat mengatasi berbagai  per&lt;br /&gt;soalan  sehubungan  dengan pengabdian  kepada  Allah,  sehubungan&lt;br /&gt;dengan penegakkan kalimah tauhid, dalam rangka pengibaran bendera&lt;br /&gt;Allah di bumi, maka akal adalah alat, hak, dan karunia Allah yang&lt;br /&gt;besar  bagi manusia. Dinullah sendiri perintah dan petunjuk  bagi&lt;br /&gt;manusia yang berakal. Hanya manusia yang berakal saja yang  dapat&lt;br /&gt;mengambil  pelajaran  dari  penciptaan  langit  dan  bumi.  Hanya&lt;br /&gt;orang-orang  yang berakal saja yang akan mengetahui  bahwa  Islam&lt;br /&gt;adalah  jalan hidup yang benar dan membawa keselamatan  sementara&lt;br /&gt;ajaran  lain akan membawa penyesalan. Karenanya  Islam  menentang&lt;br /&gt;pengrusakan akal melalui alkohol atau narkotika. Islam pun menen&lt;br /&gt;tang pendewaan akal, rasionalisme yang melecehkan dinullah. Islam&lt;br /&gt;pun  menentang  pengrusakan  akal dalam  makna  intelek,  melalui&lt;br /&gt;pengembangan konsep-konsep yang bertentangan dan menentang dinul&lt;br /&gt;lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dengan  demikian pembangunan mestilah memelihara,  melindungi,&lt;br /&gt;dan  mempertahankan akal manusia, sehingga kualitas  ibadah/peng&lt;br /&gt;hambaan dapat dipertahankan atau ditingkatkan. Pembangunan mesti&lt;br /&gt;lah  memberikan  ilmu yang hak (al Qur'an) pada akal,  dan  hanya&lt;br /&gt;mengisi akal dengan ilmu yang shahih. Pembangunan mesti  mengisi,&lt;br /&gt;melatih,  dan  memelihara  akal manusia  agar  hasilnya  (fikrah)&lt;br /&gt;adalah  fikrah  yang  Islami, pikiran yang  membela  Islam,  yang&lt;br /&gt;membesarkan  Islam, bukan sebaliknya. Pembangunan  yang  demikian&lt;br /&gt;akan  menangkal  rembesan konsep-konsep toghut masuk  dalam  jiwa&lt;br /&gt;manusia  muslim. Maka akal manusia akan optimal dalam  pengabdian&lt;br /&gt;dan perjuangan di jalan Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Manusia   secara fitri berhak akan keturunan yang baik.  Ketu&lt;br /&gt;runan  yang shaleh akan membawa izzah (kebanggaan),  harga  diri.&lt;br /&gt;Karenanya pembangunan mestilah melindungi dan memlihara keturunan&lt;br /&gt;manusia,  sehingga regenerasi dapat berjalan dalam kebaikan  atau&lt;br /&gt;malah  meningkat. pembangunan mesti menembus dimensi  waktu,  dan&lt;br /&gt;memperhatikan  masa  depan manusia melalui  keturunannya.  Karena&lt;br /&gt;melalui  penerusan pada keturunan dinullah dapat  bersambung  dan&lt;br /&gt;terpelihara.  Bila  tidak maka Islam hanya akan jaya  dalam  satu&lt;br /&gt;periode  saja,  dinullah  hanya berperan dalam  satu  masa  saja,&lt;br /&gt;padahal Islam menembus dimensi waktu, dan penghambaan kepada Rabb&lt;br /&gt;tak berhenti sampai waktu yang ditetapkan oleh Rabb saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Seperti   juga hak akan akal, manusia pun secara fitri  berhak&lt;br /&gt;akan  cinta; cinta pada anak, istri, persaudaraan, materi.  Allah&lt;br /&gt;menumbuhkan rasa cinta ini dalam jiwa manusia. melalui rasa cinta&lt;br /&gt;setipa hubungan dapat berjalan dengan harmonis dan mesra, kewaji&lt;br /&gt;ban  pun dengan ringan dapat dilaksanakan. Cinta akan  Allah  dan&lt;br /&gt;cinta  akan jihad fisabilillah sudah barang tentu melandasi  rasa&lt;br /&gt;cinta  manusia. Dengan demikian maka pembangunan pada  hakekatnya&lt;br /&gt;adalah  memelihara,  memupuk, dan membentengi cinta  dalam  kalbu&lt;br /&gt;pelaksanaan  tugas-tugas penghambaan kepada Allah; sehingga  rasa&lt;br /&gt;cinta ini menempati posisi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sampai  disini terlihat betapa Islam berbeda dalam  menanggapi&lt;br /&gt;issue  pembangunan.  Karena Islam  mempunyai  konsep  tersendiri,&lt;br /&gt;yakni  pembangunan manusia, penegakkan fitrah  manusiawi.  Dengan&lt;br /&gt;demikian  parameter untuk menilai keberhasilan pembangunan  dalam&lt;br /&gt;Islam  pun akan berbeda. Masalahnya adalah  bagaimana  mewujudkan&lt;br /&gt;semua  ini. Kalau Barat melirik Islam, kita tidak  perlu  percaya&lt;br /&gt;bahwa  mereka  akan  menjadikan Islam  sebagai  konteks,  apalagi&lt;br /&gt;berbangga diri. Karena jelas Islam menganjurkan curiga dan berbu&lt;br /&gt;ruk sangka terhadap kaum yang kafir, Allah Maha Tahu rahasia hati&lt;br /&gt;mereka.  Penegakkan Islam di bumi tidak mungkin  diserahkan  pada&lt;br /&gt;Barat,  tapi  pada diri kita sendiri, pada umat  sendiri.  Selama&lt;br /&gt;kita  masih mengambil konsep-konsep yang bukan khas diri,  diluar&lt;br /&gt;jati  diri, apalagi dengan hanya menjadikan Islam sebagai  etika,&lt;br /&gt;untuk kepentingan pembangunan umat, maka pembangunan itu hanyalah&lt;br /&gt;akan  menjauhkan umat dari tujuannya--mencari ridla Allah,  bukan&lt;br /&gt;membawa keselamatan namun membawa kemudlaratan. Pembangunan  bagi&lt;br /&gt;Islam, hanyalah pembangunan manusia, pembangunan umat, menegakkan&lt;br /&gt;khalifah  Allah di bumi, menegakkan fitrah manusia,  dengan  cara&lt;br /&gt;yang dicontohkan tauhidul uswah, rasulullah Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam bissawab&lt;br /&gt;abu zahra&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113393392835624319?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113393392835624319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113393392835624319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393392835624319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393392835624319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/haq-fitri-manusia.html' title='HAQ FITRI MANUSIA'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113393349923343763</id><published>2005-12-07T12:30:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T17:04:02.930+07:00</updated><title type='text'>UPAYA MUSUH ISLAM TERHADAP KELUARGA MUSLIM</title><content type='html'>"Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal&lt;br /&gt;mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan&lt;br /&gt;mereka tidak menyadari."&lt;br /&gt;                                [Ali 'Imran: 69]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh&lt;br /&gt;Alhamdu lillahi nasta'iinuhu wa nastaghfiruhu,&lt;br /&gt;wa na'udzu hillahi min syuruuri anfusinaa&lt;br /&gt;Asyhaadu allaa ilaaha illallahu,&lt;br /&gt;wa asyhaadu anna muhammdaan 'abduhu wa rasuluh&lt;br /&gt;Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aalihii wa ashhabihi aj'main&lt;br /&gt;Ammaa ba'du, uushiikum wa nafsii bitaquwallahi faqad faazalmuttaquun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Banyak komentar yang dilontarkan oleh penulis-penulis dan&lt;br /&gt;cendekiawan Barat tentang Islam, maka jumlah mereka yang&lt;br /&gt;mengomentari secara obyektif bisa dihitung dengan jari.  Hal ini&lt;br /&gt;dimaksudkan untuk menunjukkan keagungan Islam yang sempat&lt;br /&gt;membuat mereka terpana keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Namun fanatisme yang  melingkupi diri mereka, ditambah&lt;br /&gt;lagi dengan ketidaktahuan mereka aterhadap ajaran-ajaran Islam&lt;br /&gt;yang benar, kedengkian karena populasi kelompok yang terus&lt;br /&gt;diwariskan kepada mereka, arus politik kolonialisme, akhirnya&lt;br /&gt;menjadikan Islam sebagai musuh yang harus mereka hadapi.&lt;br /&gt;Apalagi yang berkenan dengan pola-pola sosial dan yang paling&lt;br /&gt;utama mereka akan menyerang keluarga muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kedengkian seperti itu tergambar dalam diri sala seorang&lt;br /&gt;pemimpin di Perancis.  Setelah mengadakan kunjungan ke Mesir.&lt;br /&gt;Ia mengeritik tatanan keluarga muslim secara pedas, dan juga&lt;br /&gt;mengeritik gambaran wanita muslimah yang jauh dari gambaran&lt;br /&gt;semestinya.  Ia berkata, "Manusia tidak akan mendapatkan cara&lt;br /&gt;yang paling keji untuk menghukum orang yang bersalah, seperti&lt;br /&gt;layaknya wanita-wanita Mesir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Seorang penulis Perancis Athena L tak kalah giatnya&lt;br /&gt;mencari terobosan-terobosan baru untuk menghadapi Islam.  Untuk&lt;br /&gt;itu ia berkata, "MENGHADAPI ISLAM DENGAN MENGGUNAKAN&lt;br /&gt;KEKUATAN JUSTRU MEMBUAT AGAMA ITU SEMAKIN&lt;br /&gt;TERSEBAR KE MANA-MANA.  CARA PELING EFEKTIF UNTUK&lt;br /&gt;MENGHANCURKAN ISLAM DAN MENCABUT AKAR-AKARNYA&lt;br /&gt;IALAH: MENDIDIK ANAK-ANAK MEREKA DI SEKOLAHAN-&lt;br /&gt;SEKOLAHAN KRISTEN, MENANAMKAN BENIH-BENIH&lt;br /&gt;KERAGUAN DI DALAM JIWA MEREKA SEJAK DINI, SEHINGGA&lt;br /&gt;TANPA TERASA SEBENARNYA MEREKA DIGIRING KEPADA&lt;br /&gt;KEYAKINAN YANG RUSAK.  CARA SEPERTI INI JAUH LEBIH&lt;br /&gt;EFEKTIF DARIPADA MENJADIKAN MEREKA MEMELUK&lt;br /&gt;AGAMA KRISTEN."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ia juga menambahi lagi, "MENDIDIK WANITA-WANITA&lt;br /&gt;ISLAM DI SEKOLAHAN UNTUK PARA BIARAWATI&lt;br /&gt;MERUPAKAN SATU-SATUNYA PENDIDIKAN YANG PALING&lt;br /&gt;MENGENA UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM LEWAT&lt;br /&gt;TANGAN PEMELUKNYA SENDIRI.  MEREKA YANG BERADA&lt;br /&gt;DALAM SUATU KELUARGA MUSLIM DAPAT MENCIPTAKAN&lt;br /&gt;PERMUSUHAN TERSELUBUNG, YANG TIDAK BISA&lt;br /&gt;DITUNDUKKAN BEGITU SAJA OLEH SUAMINYA.  SEBAB&lt;br /&gt;WANITA ISLAM YANG TELAH DIJEJALI DENGAN PENDIDIKAN&lt;br /&gt;KRISTEN, MUDAH MEMPENGARUHI PERASAAN DAN AKUDAH&lt;br /&gt;SUAMINYA, SEHINGGA IA BISA MENJAUHKANNYA DARI&lt;br /&gt;ISLAM DAN DAPAT MENDIDIK ANAK-ANAKNYA BUKAN&lt;br /&gt;MENURUT AGAMA KAKEK NENEKNYA.  SEBAGAIMANA&lt;br /&gt;YANG TERJADI PADA ZAMAN SEKARANG INI, SEORANG IBU&lt;br /&gt;YANG BERTANGGUNG JAWAB MENDIDIK ANAKNYA, MAKA&lt;br /&gt;DIALAH SARANA YANG PALING TEPAT UNTUK&lt;br /&gt;MENGHANCURKAN ISLAM."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Itulah yang telah diserukan Athena untuk menghancurkan&lt;br /&gt;Islam dari dalam.  Cara serupa juga ditempuh oleh Snouck&lt;br /&gt;Hourgrounye yang berkata, "UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM,&lt;br /&gt;TIDAK ADA GUNANYA MEMERANGI ORANG-ORANG ISLAM&lt;br /&gt;ATAU MELINDAS MEREKA  DENGAN MENGERAHKAN&lt;br /&gt;KEKUATAN SENJATA.  TAPI HAL ITU CUKUP DENGAN&lt;br /&gt;MENGADU DOMBA ANTARA KELOMPOK MEREKA DENGAN&lt;br /&gt;KELOMPOK YANGLAIN DARI DALAM, YAITU DENGAN&lt;br /&gt;MENANAMKAN PERBEDAAN PENDAPAT DAN MADZHAB&lt;br /&gt;SERTA MENANAMKAN KETIDAKPERCAYAAN KEPADA&lt;br /&gt;PEMIMPINNYA.  DI SATU PIHAK ANAK-ANAK MEREKA&lt;br /&gt;HARUS DIJEJALI DENGAN PAHAM MARXISME."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Itulah sebagian usaha dari musuh-musuh Islam --Kristen&lt;br /&gt;dan Yahudi-- dalam meruntuhkan bangunan Islam dengan cara&lt;br /&gt;merusak tatanan keluarga muslim dari dalam.  Keberhasilan&lt;br /&gt;mereka dalam menlancarkan misi-misinya jelas di pelupuk mata kita&lt;br /&gt;yaitu dengan mengeksploitasi wanita-wanita muslim dalam berbagai&lt;br /&gt;sarana hiburan dan lain sebagainya.  Wanita-wanita kita, di jaman&lt;br /&gt;sekarang, lebih cenderung atau leibh suka menjadi wanita-wanita&lt;br /&gt;pekerja/buruh di luar rumah daripada menjalankan tugas untuk&lt;br /&gt;mengurus rumah tangganya, mendidik anak-anaknya supaya bisa&lt;br /&gt;menjadi generasi yang handal kelak dikemudian hari atau melayani&lt;br /&gt;suami dan lain sebagainya.  Lebih-lebih sekarang di negeri kita ini,&lt;br /&gt;dengan bantuan sarana telekomunikasi TV, musuh-musuh kita lebih&lt;br /&gt;gencar dan efektif lagi dalam merusak/mengikis akhlak masyarakat&lt;br /&gt;Indonesia yang mayoritas beragama Islam umumnya dan keluarga&lt;br /&gt;muslim khususnya.  Acara film keluarga impor yang disiarkan TV&lt;br /&gt;swasta seluruhnya berasal dari negara non muslim --Kristen.&lt;br /&gt;Mereka tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang banyak untuk&lt;br /&gt;men-dubbing ke dalam bahasa Indonesia, karena dengan melakukan&lt;br /&gt;itu misi yang mereka inginkan lebih bekerja secara efektif lagi.&lt;br /&gt;Orang lebih suka mendengar daripada harus membaca teks&lt;br /&gt;terjemahan.  Dan ini mereka --yang tidak suka dengan Islam--&lt;br /&gt;pahami dengan sangat.  Dengan siaran-siaran tersebut diharapkan&lt;br /&gt;mereka --keluarga muslim-- akan mencontoh tatanan keluarga Barat&lt;br /&gt;yang tidak sesuai dengan kepribadian Islam.&lt;br /&gt;Saya yakin dalam waktu singkat saja akan terjadi krisis kepribadian&lt;br /&gt;Islam melanda umat Islam di negeri kita bila tidak ada penanganan&lt;br /&gt;yang cepat dan serius dalam mengatasi masalah ini.  Terutama&lt;br /&gt;dalam membentengin keluarga muslim dari keratan-keratan atau&lt;br /&gt;ghazwul fikri dengan memberikan pemahaman yang frekuentif&lt;br /&gt;tentang dien Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Akhirnya ...&lt;br /&gt;        "Hai orang-orang yang beriman,peliharalah dirimu dan&lt;br /&gt;keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia&lt;br /&gt;dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras,&lt;br /&gt;yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya&lt;br /&gt;kepda mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                [At Tahrim: 6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Kebenaran itu adalah dari Rabb-mu, sebab itu jangan&lt;br /&gt;sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                [Al Baqarah: 147]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia&lt;br /&gt;mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya&lt;br /&gt;(iman).  Dan orang-orang yang kafir pelindung-pelindungnya ialah&lt;br /&gt;syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan&lt;br /&gt;(kekafiran).  Mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di&lt;br /&gt;dalamnya."&lt;br /&gt;                                [Al Baqarah: 257]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ya Allah, berilah kekuatan kepada kami, hamba-hamba-Mu,&lt;br /&gt;dalam menjalan perintah-perintah-Mu, menegakkan kalimat-Mu&lt;br /&gt;dengan berpegang pada firman-Mu al-Qur'an dan sunnah rasul-Mu&lt;br /&gt;al-hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Yang benar datangnya hanya dari-Mu semata ya Rabbi, dan&lt;br /&gt;kesalahan datangnya dari diri hamba yang bodoh dan hamba&lt;br /&gt;memohon ampun kepada-Mu, ya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Alhamdulillahi rabbil 'alamin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasslamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dermawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref:  1. Al-Qur'an&lt;br /&gt;      2. Ahdaful Usrah Fil Islam, Hussain Muhammad Yusuf&lt;br /&gt;         (Versi Indonesia=Motivasi Berkeluarga)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113393349923343763?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113393349923343763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113393349923343763' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393349923343763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393349923343763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/upaya-musuh-islam-terhadap-keluarga.html' title='UPAYA MUSUH ISLAM TERHADAP KELUARGA MUSLIM'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113393312158005641</id><published>2005-12-07T12:23:00.000+07:00</published><updated>2005-12-07T17:00:03.850+07:00</updated><title type='text'>ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN</title><content type='html'>EPISODE 1 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Fulanah masih seorang gadis, yang ada di benaknya dan yang&lt;br /&gt;kemudian menjadi tekadnya adalah keinginan menjadi isteri shalihat&lt;br /&gt;yang taat dan selalu tersenyum manis. Pendeknya, ingin memberikan&lt;br /&gt;yang terbaik bagi suaminya kelak sebagai jalan pintas menuju surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad itu diperolehnya setelah mengikuti berbagai 'tabligh', ceramah,&lt;br /&gt;dan seminar keputerian serta membaca sendiri berbagai risalah. Bahkan&lt;br /&gt;banyak pula ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan hal itu&lt;br /&gt;telah dihafalnya, seperti "Ar Rijalu qowwamuna alan nisaa'...","Faso-&lt;br /&gt;lihatu qonitatu hafizhotu lilghoibi bima hafizhallah..." (QS. An-Nisa&lt;br /&gt;ayat 34). Juga Hadits :"Ad dunya mata', wa khoiru mata'iha al mar'atus&lt;br /&gt;sholihat." (dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah&lt;br /&gt;isteri sholihat). Atau, hadits "Wanita sholihat adalah yang menyenangkan&lt;br /&gt;bila dipandang, taat bila disuruh dan menjaga apa-apa yang diamanahkan&lt;br /&gt;padanya. Begitu pula hadits "Jika seorang isteri sholat lima waktu,&lt;br /&gt;shaum di bulan Ramadhan dan menjaga kehormatan dirinya serta suaminya&lt;br /&gt;dalam keadaan ridha padanya saat ia mati, maka ia boleh masuk surga&lt;br /&gt;lewat pintu yang mana saja. (HR Ahmad dan Thabrani). Hadits yang berat&lt;br /&gt;dan seram pun dihafalnya, "Jika manusia boleh menyembah manusia lainnya,&lt;br /&gt;maka aku perintahkan isteri menyembah suaminya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi,&lt;br /&gt;Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia serta qona'ah seperti Kha-&lt;br /&gt;dijah r.a. benar-benar terpatri kuat di benak Fulanah dan jelas ingin&lt;br /&gt;ditirunya. Maka, tatkala Allah SWT telah menakdirkan ia mendapat jodoh&lt;br /&gt;seorang Muslim yang sholih, 'alim dan berkomitmen penuh pada Islam,&lt;br /&gt;Fulanah pun melangkah ke gerbang pernikahan dengan mantap. Begitu khidmat&lt;br /&gt;dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad&lt;br /&gt;dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EPISODE 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Fulan masih menjadi seorang jejaka, ia sering membatin, ber-&lt;br /&gt;angan-angan, dan bercita-cita membentuk rumah tangga Islami dengan&lt;br /&gt;seorang Muslimah sholihat yang menyejukkan hati dan mata. Alangkah&lt;br /&gt;bahagianya menjadi seorang suami dan seorang "qowwam" yang "qooimin&lt;br /&gt;bi nafsihi wa muuqimun lil ghoirihi" (tegak atas dirinya dan mampu&lt;br /&gt;menegakkan orang lain, terutama isteri dan anak-anaknya). Juga menjadi&lt;br /&gt;'imam yang adil' yang akan memimpin dan mengarahkan isteri dan anak-&lt;br /&gt;anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah menenangkannya mempunyai seorang isteri yang akan dijaganya&lt;br /&gt;lahir dan batin, dilindungi dan disayanginya karena ia adalah amanah&lt;br /&gt;Allah SWT yang telah dihalalkan baginya dengan dua kalimat Allah SWT.&lt;br /&gt;Ia bertekad untuk mempergauli isterinya dengan ma'ruf (QS An-Nisa:19)&lt;br /&gt;dan memperhatikan hadits Rasulullah SAW tentang kewajiban-kewajiban&lt;br /&gt;seorang suami. "Hanya laki-laki mulialah yang memuliakan wanita."&lt;br /&gt;"Yang paling baik di antara kamu, wahai mu'min, adalah yang paling&lt;br /&gt;baik perlakuannya terhadap isterinya. Dan akulah (Muhammad SAW) yang&lt;br /&gt;paling baik perlakuannya terhadap isteri-isteriku." "Wanita seperti&lt;br /&gt;tulang rusuk manakala dibiarkan ia akan tetap bengkok, dan manakala&lt;br /&gt;diluruskan secara paksa ia akan patah." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fulan pun bertekad meneladani Rasulullah SAW yang begitu sayang dan&lt;br /&gt;lembut pada isterinya. Tidak merasa rendah dengan ikut meringankan&lt;br /&gt;beban pekerjaan isteri seperti membantu menyapu, menisik baju dan&lt;br /&gt;sekali-sekali turun ke dapur seperti ucapan Rasulullah kepada Bilal :&lt;br /&gt;"Hai Bilal, mari bersenang-senang dengan menolong wanita di dapur."&lt;br /&gt;Karena Rasulullah suka bergurau dan bermain-main dengan isteri seperti&lt;br /&gt;berlomba lari dengan Aisyah r.a. (HR Ahmad), maka ia pun berkeinginan&lt;br /&gt;meniru hal itu serta menyapa isteri dengan panggilan lembut 'Dik' atau&lt;br /&gt;'Yang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EPISODE-EPISODE SELANJUTNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fulan dan Fulanah pun ditakdirkan Allah SWT untuk menikah. Pasangan&lt;br /&gt;yang serasi karena sekufu dalam dien, akhlaq, dan komitmen dengan&lt;br /&gt;Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun terus berjalan. Dan walaupun tekad dan cita-cita terus&lt;br /&gt;membara, kin banyak hal-hal realistis yang harus dihadapi. Sifat,&lt;br /&gt;karakter, pembawaan, selera, dan kegemaran serta perbedaan latar&lt;br /&gt;belakang keluarga yang semula mudah terjembatani oleh kesatuan iman,&lt;br /&gt;cita-cita, dan komitmen ternyata lambat laun menjadi bahan-bahan&lt;br /&gt;perselisihan. Pertengkaran memang bumbunya perkawinan, tetapi manakala&lt;br /&gt;bumbu yang dibubuhkan terlalu banyak, tentu rasanya menjadi tajam dan&lt;br /&gt;tak enak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, segala sesuatunya tak seindah bayangan semula. Antara harapan&lt;br /&gt;dan kenyataan ada terbentang satu jarak. Taman bunga yang dilalui&lt;br /&gt;ternyata pendek dan singkat saja. Cukup banyak onak dan duri siap&lt;br /&gt;menghadang. Sehabis meneguk madu, ternyata 'brotowali' yang pahitpun&lt;br /&gt;harus diteguk. Berbagai masalah kehidupan dalam perkawinan harus&lt;br /&gt;dihadapi secara realistis oleh pasangan mujahid dan mujahidah sekalipun.&lt;br /&gt;Allah tak akan begitu saja menurunkan malaikat-malaikat untuk menyelesai-&lt;br /&gt;kan setiap konflik yang dihadapi. "Innallaha laa yughoyyiru ma biqoumi&lt;br /&gt;hatta yughoyyiru maa bi anfusihim" (QS Ar-Raad : 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang isteri yang mengeluhkan cara bicara suaminya terutama jika&lt;br /&gt;marah atau menegur, terdengar begitu 'nyelekit'. Ada pula suami yang&lt;br /&gt;mengeluh karena dominasi ibu mertua terlalu besar. Perselisihan dapat&lt;br /&gt;timbul karena perbedaan gaya bicara, pola asuh, dan latar belakang&lt;br /&gt;keluarganya.  Kejengkelan juga mulai timbul karena ternyata suami&lt;br /&gt;bersikap 'cuek', tidak mau tahu kerepotan rumah tangga, karena berang-&lt;br /&gt;gapan "itu khan memang tugas isteri." Sebaliknya, ada suami yang kesal&lt;br /&gt;karena isterinya tidak gesit dan terampil dalam urusan rumah tangga,&lt;br /&gt;maklum sebelumnya sibuk kuliah dan jadi 'kutu buku' saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fulan pun mulai mengeluh. Ternyata isterinya tidak se-"qonaah" yang&lt;br /&gt;diduganya, bahkan cenderung menuntut, kurang bersahaja dan kurang&lt;br /&gt;bersyukur. Fulanah sebaliknya. Ia mengeluh, sang suami begitu irit&lt;br /&gt;bahkan cenderung kikir, padahal kebutuhan rumah tangga dan anak-anak&lt;br /&gt;terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat Fulan juga kesal karena isterinya sulit menerima&lt;br /&gt;keadaan keluargan. Sebab musababnya sih karena perbedaan status&lt;br /&gt;sosial, ekonomi dan adat istiadat. Kekesalannya bertambah-tambah&lt;br /&gt;karena dilihatnya sang isteri malas meningkatkan kemampuan intelek-&lt;br /&gt;tual, manajemen rumah tangga, serta kiat-kiat mendidik anak. Sebaliknya,&lt;br /&gt;sang isteri menuduh suaminya sebagai "anak mama" yang kurang mandiri dan&lt;br /&gt;tidak memberi perhatian yang cukup pada isteri dan anak-anaknya. Belum&lt;br /&gt;lagi problem yang akan dihadapi pasangan-pasangan muda yang masih tinggal&lt;br /&gt;menumpang di rumah orang tua. Atau di dalam rumah mereka ikut tinggal&lt;br /&gt;kakak-kakak atau adik-adik ipar. Kesemua keadaan itu potensial mengundang&lt;br /&gt;konflik bila tidak bijak-bijak mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang semangat seorang Muslimah untuk da'wah keluar rumah terlalu&lt;br /&gt;berlebihan. Tidak "tawazun". Hal ini dapat menyebabkan seorang suami&lt;br /&gt;mengeluh karena terbebani dengan tugas-tugas rumah tangga yang seabreg-&lt;br /&gt;abreg dan mengurus anak-anak. Selanjutnya, ada pula Muslimah yang terlalu&lt;br /&gt;banyak menceritakan kekurangan suaminya, kekecewaan-kekecewaannya pada&lt;br /&gt;suaminya. Padahal ia sendiri kurang instrospeksi bahwa ia sering lupa&lt;br /&gt;melihat kebaikan dan kelebihan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suami yang begitu "kikir" dalam memuji, kurang "sense of humor" dan&lt;br /&gt;"sedikit" berkata lembut pada isteri. Kalau ada kebaikan isteri yang&lt;br /&gt;dilihatnya, disimpannya dalam hati, tetapi bila ia melihat kekurangan&lt;br /&gt;segera diutarakannya. Bahkan ada pula pasangan suami-isteri yang memiliki&lt;br /&gt;problem "hubungan intim suami-isteri". Mereka merasa tabu untuk membica-&lt;br /&gt;rakannya secara terus terang di antara mereka berdua. Padahal akibatnya&lt;br /&gt;menghilangkan kesakinahan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau dideretkan dan diuraikan lagi, pasti daftar konflik yang terjadi&lt;br /&gt;di antara pasangan suami-isteri muda Muslim dan Muslimah akan lebih panjang&lt;br /&gt;lagi.  Memang, persoalan-persoalan tidak begitu saja hilang. Rumah tangga&lt;br /&gt;tidak pasti akan berjalan mulus tanpa konflik hanya dengan kesamaan fikrah&lt;br /&gt;dan cita-cita menegakkan Islam. Mereka yakni Fulan dan Fulanah cs tetap&lt;br /&gt;manusia-manusia biasa yang bisa membuat kekhilafan dan tidak lepas dari&lt;br /&gt;kekurangan-kekurangan. Dan mereka pun pasti mengalami juga fluktuasi iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan yang bijak dan kuat imannya akan mampu istiqomah dan lebih punya&lt;br /&gt;kemampuan menepis badai dengan menurunkan standar harapan. Tidak perlu&lt;br /&gt;berharap muluk-muluk seperti ketika masih gadis atau jejaka. Karena,&lt;br /&gt;ternyata kita pun belum bisa mewujudkan tekad kita itu. Sebagai Muslim&lt;br /&gt;dan Muslimah hendaknya kita sadar, tidak mungkin kita dapat menjadi isteri&lt;br /&gt;atau suami yang sempurna seperti bidadari atau malaikat. Maka kita pun&lt;br /&gt;tentunya tidak perlu menuntut kesempurnaan dari suami atau isteri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Just the way you are" lah. Kita terima pasangan hidup kita seadanya,&lt;br /&gt;lengkap dengan segala kekurangan (asal tidak melanggar syar'i) dan&lt;br /&gt;kelebihannya. Kita memang berasal dari latar belakang keluarga, kebia-&lt;br /&gt;saan, dan karakter yang berbeda, walau tentunya dien, fikrah, dan cita-&lt;br /&gt;cita kita sama.  Pada saat ghirah tinggi, iman dalam kondisi puncak,&lt;br /&gt;"Prima", semua perbedaan seolah sirna. Namun pada saat "ghirah" turun,&lt;br /&gt;iman menurun, semua perbedaan itu menyembul ke permukaan, mengganjal,&lt;br /&gt;mengganggu, dan menyebalkan. Akibatnya tidak terwujud sakinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat utama mengatasi permasalahan dalam rumah tangga, tentunya setelah&lt;br /&gt;berdoa memohon pertolongan Allah SWT dan mau ber "muhasabah" (introspeksi),&lt;br /&gt;adalah mengusahakan adanya komunikasi yang baik dan terbuka antara suami-&lt;br /&gt;isteri. Masalah yang timbul sedapat mungkin diselesaikan secara intern&lt;br /&gt;dulu di antara suami-isteri dengan pembicaraan dari hati ke hati. "Uneg-&lt;br /&gt;uneg" yang ada secara fair dan bijak diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, yang memang bersalah diharapkan tidak segan-segan mengakui&lt;br /&gt;kesalahan dan meminta maaf. Yang dimintai maaf juga segera mau memaafkan&lt;br /&gt;dan tidak mendendam. Masing-masing pihak berusaha keras untuk tidak&lt;br /&gt;mengadu ke orang tua, atau orang lain. Jadi tidak membongkar atau membe-&lt;br /&gt;berkan aib dan kekurangan suami atau isteri. Hal lain yang perlu diper-&lt;br /&gt;hatikan adalah tidak membandingk-bandingkan suami atau isteri dengan&lt;br /&gt;orang lain, karena itu akan menyakitkan pasangan hidup kita. Setelah itu,&lt;br /&gt;masing-masing juga perlu 'waspada' agar tidak terbiasa kikir pujian dan&lt;br /&gt;royal celaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terpaksa, kadnag-kadang memang diperlukan bantuan pihak ketiga&lt;br /&gt;(tetapi pastikan yang dapat dipercaya keimanan dan akhlaqnya) untuk&lt;br /&gt;membantu melihat permasalahan secara lebih jernih. Kadang-kadang&lt;br /&gt;"kacamata" yang kita pakai sudah begitu buram sehingga semua kebaikan&lt;br /&gt;pasangan hidup kita menjadi tidak terlihat, bahkan yang terlihat&lt;br /&gt;keburukannya saja.  Orang lain yang terpercaya InsyaAllah akan bisa&lt;br /&gt;membantu menggosok 'kacamata' yang buram itu.  Alhamdulillah ada yang&lt;br /&gt;tertolong dengan cara ini dan mengatakan setelah konflik terselesaikan&lt;br /&gt;mereka pun berbaikan lagi seperti baru menikah saja ! Layaknya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berikhtiar maksimal, bermujahadah, dan bersandar pada Allah SWT,&lt;br /&gt;InsyaAllah kita dapat mengembalikan kesakinahan dan kebahagiaan rumah&lt;br /&gt;tangga kita, serta kembali bertekad menjadikan jihad dan syahid sebagai&lt;br /&gt;tujuan kita berumah tangga. Amiin yaa Robbal'aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* tulisan dari Ummu Samy Romadhon di majalah Ummi No. 6/V, 1414 H/1993*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113393312158005641?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113393312158005641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113393312158005641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393312158005641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393312158005641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/antara-harapan-dan-kenyataan.html' title='ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113393159106262859</id><published>2005-12-07T11:52:00.002+07:00</published><updated>2005-12-07T16:54:15.340+07:00</updated><title type='text'>TUJUAN HIDUP KITA</title><content type='html'>Allahu ghayatuna -&gt; Allah tujuan kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang dikasihi Allah,&lt;br /&gt;Di tengah-tengah semester sekarang ini, masing-masing dari kita pasti&lt;br /&gt;disibukkan dengan tugas-tugas kuliah: mid-term exams, homework, paper,&lt;br /&gt;presentation, etc. Sering-sering dalam kesibukan semacam ini waktu seolah-olah&lt;br /&gt;kurang saja. "I wish there were 30 hours in a day!", itu yang sering terbayang&lt;br /&gt;apabila tugas belum selesai, padahal due time hampir tiba. Malam menjadi siang,&lt;br /&gt;siang menjadi siang. Masing-masing dari kita pasti pernah mengalami stress&lt;br /&gt;semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elok sekali, dalam keadaan semacam ini saya hendak mengingatkan diri saya&lt;br /&gt;sendiri dan Saudara-saudaraku semua: Apa sih yang hendak kita tuju dalam hidup&lt;br /&gt;ini? Apa tujuan kita dalam hidup?&lt;br /&gt;- to get a high degree of education?&lt;br /&gt;- to get a good job?&lt;br /&gt;- to get a beautiful wife (handsome husband)?&lt;br /&gt;- to be influencial?&lt;br /&gt;- to get rich?&lt;br /&gt;- ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang dikasihi,&lt;br /&gt;Mungkin tujuan-tujuan hidup yang saya sebutkan di atas ada di pikiran kita. Itu&lt;br /&gt;wajar saja, as human being. Akan tetapi, perlu kita sadari bahwa itu semua&lt;br /&gt;hanyalah tujuan temporer saja. Ada tujuan kita yang lebih suci, yang lebih&lt;br /&gt;agung, dan yang lebih mendasar; karena tujuan yang satu ini mencakupi dan&lt;br /&gt;melandasi tujuan-tujuan temporer tersebut. Apa tujuan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------&lt;br /&gt;| Allahu ghayatuna -&gt; Allah tujuan kita......... |&lt;br /&gt;_________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tujuan kita mengandung arti agar kita mengikhlaskan untuk Allah&lt;br /&gt;segala perkataan dan perbuatan kita, ibadah dan perjuangan kita. Sehingga kita&lt;br /&gt;diakui sebagai hamba-hamba-Nya yang mukhlisin dan menjadilah semboyan yang&lt;br /&gt;selalu kita ikrarkan setiap waktu dan tempat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku&lt;br /&gt;hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan&lt;br /&gt;demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang&lt;br /&gt;pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah."&lt;br /&gt;(Al-An'aam 162-163)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang dikasihi,&lt;br /&gt;Marilah kita renungkan sejenak hidup kita ini....&lt;br /&gt;Sudahkah hidup kita ini sejalan dengan ikrar kita???&lt;br /&gt;Sholat kita hanya untuk Allah?&lt;br /&gt;Ibadah kita hanya untuk Allah?&lt;br /&gt;Hidup dan mati kita hanya untuk Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Saudara-saudaraku,&lt;br /&gt;Sekedar renungan di pagi ini,&lt;br /&gt;Marilah kita sucikan tujuan kita agar hanya untuk Allah,&lt;br /&gt;Supaya segala amal &amp; perbuatan kita diterima Allah&lt;br /&gt;Sebagai tabungan untuk hari Akhir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabillahi taufiq wal hidayah,&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh&lt;br /&gt;Saudaramu se-Islam,&lt;br /&gt;Abu-Abdullah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113393159106262859?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113393159106262859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113393159106262859' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393159106262859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393159106262859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/tujuan-hidup-kita.html' title='TUJUAN HIDUP KITA'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-19520946.post-113393289795506762</id><published>2005-12-07T11:52:00.001+07:00</published><updated>2005-12-07T16:50:38.236+07:00</updated><title type='text'>UTUSAN SANG UTUSAN</title><content type='html'>MUSH'AB BIN 'UMAIR&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepulang dari mengikat janji dengan RasuluLlah di lembah Aqabah, ummat &lt;br /&gt;Islam Yastrib segera pulang kembali ke kotanya dan mulai menyusun strategi &lt;br /&gt;da'wah yang akan diterapkan di Yastrib. Situasi "ipoleksus" Yastrib saat itu &lt;br /&gt;benar-benar memerlukan pemikiran dan kerja bersama untuk menghadapinya. Saat &lt;br /&gt;itu jalur ekonomi dan politik dikuasai oleh orang-orang Yahudi. Sistem riba &lt;br /&gt;yang diterapkan Yahudi sangat mengganggu roda perekonomian, dimana kesenjangan &lt;br /&gt;antara kaya dan miskin teramat kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sementara itu kesatuan masyarakat Yastrib yang terdiri dari berbagai &lt;br /&gt;suku, selalu dalam kondisi terpecah dan saling curiga, ditambah dengan intrik-&lt;br /&gt;intrik Yahudi yang selalu meniupkan rasa permusuhan di antara mereka. Opini &lt;br /&gt;umum saat itu juga dikuasai Yahudi. Kedaan diperparah dengan kepercayaan tradisi &lt;br /&gt;leluhur dan animisme yang membelenggu cara berpikir masyarakat. Singkatnya, &lt;br /&gt;jalan da'wah di Yastrib masih terasa teramat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hasil pengamatan lapangan ini semua memerlukan analisis dan penyusunan &lt;br /&gt;strategi yang briliant, dan juga sekaligus "bil hikmah" serta "istiqomah". &lt;br /&gt;Perlu pendekatan kompromistis tanpa harus menyelewengkan nilai-nilai al-Islam. &lt;br /&gt;Mereka berpikir keras dan menyusun strategi. Akhirnya diputuskan untuk menempuh &lt;br /&gt;jalan da'wah sirriyyah (da'wah secara diam-diam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam musyawarah pasca Aqabah itu, diputuskan juga untuk menugaskan &lt;br /&gt;seseorang untuk menghadap RasuluLlah, meminta kepada beliau untuk mengirimkan &lt;br /&gt;seorang da'i dan instruktur ke Yastrib. Da'i ini dipandang sangat perlu untuk &lt;br /&gt;mengajar "alif-ba-ta"nya ajaran-ajaran Al-Qur'an, sekaligus menjadi "uswah" &lt;br /&gt;mereka dalam cara hidup yang Islami. Menurut mereka inilah cara terbaik untuk &lt;br /&gt;meningkatkan akselerasi da'wah di Yastrib, tanpa harus kehilangan arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; RasuluLlah sangat menghargai nilai strategis yang telah diputuskan oleh &lt;br /&gt;kaum muslimin Yastrib, beliau juga sangat memahami obsesi yang mereka miliki &lt;br /&gt;saat itu. Akhirnya, beliau memutuskan untuk mengabulkan permohonan delegasi &lt;br /&gt;Yastrib, serta menunjuk Mush'ab al Khair bin 'Umair RA. Tentunya bukan tanpa &lt;br /&gt;alasan RasuluLlah memilih pemuda pendiam yang satu ini. Beberapa sisi kehidupan &lt;br /&gt;yang ada pada diri Mush'ab sangat menentukan dalam mengantarkannya menduduki &lt;br /&gt;jabatan penting ini. Ia adalah kader RasuluLlah hasil binaan dan tempaan madrasah &lt;br /&gt;Arqom bin Arqom. Dengan begitu kualitas dan taat asasnya sangat terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mush'ab  adalah tipe muslim yang mengutamakan banyak kerja. Dengan sikap &lt;br /&gt;"sami'na wa atho'na", Mush'ab menerima tugas yang diamanahkan RasululuLlah ke &lt;br /&gt;atas pundaknya. Jadilah ia seorang utusan dari Sang Utusan. Dengan segera, &lt;br /&gt;sesampainya di Yastrib, Mush'ab menemui para naqib (pimpinan kelompok) yang &lt;br /&gt;ditunjuk RasuluLlah di Aqabah. Dengan mereka, Mush'ab membuat outline langkah-&lt;br /&gt;langkah da'wah yang akan mereka lakukan. Untuk menghindari benturan langsung &lt;br /&gt;dengan masyarakat Yahudi, yang saat itu sangat geram karena mengetahui bahwa &lt;br /&gt;Nabi Terakhir ternyata bukan dari kalangan mereka, Mush'ab menetapkan untuk &lt;br /&gt;mempertahankan jalan da'wah secara sirriyyah. Disamping itu, ditetapkan untuk &lt;br /&gt;mempertinggi intensitas da'wah kepada beberapa kabilah, terutama Aus dan Khajraj, &lt;br /&gt;karena kedua kabilah ini dinilai sangat potensial dan merupakan kunci dalam &lt;br /&gt;memudahkan jalan da'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mush'ab bin Umair terjun langsung memimpin para naqib dalam berda'wah. &lt;br /&gt;Beliau berda'wah tanpa membagi-bagikan roti dan nasi atau jampi-jampi. Ia &lt;br /&gt;meyakini Islam ini adalah dienul-haq, dan harus disampaikan dengan haq (benar) &lt;br /&gt;pula, bukan dengan bujukan apalagi paksaan. Mush'ab terkenal sangat lembut &lt;br /&gt;namun tegas dalam menyampaikan da'wahnya, termasuk ketika ia diancam dengan &lt;br /&gt;pedang oleh Usaid bin Khudzair dan Sa'ad bin Muadz, dua pemuka Bani Abdil Asyhal. &lt;br /&gt;Dengan tenang, Mush'ab berkata: "Mengapa anda tidak duduk dulu bersama kami &lt;br /&gt;untuk mendengarkan apa yang saya sampaikan? Bila tertarik, alhamduliLlah, bila &lt;br /&gt;tidak, kami pun tidak akan memaksakan apa-apa yang tidak kalian sukai." Keduanya &lt;br /&gt;terdiam dan menerima tawaran Mush'ab, duduk mendengarkan apa yang dikatakannya. &lt;br /&gt;Mereka ternyata tidak hanya sekedar tertarik, dengan seketika keduanya &lt;br /&gt;bersyahadat ... dan tidak itu saja mereka kembali kepada kelompok masyarakatnya &lt;br /&gt;dan mengajak mereka semua memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikianlah, satu persatu kabilah-kabilah di Yastrib menerima Islam. Hampir &lt;br /&gt;semua anggota kedua kabilah besar: Aus dan Khajraj, mau dan mampu menerima Islam. &lt;br /&gt;Gaya hidup terasa mulai berubah di Yastrib. Lingkaran jamaah muslim semakin &lt;br /&gt;melebar, hampir di setiap perkampungan ditemui halaqah-halaqah Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Potensi ummat telah tergalang, namun demikian Mush'ab tidak lantas merasa &lt;br /&gt;berwenang untuk memutuskan langkah da'wah selanjutnya. Untuk itu Mush'ab mengirim &lt;br /&gt;utusan kepada RasuluLlah untuk meminta pendapat beliau mengenai langkah da'wah &lt;br /&gt;selanjutnya, apakah perlu diadakan "show of force" dengan sholat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Musim haji tiba! Mush'ab bersama tujuh puluh-an muslim Yastrib menuju &lt;br /&gt;Makkah dengan tujuan utama menemui pimpinannya: RasuluLlah SAW, untuk melaporkan &lt;br /&gt;hasil dan problema da'wah di Yastrib, serta mengantarkan para muslimin Yastrib &lt;br /&gt;untuk berbai'ah kepada RasuluLlah  SAW. Mush'ab tidak berlama-lama di kampung &lt;br /&gt;halamannya, karena tugasnya di Yastrib telah menanti. Beliau segera kembali &lt;br /&gt;bersama rombongan menuju ke Yastrib untuk semakin menggiatkan aktifitas da'wah, &lt;br /&gt;serta mempersiapkan kondisi bila sewaktu-waktu RasuluLlah dan muslimin Makkah &lt;br /&gt;berhijrah ke Yastrib. Penerapan nilai-nilai Islam di Yastrib berjalan mulus, &lt;br /&gt;murni dan konsekuen. Kaum Yahudi tidak banyak berbicara, mereka melihat kekuatan &lt;br /&gt;muslimin yang semakin besar, sulit untuk dipecah. Singkatnya, saat itu, kota &lt;br /&gt;Yastrib dan mayoritas penduduknya telah siap secara aqidah dan siyasah (politik). &lt;br /&gt;Mereka dengan antusias menantikan kedatangan RasuluLlah dan muslimin Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akhirnya,  sampailah  para muhajirrin  dari  Makkah  di Madinah ...&lt;br /&gt;Islam berkembang semakin luas dan kuat. Pada titik ini, bukan berarti &lt;br /&gt;Mush'ab minta pensiun, karena beliau menyadari bahwa tugas seorang da'i tak &lt;br /&gt;kenal henti. Beliau tetap terlibat aktif dalam da'wah dan peperangan. Beliau &lt;br /&gt;mendapatkan syahid-nya di medan pertempuran Uhud. RasuluLlah sangat terharu &lt;br /&gt;sampai menitikkan air mata ketika melihat jenazah Mush'ab. Kain yang dipakai &lt;br /&gt;untuk mengkafaninya tidak cukup, bila ditarik untuk menutupi kepalanya, &lt;br /&gt;tersingkaplah bagian kakinya, dan bila di tarik ke bawah, tersingkaplah &lt;br /&gt;bagian kepalanya. RasuluLlah  terkenang dengan masa muda pemuda Quraisy &lt;br /&gt;ini yang mempunyai puluhan pasang pakaian yang indah-indah. Saat itulah &lt;br /&gt;RasuluLlah membaca bagian dari surat al-Ahzab ayat 23:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Sebagian mu'min ada yang telah menepati janji mereka kepada&lt;br /&gt;  ALlah, sebagian mereka mati syahid, sebagian lainnya masih&lt;br /&gt;  menunggu, dan mereka memang tidak pernah mengingkari janji."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mush'ab  bin 'Umair wafat dalam usia belum lagi 40 tahun. Ia masih muda, &lt;br /&gt;tidak sempat melihat hasil positif dari kerja akbar yang telah dilakukannya. &lt;br /&gt;Semoga ALlah Rabbul Jalil merahmati Mush'ab al-Khair bin 'Umair.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/19520946-113393289795506762?l=harokah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harokah.blogspot.com/feeds/113393289795506762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=19520946&amp;postID=113393289795506762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393289795506762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/19520946/posts/default/113393289795506762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harokah.blogspot.com/2005/12/utusan-sang-utusan.html' title='UTUSAN SANG UTUSAN'/><author><name>Aang Fahruroji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09796421210206871852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
